Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Selamat Datang di KBRI Beirut - Welcome to Official Site of Indonesian Embassy in Beirut - أهلا وسهلا في موقع رسمي للسفارة الإندونيسية في بيروت      |       

Profil Negara dan Kerjasama

Libanon

HUBUNGAN LEBANON-INDONESIA

Latar belakang
Hubungan antara Indonesia dengan Lebanon bermula dengan diumumkannya pernyataan pengakuan de-jure atas negara Republik Indonesia oleh Presiden Lebanon, Bechara El-Khoury pada tanggal 29 Juli 1947.
 
Lebanon adalah negara yang ketiga mengakui Indonesia setelah Mesir dan Suriah. Sementara hubungan diplomatik kedua negara telah dirintis sejak dekade 50-an dengan mengakreditasikan Duta Besar Rl di Cairo untuk merangkap Lebanon, dan pada pertengahan dekade itu juga pemerintah Indonesia memutuskan untuk membuka Perwakilannya di Beirut meskipun masih berstatus Kuasa Usaha, sedangkan Duta Besarnya tetap dirangkap dari Cairo.
 
Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya ketika pecah perang saudara di Lebanon (1975-1990) Perwakilan Rl di Beirut pada tahun 1976 ditutup dengan alasan keamanan, tapi dirangkap oleh KBRI Damaskus. Lebanon membuka perwakilannya di Jakarta pada tahun 1995 dengan menempatkan seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh. Sedangkan Indonesia membuka kembali perwakilannya di Beirut pada tahun 1996 dan menempatkan seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Beirut. Untuk lebih  mempererat hubungan bilateral tersebut, khususnya bidang ekonomi dan perdagangan, pada tahun 1997 Indonesiamengangkat seorang Konsul Kehormatan Rl di Tripoli, kota kedua terbesar di Lebanon utara.
 
Politik
Kendati kedua negara baru membuka kembali perwakilannya pada tahun 1996, namun hubungan dan kerjasama politik kedua Negara selama ini terjaga dengan cukup baik. Menyangkut isu-isu internal, kedua negara mampu menunjukkan respek dan saling pengertian dengan tidak saling mencampuri urusan internal.
 
Berbagai krisis politik di Indonesia seperti isu Aceh, konflik SARA di Ambon, HAM dsb ditanggapi cukup bijak oleh Lebanon dengan menyerahkan sepenuhnya solusinya kepada pemerintah RI.
 
Demikian pula sebaliknya, Pemerintah RI sangat mendukung posisi Lebanon dalam menghadapi berbagai isu terutama dalam konfliknya dengan Israel. Penempatan pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL sebanyak 861 personel di Lebanon Selatan, dan sebentar lagi akan meningkat menjadi 1136 pasukan TNI adalah wujud nyata dari dukungan RI kepada Lebanon.
 
Sementara itu, di fora internasional, saling pengertian dan dukungan atas dasar resiprositas sangat menonjol. Selama ini setiap pencalonan Indonesia di berbagai organisasi internasional didukung oleh Lebanon, demikian pula sebaliknya.
 
Hubungan Ekonomi
Indonesia dan Lebanon telah menandatangani Persetujuan mengenai Kerjasama Ekonomi, Teknik dan Ilmu Pengetahuan, pada tgl. 12 Agustus 1999. Persetujuan tersebut mulai berlaku sejak tgl. 28 September 2001 setelah kedua negara meratifikasi persetujuan tersebut. Persetujuan lain yang baru diparaf yaitu Persetujuan mengenai Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan Persetujuan mengenai Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P3M/IGA), yang diparaf pada tahun 1998.
 
Adapun Persetujuan mengenai Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan Persetujuan mengenai Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P3M/IGA) yang diparaf pada tahun 1998 hingga saat ini belum ada rencana penandatanganan persetujuan tersebut. Dalam hal ini sesuai dengan hasil pertemuan Koordinasi Kepala Fungsi Ekonomi wilayah Timur Tengah di Jeddah dimana pihak BKPM memberikan masukan agar menunggu Peraturan Pemerintah yang baru perihal Investasi.
 
Masalah perdagangan, pariwisata dan investasi di Lebanon.
Dicapainya kesepakatan antara elit politik pro-pemerintah dan oposisi Lebanon di Doha, Mei 2008, telah menyelesaikan krisis politik dan keamanan Lebanon dalam tiga tahun terakhir. Bahkan dapat dikatakan secara otomatis mengggeliatkan kembali perekonomian secara umum.
 
Diakhirinya general strike oposisi yang melumpuhkan downtown sebagai pusat perdagangan telah menjanjikan pariwisata di musim panas yang menjadi salah satu andalan sumber devisa Lebanon akan menjadi booming.
 
