Universitas Muhammadiah Yogyakarta Perkuat Kerja Sama Dengan Universitas di Tiongkok

​​

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perkuat Kerja Sama Dengan Universitas di Tiongkok

 

Beijing, 31 Maret 2017 – Guna mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki oleh Indonesia, saat ini diperlukan pengembangan teknologi, sumber daya manusia, dan modal finansial. Ketiga hal tersebut saat ini dapat diperoleh melalui kerja sama dengan Tiongkok. Namun demikian dalam hal ini, selain harus memahami apa-apa saja yang diperlukan,  Indonesia juga harus mampu mengarahkan kerja sama tersebut sesuai dengan kepentingan nasional, terutama untuk lebih memperkokoh potensi di berbagai bidang.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk RRT, Bapak Soegeng Rahardjo ketika menerima rombongan akademisi dari Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di KBRI Beijing. Sebelumnya delegasi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Dr. Ali Muhammad ini telah melakukan kunjungan ke SIAS International University di Zhengzhou, Provinsi Henan. Turut hadir sebagai anggota delegasi adalah Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Kepala Departemen dan para dosen Program Studi Hubungan Internasional.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Soegeng Rahardjo juga menyampaikan bahwa kita saat ini hidup di abad ke-21, tetapi dalam memandang Tiongkok masih banyak pihak di Indonesia yang menggunakan kaca mata abad ke-20. Oleh karena itu, kita harus merubah pandangan terhadap Tiongkok, mengingat negara ini telah melakukan transformasi yang sangat dahsyat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Tiongkok terus berupaya menjadi negara dengan ekonomi terkuat di kawasan, serta negara yang mendorong globalisasi dan kerja sama internasional, di saat kebijakan negara-negara di Amerika Utara dan Eropa justru semakin inward looking.

Dr. Ali Muhammad menyampaikan kunjungan ke Tiongkok kali ini dimaksudkan untuk mempelajari sekaligus mengamati secara langsung perkembangan yang terjadi  di Tiongkok, terutama pembangunan ekonomi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat setempat. Selama ini berbagai pemberitaan mengenai Tiongkok seringkali menjadi topik hangat di media-media Indonesia. Hal tersebut merupakan bagian dari demokrasi yang semakin matang di Indonesia. Namun masyarakat Indonesia tetap saja harus memahami perkembangan politik di Tiongkok dan memperhatikan kepentingan Indonesia di Tiongkok.

​Selama berkunjung ke SIAS International University, delegasi UMY juga telah mengikuti forum diskusi bersama para pengajar di universitas yang berdiri pada tahun 1998 tersebut. Sejak menjalin kemitraan dengan SIAS selama 11 tahun, mahasiswa UMY setiap tahunnya memperoleh kesempatan untuk mengikuti program studi bahasa Mandarin dan program-program studi terkait lainnya.