Musim Semi telah Tiba di KBRI Beijing

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Musim Semi telah Tiba di KBRI Beijing

 

Beijing—Mulai bulan Maret 2010 bertepatan dengan awal musim semi dan mulai menghangatnya suhu udara di daratan Tiongkok, KBRI menyelenggarakan beragam kegiatan untuk masyarakat, baik WNI, lokal Tiongkok, maupun warga negara asing lainnya. Kegiatan antara lain acara temu muka dan diskusi bersama, latihan menari, dan latihan musik angklung.

 

Untuk semakin memperkuat rasa persatuan dan kerukunan, KBRI terus gencar mengadakan kegiatan pembinaan masyarakat di wilayah akreditasi melalui berbagai event dan acara, seperti diskusi ilmiah dengan kalangan mahasiswa, acara temu muka antara masyarakat dan pejabat negara (antara lain dengan anggota DPR yang tengah berkunjung ke Beijing), dan sebagainya.

 

Selain itu, tahun ini KBRI khusus mengundang guru tari dari South East Asian Dance Troupe Hong Kong, ibu Surianty, yang sudah berpengalaman menjadi instruktur tari dan koreografi serta pernah mendapat kehormatan untuk menari bagi Presiden RI yang pertama, Soekarno, hingga Presiden SBY.

 

Dalam waktu yang singkat, peserta pelatihan yang terdiri dari anak-anak, pelajar, mahasiswa Indonesia dan asing (dari Beijing Foreign Studies University dan Peking University), ibu-ibu Darma Wanita Persatuan KBRI Beijing, kelompok Huaqiao (Returned overseas Chinese) dengan total keseluruhan mencapai lebih dari 50 orang, dengan cepat mengikuti gerak-gerak tarian rancak nan dinamis yang diajarkan oleh instruktur tarinya.

 

Di samping itu, guru tari juga berkesempatan diundang oleh Eton Kids School untuk mengajar sekitar 40 guru pre-schools yang sedang mengikuti program pelatihan di Beijing, 3 diantaranya warga negara asing (non-Tionghoa). Pada kesempatan tersebut, ibu Surianty mengajarkan tarian Tempurung yang menggunakan alat bantu batok kelapa (digantikan dengan mangkok kayu) yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian sehingga menarik dan seperti permainan yang sesuai untuk  anak-anak. Para peserta pelatihan sangat terkesan dan gembira mendapat pelatihan tari yang cukup menghibur dan sederhana untuk diajarkan kepada anak murid mereka nantinya.

 

Dengan latihan tari ini diharapkan dapat diperkenalkan seni budaya adi luhung dan kontemporer Indonesia kepada khalayak luas di RRC dan meningkatkan serta memupuk rasa nasionalisme dan cinta budaya bangsa dari warga negara Indonesia di perantauan.

 

Selain melalui seni tari, rasa kebangsaan dan kebersamaan juga dipelihara dengan latihan musik angklung oleh pelajar dan mahasiswa Indonesia dan Tiongkok. Kelompok ini belajar memainkan laguYamko Rambe Yamko’ dari Papua, ‘Ayo Mama’ dari Sulawesi yang sudah sangat terkenal di RRC dan Pengyou, yang artinya Sahabat dan merupakan lagu populer di Tiongkok. Musik angklung ini akan dikolaborasikan dengan permainan alat musik tradisional Tiongkok seperti Gucheng, Bipa dan Erhu (alat musik petik dan tiup).

 

Kegiatan seni dan pembinaan masyarakat ini dilakukan hampir tiap hari termasuk di akhir pekan yang membuat suasana di KBRI Beijing menjadi hidup dan hangat layaknya musim semi yang datang.