KBRI Beijing Prakarsai Pertemuan Bisnis Mengenai Investasi dan Perdagangan di Indonesia

Menjembatani Pembangunan Ekonomi RI-RRT Melalui Pertemuan Bisnis di Bidang Investasi dan Perdagangan di Indonesia

 

Beijing, 30 November 2016 – Pertemuan bisnis bertema "Investasi dan Perdagangan di Indonesia" telah digelar pada hari Rabu, tanggal 30 November 2016 di Hotel Marriot North East Beijing. Pertemuan diprakarsai oleh KBRI Beijing bersama China Top 500 Foreign Trade Enterprises Club. Sekitar 80 tamu undangan dari kalangan pimpinan dan perwakilan dari 53 perusahaan di Beijing maupun dari wilayah sekitarnya seperti Qingdao, Tianjin, Henan dan Hebei hadir menjadi peserta.

Pertemuan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan penjelasan kepada para pengusaha di Tiongkok mengenai berbagai perkembangan ekonomi terakhir di Indonesia, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi bagi para pengusaha Tiongkok yang selama tahun 2016 telah menjalin kerja sama yang baik dengan KBRI Beijing guna mendukung peningkatan hubungan ekonomi RI-RRT. Momentum pertemuan di penghujung tahun 2016 ini menandai semakin eratnya hubungan kedua negara, baik antara Pemerintah maupun antar-pengusaha kedua negara.

Dubes RI Beijing melalui sambutan pembukaan menyampaikan bahwa salah satu persoalan utama dalam kerja sama RI-RRT adalah kurangnya informasi antara kedua pihak, terutama di bidang perdagangan dan investasi. Pemangku kepentingan di Indonesia masih banyak yang belum sepenuhnya paham akan perkembangan ekonomi di Tiongkok, dan dampak positifnya kepada masyarakat setempat dan kawasan. Di sisi lain, masyarakat Tiongkok sebagian besar hanya mengenal Indonesia sebagai negara kepulauan yang indah, bukan sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ataupun sebagai salah satu kekuatan ekonomi G-20. Dengan demikian pelaksanaan forum ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menjembatani permasalahan tersebut.

Dubes RI Beijing juga memberikan gambaran perekonomian Indonesia dan kecenderungannya pada tahun 2017, serta peluang investasi di berbagai sektor kepada para peserta pertemuan. Paparan Dubes RI tersebut kemudian dilengkapi oleh Mr. Jia Xiaoyu, Presiden Qingdao Hengshun Zhongzheng Group Co., Ltd, yang berbagi pengalaman mengenai investasi yang telah dilakukan perusahaannya di Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk kendala-kendala yang dihadapi selama mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menjadi sharing pengalaman yang berguna bagi pengusaha-pengusaha Tiongkok lainnya yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, Sekjen China Top 500, Mr Huang Jun menyampaikan bahwa kedua negara sama-sama merupakan negara besar yang sedang berkembang dengan karakteristik ekonomi yang sangat komplementer sifatnya. Selain itu ditegaskan pula bahwa Tiongkok dan Indonesia saat ini juga tengah mengarungi fase penting dalam pembangunan. Hal ini tentunya membutuhkan kerja sama yang erat khususnya di bidang perdagangan dan investasi.