Pada prinsipnya Lebanon mempunyai aset fundament perekonomian yang cukup handal dibanding negara-negara Arab lain. Aset ini merupakan “fundamental building blocks” untuk menjadi pusat regional teknologi. Diantaranya; tenaga kerja berpendidikan tinggi dan multibahasa, sektor swasta yang kuat, adanya perusahaan-perusahaan iklan kelas dunia, media multi-bahasa termasuk provider portal internet.
 
Aset lainnya adalah pasar bebas, dollarisasi ekonomi, tidak adanya kontrol terhadap pergerakan capital dan foreign exchange, disamping kualitas hidup yang cukup baik dan terbatasnya kendala-kendala investasi.  Ada tiga sektor bisnis yang cukup prospektif di Lebanon: yaitu; teknologi informasi dan komunikasi; pharmaceuticals; dan asuransi.
Diantara ketiga sektor diatas, pharmaceuticals adalah yang paling lemah. 92-95% sektor ini adalah produk impor, sementara volume pasar di kawasan ini berkisar $400 juta pertahun.
 
Mengenai neraca perdagangan bilateral  Indonesia – Lebanon, Indonesia selalu diuntungkan seperti digambarkan dalam statistik di halaman berikut ini. Produk-produk ekspor Indonesia ke Lebanon cukup bervariasi dan masih membuka kemungkinan bagi produk-produk lain untuk ditawarkan, baik untuk dikonsumsi di Lebanon ataupun sebagai komoditi re-ekspor.
 
Perlu dicatat bahwa tidak semua nilai ekspor Lebanon merupakan produk lokal, tetapi ada terdapat persentase antara 6 – 10 % dari produk re-ekspor semisal kendaraan bekas. Hal ini merupakan keistimewaan pengusaha Lebanon dibanding pengusaha Arab lainnya.
 
Neraca perdagangan Ekspor Impor Indonesia –Lebanon
Hubungan bilateral perdagangan Indonesia dan Lebanon dari tahun 2004 sampai dengan 31/3/2008, Indonesia selalu berada di posisi surplus. Tingkat surplus tertinggi berada di tahun 2007, sedangkan di tahun 2005 dan 2006 mengalami penurunan. (sumber: customs Lebanon)

Sosial Budaya dan Penerangan
Hubungan bilateral RI-Lebanon di bidang Sosial Budaya dan Penerangan perlu mendapat perhatian untuk dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu. Dengan dibukanya kembali KBRI Beirut pada tahun 1996 mulai terbuka kembali sarana untuk lebih memperkenalkan Indonesia pada masyarakat Lebanon walaupun sebenarnya Lebanon punya hubungan historis dengan Indonesia sejak tahun 1946.
 
KBRI Beirut terus berupaya mengadakan promosi pariwisata/budaya Indonesia di Lebanon dalam rangka meningkatkan citra positip Indonesia. Diharapkan dengan adanya kegitan-kegiatan promosi seperti itu dan dapat memberikan gambaran yang jelas dan sesungguhnya tentang Indonesia terhadap masyarakat Lebanon. Demikian juga diharapkan akan dapat  meningkatkan hubungan kedua negara khususunya di bidang sosial budaya. 
 
Aktifitas-aktifitas yang digalang KBRI selama ini anatara lain melaui penyebaran brosur pariwisata, pencetakan bulletin Indonesia-Info setiap 3 bulan, pendekatan dan kunjungan ke berbagai Universitas di Lebanon, penajajakan kerjasama penampilan atraksi kesenian Indonesia di berbagai pentas festival di daerah-daerah di Lebanon dsb.
 
Sebagai hasil pendekatan selama ini, telah dicapai kesepakatan pemberian beasiswa bagi mahasiwa Indonesia untuk belajar di salah satu perguruan swasta terkenal di Lebanon yaitu dengan diterimanya 17 orang penerima beasiswa di Global University, Beirut. Dalam waktu dekat jumlah penerima bea siswa ini akan bertambah menjadi 27 orang.
 
Di bidang penerangan, perhatian media massa Lebanon terhadap Indonesia cukup besar, hal ini terlihat dari jumlah pemberitaan media massa Lebanon yang sering memberitakan berbagai peristiwa mengenai Indonesia yang dikutip dari kantor berita asing (barat)  yang dikaitkan dengan situasi yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu pembinaan hubungan dengan kalangan media massa  juga terus digalakkan agar media massa pers dan audio visual  setempat dapat mengetahui keadaan yang sesungguhnya di Indonesia.


office of embassy


Informasi Komplit Tentang Lebanon

static1


static3


static4


static5

running1running2running3running4running5
running6running7running8running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan