Indonesia dan RRT Bertekad Tingkatkan Kerjasama Proyek Pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Air di Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pemerintah Indonesia dan RRT sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama pengembangan infrastruktur di tanah air sebagai bagian dari upaya mewujudkan deklarasi kemitraan strategis RI-RRT yang ditandatangani kedua pimpinan negara pada bulan April 2005 di Jakarta. Upaya ini dilakukan melalui penandatanganan 2 (dua) Memorandum Kesepahaman (Memorandum of Understanding) oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto dengan mitranya Li Shenglin dari Kementerian Perhubungan RRT dan Chen Lei, Kementerian Pengairan RRT, di Beijing.
 
Penandatanganan MoU mengenai kerjasama di bidang pembangunan proyek infrastruktur jalan dan jembatan antara RI dan RRT dilakukan di Kementerian Perhubungan RRT pada tanggal 25 September 2009. Sedangkan  MoU kerjasama di bidang sumber daya air diteken di Kementerian RRT pada tanggal 26 September 2009.
 
Proyek infrastruktur jalan tol dan jembatan akan dibangunan dengan memanfaatkan fasilitas preferential buyers credit dari Pemerintah RRT. Proyek-proyek tersebut adalah: pembangunan Jembatan Musi III, Jembatan Tayan, Jembatan Kendari, Jalan Tol Medan-Kualanamu dan Jalan Tol Coleunyi-Sumedang-Dawuan. Kerjasama dalam pembangunan proyek-proyek ini diharapkan akan memberikan alih teknologi seperti yang terjadi dalam proyek Jembatan Suramadu.
 
Kerjasama pembangunan infrastruktur ini juga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan iklim berbisnis dan berinvestasi RI yang kini semakin membaik. Sedangkan kerjasama di bidang sumber daya air, akan memprioritaskan pada pengembangan sumber daya air yang selaras dengan upaya untuk melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
 
Selain bermaanfaat untuk kepentingan irigasi dan mengendalikan bencana banjir guna menunjang peningkatan produktivitas para petani, pembangunan waduk ini juga bertujuan untuk kepentingan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang sangat vital bagi pembangunan dan kegiatan produktif di Aceh.
 
Kemajuan yang signifikan yang telah dicapai dalam pembangunan Waduk Jatigede di Jawa Barat yang juga merupakan proyek yang dikerjakan oleh konsorsium RI dan RRT, menjadi bukti adanya komitmen kuat dari kedua pihak untuk terus mengisi kerjasama bilateral secara lebih konkrit dan saling menguntungkan.
 
Untuk itu, Pemerintah RI dan RRT bertekad mempercepat penyelesaian Waduk Jatigede dan memulai pembangunan proyek Waduk Jambu Aye di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Diharapkan pembangunan Waduk Jambu Aye ini akan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya. Untuk mewujudkan target ini, kedua belah pihak akan terus meningkatkan dan memperluas konsultasi dan koordinasi.