Hasil Karya Pelukis Indonesia Menarik Perhatian Para Pengunjung Pameran Seni di Beijing

Pada tanggal 24 September 2015, KBRI Beijing bersama 8 (delapan) pelukis dari Bali telah menghadiri acara pembukaan 6th Beijing International Art Biennale (BIAB). Pameran dua tahunan yang mengusung tema "Memory and Dream" tersebut akan berlangsung sampai tanggal 15 Oktober 2015.  Acara pembukaan dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi RRT di bidang kebudayaan serta perwakilan-perwakilan Kedubes Asing di Beijing. 
Dalam pidato pembukaannya, Ketua China Artists Association, Liu Dawei, menyampaikan apresiasi atas dukungan pihak-pihak terkait, termasuk Kedubes-kedubes Asing di Beijing dalam penyelenggaraan BIAB tahun ini.  Liu Dawei menyampaikan harapan agar melalui kesenian akan terjalin kesinambungan antara pelajaran di masa lalu dan visi pembangunan manusia dan negara ke depan. 
 
China Artists Association bersama dengan China Federation of Literary and Art Circles dan Pemerintah Kota Beijing merupakan sponsor utama kegiatan pameran ini. Sekitar 700 karya seni (mayoritas lukisan) yang lahir dari 300 seniman dari 96 negara, termasuk Indonesia menjadi karya terpilih dari 7.000 aplikasi yang diterima oleh pihak penyelenggara.
 
Karya-karya lukisan dari Indonesia direpresentasikan oleh 12 seniman asal Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.  Diantaranya, terdapat 3 karya lukisan oleh Ugy Sugiarto dan Yayat Lesmana yang secara khusus ditampilkan dalam segmen pameran Southeast Asia Contemporary Art Exhibition. Karya-karya seniman-seniman Indonesia lainnya ditampilkan dalam segmen pameran umum International Artists Exhibition. Secara keseluruhan partisipasi Indonesia pada BIAB kali ini merupakan yang terbesar sejak BIAB pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008.
 
Selama kunjungannya di Beijing, tujuh pelukis yang hadir pada acara pembukaan BIAB, yaitu Wayan Redika, Pande Nyoman Alit Wijaya Suta, Uuk Paramahita, Imam Nurofiq, I Made Supena, Nyoman Loka dan I Putu Bambang Juliarta juga berpartisipasi meramaikan pameran Art China 2015 dengan menampilkan karya-karya lukisan kontemporer yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.
 
Diantara ketujuh karya tersebut, lukisan berjudul Chinese Beauty karya I Nyoman Loka dan Pancaroba karya Pande Nyoman Alit Wijaya Suta dibeli oleh seorang kolektor lukisan asal Italia. Sementara lukisan I Putu Bambang Juliarta berjudul Woman in Beauty terjual kepada seorang pelukis muda berbakat yang berasal dari Provinsi Henan.
 
Melihat tingkat antusiasme para pengunjung yang sangat besar terhadap karya pelukis Indonesia, ke depannya diharapkan agar lebih banyak pelukis yang ikut meramaikan acara pameran serupa di RRT.