65 Tahun Hubungan Diplomatik RI-RRT dibuka dengan Ekspor Perdana Sarang Walet Indonesia ke Tiongkok

2/1/2015

 
SIARAN PERS
 
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA, 
BEIJING, REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK 

No. 4 Dongzhimenwai Dajie Chaoyang District Beijing
Tel: 86-10-65325371 Fax: 86-10-65325368, 65325782
 
http://www.kemlu.go.id/beijing
email: set.beijing.kbri@kemlu.go.id
 
 
65 Tahun Hubungan Diplomatik RI-RRT dibuka dengan Ekspor Perdana Sarang Walet Indonesia ke Tiongkok
 
 
(Beijing, 30 Januari 2015) Pada tanggal 29 Januari 2015 di bandara Soekarno Hatta telah dilaksanakan seremoni ekspor perdana sarang walet Indonesia ke Tiongkok oleh Kepala Badan Karantina RI, Banun Harpini. Realiasi ekspor sarang walet pada awal tahun ini merupakan saat yang ditunggu-tunggu karena proses panjang yang telah berlangsung selama hampir 5 tahun. Di samping itu, realisasi ekspor ini juga dilaksanakan pada momentum yang khusus menjelang peringatan 65 tahun hubungan diplomatik RI-RRT tanggal 13 April 2015 sehingga bermakna penting dalam peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

Sarang walet merupakan komoditi yang sangat populer di Tiongkok sebagai bahan makanan atau minuman yang dinilai mempunyai khasiat mujarab, dulunya biasa dikonsumsi oleh para bangsawan sehingga dipandang sebagai produk yang cukup bergengsi. Realiasi ekspor ini diharapkan dapat membantu mengurangi defisit perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok. Hal ini dimungkinkan karena Tiongkok merupakan pasar sarang walet terbesar di dunia, dan menurut data dari Badan Karantina Pertanian RI, dengan potensi produksi sarang burung walet Indonesia
kurang lebih 400.000 kg/tahun, maka potensi nilai ekspor sarang burung walet per tahun dengan asumsi harga 1000 USD/Kg atau setara dengan Rp. 4,8 triliun.
 
Disamping itu, penjualan langsung sarang walet ke Tiongkok tanpa melewati pihak ketiga seperti Malaysia, Singapura, dan Hong Kong akan memutus rantai distribusi dan memberikan keuntungan yang lebih bagi para produsen walet Indonesia. Pemberian ijin ekspor dari Pemerintah RRT juga memberikan citra positif terhadap walet Indonesia dan pada gilirannya dapat membantu walet Indonesia untuk memasuki negara-negara lain mengingat Pemerintah RRT menerapkan persyaratan yang sangat ketat terhadap walet yang masuk negara mereka.  
 
Saat ini, ijin ekspor sarang walet Indonesia ke Tiongkok diberikan ketiga perusahaan  yaitu PT. Adipurna Mranata Jaya, PT Esta Indonesia dan PT Surya Aviesta. Ketiga perusahaan tersebut telah melakukan ekspor perdana masing-masing dari Jakarta, Semarang, dan Surabaya dengan tujuan ekspor ke Guangzhou, Beijing, dan Shenzhen dengan total volume ekspor sebesar 300kg. Diharapkan nilai ekspor sarang walet ini akan terus meningkat dan makin banyak perusahaan Indonesia yang dapat melakukan ekspor komoditas ini guna meningkatkan devisa Indonesia. (sumber: Badan Karantina RI)