Penandatanganan Plan Of Action Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis RI-RRC

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada kesempatan Pertemuan Dialog ke-2 pada Tingkat Menko Polhukam-State Councillor, 21 Januari 2010 di Jakarta, telah ditandatangani Plan of Action (PoA) Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis RI-RRC. Dari pihak Indonesia diwakili oleh Dirjen Aspasaf Kemenlu, Hamzah Thayeb dan dari pihak RRC diwakili Dubes RRC di Jakarta, Mdm Zhang Qiyue yang disaksikan Menko Polhukam Djoko Suyanto dan State Councillor Dai Bingguo.

PoA ini berisikan berbagai program kegiatan konkrit sebagai upaya implementasi butir-butir kesepakatan yang tertuang dalam Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis untuk periode 5 tahun ke depan (2010-2015). Kerjasama tersebut mencakup bidang politik dan kemanan; ekonomi dan pembangunan; serta sosial budaya dan kerjasama lainnya.

Pada kesempatan terpisah, juga telah telah ditandatangani 2 dokumen lainnya yakni Mou on Grant Assistance in Relation to Economic and Technical Cooperation dan Exchange of Letters on Holding of 2 (two) Workshops in China for Indonesian Officials Using the Grant of the Government of the People’s Republic of China.

Sejak penandatanganan Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RRC Hu Jintao di Jakarta April 2005, hubungan kedua negara berkembang dengan pesat.  Target volume perdagangan US$ 30 milyar pada tahun 2010, sudah tercapai pada tahun 2008. Kini, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, mencanangkan target baru yakni US$ 50 milyar untuk lima tahun ke depan.

Raihan penting lainnya adalah Pembentukan Mekanisme Dialog Tingkat Menko Polhukam-State Councillor Juli 2005; Forum Konsultasi Kerjasama Maritim Desember 2006; Persetujuan Tentang Kerjasama Aktivitas Dalam Bidang Pertahanan November 2007 dan Perjanjian Ekstradisi Juli 2009.

Karenanya, penandatangan PoA ini merupakan langkah awal yang baik dalam upaya mengembangkan hubungan dan kerjasama kedua negara yang sudah terbina baik selama ini. Melalui PoA ini, para pemangku dari kedua negara dapat menjabarkan butir-butir kesepakatan Kemitraan Strategis secara konkrit dan efektif sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai yakni membawa hubungan ke tataran baru demi keuntungan kedua negara dan rakyatnya serta untuk memberi sumbangan baru bagi solidaritas dan kerjasama antar negara-negara berkembang serta pada perdamaian dan pembangunan umat manusia.

Pertama bahwa tahun 2010 menandai 60 tahun hubungan diplomatik yang secara resmi dibuka pada 13 April 1950. Terkait dengan kegiatan perayaan 60 tahun hubungan diplomatik tersebut, pada kesempatan pertemuan bilateral di sela-sela APEC Economic Leaders Meeting di Singapura November 2009, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RRC Hu Jintao mencanangkan tahun 2010 sebagai “tahun persahabatan RI-RRC”.

Kedua, tahun 2010 menandai lima tahun ditandatanganinya Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis RI-RRC April 2005 oleh Presiden RI dan Presiden RRC. Sejak itu, hubungan kedua negara berkembang pesat a.l. ditandai dengan terpenuhinya target volume perdagangan US$ 30 milyar yang dicapai lebih awal,. Semula ditargetkan tahun 2010, namun dapat dicapai  pada tahun 2008.

Ketiga, pada awal tahun ini, tepatnya

Karenanya, tahun 2010 akan menjadi titik awal yang baik bagi pengembangan hubungan dan kerjasama kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, telah menetapkan target baru bahwa volume perdagangan kedua negara dalam lima tahun ke depan mencapai US$ 50 milyar. Dalam konteks ini, PoA Kemitraan Strategis dan kegiatan perayaan 60 tahun hubungan diplomatik harus dimanfaatkan secara optimal sebagai momentum pengembangan hubungan dan kerjasama demi peningkatan kesejahteraan kedua rakyatnya.