Sarang Burung Walet Indonesia Kembali Merambah Pasar Tiongkok

3/13/2015

 

?

?SIARAN PERS
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA, 
BEIJING, REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK
 
 
Sarang Burung Walet Indonesia Kembali Merambah Pasar Tiongkok
 
(Beijing, 12 Maret 2015) Realisasi ekspor sarang burung walet di akhir bulan Januari 2015 merupakan buah dari perjuangan panjang Indonesia sejak tahun 2010. Izin ekspor ini diperoleh setelah Indonesia melewati proses persyaratan sanitary dan pithosanitary Tiongkok yang ketat. Kombinasi potensi Indonesia sebagai produsen sarang burung walet dan Tiongkok sebagai pasar terbesar di dunia akan menjadi faktor pendorong kesuksesan perdagangan sarang burung walet ini di masa mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar RI pada Konferensi Pers Ekspor Sarang Burung Walet di KBRI Beijing pada tanggal 12 Maret 2015.
 
Kesinambungan ekspor komoditi ini sangat diharapkan untuk dapat meminimalisir neraca perdagangan Indonesia yang defisit terhadap Tiongkok. Realisasi ini diharapkan dapat juga membantu pencapaian volume perdagangan bilateral RI-RRT sebesar 80 milyar dolar AS pada tahun 2015, sebagaimana keinginan dan target pemimpin kedua negara. Keberhasilan yang diraih menjelang peringatan 65 Tahun Hubungan Diplomatik RI-RRT tahun 2015 ini tentunya juga memiliki makna penting bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara.
 
Mr. Gu Shaoping, Director General of the Registration Department, Certification and Accreditation Administration of the People’s Republic of China (CNCA) dan Mrs. Li Li, Vice President, Chinese Academy of Inspection and Quarantine (CAIQ) yang mendukung kesuksesan ekspor sarang burung walet, juga turut hadir pada acara tersebut. Keduanya menyampaikan harapan agar pengusaha sarang burung walet Indonesia dapat menjamin dan mempertahankan kualitas produk demi keberlangsungan ekspor dan kepercayaan konsumen di Tiongkok. Dibukanya akses ekspor dan meningkatnya jumlah konsumen tidak menutup kemungkinan munculnya masalah pemalsuan dan produk ilegal, yang akan berdampak pada perdagangan sarang walet antara kedua negara. Di sinilah letak peran kedua otoritas di Tiongkok ini untuk menjalankan fungsi pengawasan mereka.
 
Sementara itu, Dr. Budi Mranata, Ketua bidang Perdagangan Asosiasi Peternak dan Pedagang Sarang Burung Walet Indonesia (APPSWI) dalam presentasinya menjelaskan bahwa enam perusahaan sarang burung walet Indonesia yang telah mendapatkan ijin ekspor ke Tiongkok merupakan perusahaan sarang burung walet terbaik di antara ratusan perusahaan sejenis di Indonesia. Melalui seleksi ketat, PT. Adipurna Mranata Jaya (Jakarta), PT Esta Indonesia (Semarang), PT Surya Aviesta (Surabaya), CV. Sumber Alam (Surabaya), CV. Mutiara Alam (Jakarta), dan PT. Walet Kembar Lestari (Pekalongan) akhirnya berhasil menembus pasar Tiongkok.
 
Konferensi Pers ini terselenggara atas kerja sama antara KBRI Beijing dengan Asosiasi Pedagang dan Peternak Sarang Walet Indonesia. Keberhasilan Indonesia dalam menembus pasar Tiongkok ini dirasakan perlu dan penting untuk disebarluaskan ke khalayak luas, terutama para stakeholders di Tiongkok. Di samping dihadiri oleh pejabat dari Tiongkok, acara ini juga diikuti oleh perwakilan dari enam perusahaan di media dan media cetak dan elektronik RI-RRT. Pembukaan ekspor sarang walet ke Tiongkok diharapkan akan membuka peluang bagi peningkatan ekspor produk Indonesia lainnya seperti produk pertanian dan perikanan.