Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi Pertama RI – RRT

1/27/2015

 

?SIARAN PERS

 
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA,
 
BEIJING, REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK 

No. 4 Dongzhimenwai Dajie Chaoyang District Beijing
Tel: 86-10-65325371 Fax: 86-10-65325368, 65325782
 
http://www.kemlu.go.id/beijing
email: set.beijing.kbri@kemlu.go.id
 
 
Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi Pertama RI – RRT
 
(Beijing, 27 Januari 2015) Hubungan bilateral RI-RRT mencetak sejarah baru dengan dilaksanakannya the 1st High Level Economic Dialogue di Beijing pada tanggal 26 Januari 2015. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, sedangkan delegasi RRT dipimpin oleh State Councilor, Yang Jiechi.  Menteri Perindustrian RI, Saleh Husin, Duta Besar RI untuk RRT, Soegeng Rahardjo, dan Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Sarundajang menjadi anggota Delri, di samping beberapa pejabat seperti Deputi Menteri BAPPENAS, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, dan Direktur PLN.
 
Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden RI, Joko Widodo dengan Presiden RRT, Xi Jinping di Beijing, 9 November 2014 lalu yang menyepakati adanya dialog tingkat tinggi untuk membahas isu ekonomi, investasi, perdagangan, infrastruktur, energi, dan keuangan. Dalam sambutannya, Menko Perekonomian Sofyan Djalil menekankan bahwa sebagai mitra komprehesif strategis, RI-RRT perlu untuk memperkuat kerjasama bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, khususnya untuk mensinergikan program utama konektivitas maritim Indonesia dengan progam 21st Century Maritime Silk Road.
 
Dukungan RRT juga diharapkan dapat terus diberikan dalam pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) kerjasama RI-RRT di Morowali, Konawe, dan Ketapang. Hal yang sama juga diharapkan dapat diberikan untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung yang akan mengembangkan industri perikanan, agrobisnis, dan logistik. Dalam hal ini, RRT mendukung pembangunan kawasan industri dimaksud dan mengharapkan Indonesia dapat memberikan insentif yang menarik untuk pembangunan kawasan industri yang diusulkan.  
 
Pertemuan juga menyepakati perlunya untuk melakukan perdagangan bilateral yang berkelanjutan, kuat, saling menguntungkan, dan seimbang khususnya untuk mengatasi defisit perdagangan RI dan pencapaian target perdagangan US$ 80 milyar tahun 2015. Dengan penduduk sebanyak 1,3 milyar, RRT merupakan pasar yang besar dan potensial untuk produk-produk Indonesia. Untuk bidang keuangan, Bank Indonesia dan People’s Bank of China menyepakati mengenai perlunya  meningkatkan kerjasama sektor keuangan melalui implementasi bilateral currency swap agreement dan perluasan skala pembayaran melalui mata uang lokal.
 
Isu penting lain yan disepakati dalam pertemuan tersebut adalah kerjasama optimalisasi asset PLTU Fast Track Program I dimana RRT mendorong perusahaan energi kredibel RRT untuk terlibat dalam kerjasama tersebut dan partisipasi perusahaan RRT untuk terlibat dalam proyek prioritas infrastruktur RI di bawah kerangka ‘Ocean High way’.
 
Untuk menindaklanjuti pertemuan ini, kedua pihak akan menggarisbawahi mengenai pentingnya pembentukan sejumlah Working Group di bawah koordinasi kementerian terkait. Untuk tahap awal, kesepakatan di atas akan dibahas dalam berbagai pertemuan yang dikoordinir oleh Deputi Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI dan Wakil Menteri Perdagangan RRT. Dalam pertemuan ini juga telah dilakukan penandatanganan Agreed Minutes dan Letter of Intent on Optimization of Coal Power Plants Assets – Fast Track Program I antara Deputi Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI dan Wakil Menteri Perdagangan RRT.
 
Di samping menghadiri High Level Dialogue, selama berada di Beijing, Menko Perekonomian RI juga melakukan pertemuan dengan Chairman National Development and Reform Commission RRT (NDRC), Xu Shaoshi dan Menteri Perdagangan RRT, Gao Hucheng. Pada kedua pertemuan tersebut telah dibahas isu-isu kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi yang menjadi kepentingan kedua negara.
 
Pada tanggal 27 Januari 2015, Menko Perekonomian RI juga melakukan courtesy call kepada Perdana Menteri Li Keqiang yang menyambut baik hasil positif dari High Level Dialogue dimaksud. PM Li Keqiang menegaskan mengenai dukungan Pemerintah RRT terhadap pembangunan ekonomi RI, dan perlunya kedua pihak untuk saling mempercayai satu sama lain untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama.