[Hangzhou, 21/05/2012]:
Para pengusaha RRT, termasuk
dari Kota Hangzhou di Provinsi Zhejiang, telah menyatakan ketertarikannya untuk ikut serta
menggarap berbagai proyek yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Sektor yang mereka incar
terutama adalah pembangunan infrastruktur dan di bidang energy dan pertambangan serta manufaktur.
Tingginya minat para pengusaha RRT untuk berinvestasi di Indonesia tersebut disampaikan dalam Promosi Trade, Tourism and Investment (TTI) di kota Hangzhou pada tanggal 21 Mei 2012, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI di Beijing, Konsulat Jenderal RI di Guangzhou dan Konsulat Jenderal RI di Hong Kong serta BUMN-BUMN
Indonesia di RRT.
Selain dihadiri oleh sekitar 300 para pengusaha ternama dari salah
satu provinsi terkaya di RRT dan salah satu penyumbang
terbesar Outbound
Direct Investment (ODI) RRT keluar negeri, Promosi TTI ini juga dihadiri
oleh para petinggi Pemerintah Daerah (Pemda) Hangzhou dan delegasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin
oleh GRA Pembayun dan KPH Wironegoro.
Dalam pertemuan bisnis tersebut, Duta Besar RI untuk RRT merangkap Mongolia, Imron Cotan menjelaskan
bahwa sebagai mitra strategis Indonesia, para investor RRT seyogyanya menjadikan Indonesia, yang telah mendapatkan peringkat layak investasi dari The Fitch, The
Moody’s dan Japan Credit Rating
Agency, sebagai destinasi
utama aktivitas investasi mereka di luar negeri.
Terlebih lagi suramnya prospek
berinvestasi di Uni Eropa yang masih dibelit krisis
utang dan AS yang belum pulih perekonomiannya.
Dubes RI juga menegaskan bahwa perwakilan RI di RRT selalu siap
menjembatani segala bentuk kerjasama dalam meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-RRT, mengingat
tingginya peluang kerjasama yang ada di berbagai bidang,
termasuk di bidang investasi, perdagangan dan pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut,
Dubes RI juga menjelaskan bahwa RRT kini menjadi mitra
dagang terbesar Indonesia setelah Jepang. Tahun 2011 lalu, volume perdagangan
kedua Negara mencapai US$
60.5 milyar. Trend positif
ini membuat banyak kalangan yakin bahwa target perdagangan RI-RRT sebesar US$ 80
milyar pada tahun 2015, akan
dapat dipenuhi dalam waktu dekat.
Sejumlah pakar baru-baru ini berpendapat bahwa hubungan RI-RRT kini telah mencapai
titik kulminasi yang sebagian juga tercermin
dari tingginya arus wisatawan RRT ke Indonesia yang tahun 2011 lalu berjumlah 750 ribu turis. Ditargetkan
tahun 2012 ini, jumlah wisatawan RRT yang ke Indonesia akan
melonjak menjadi 850 ribu orang dan tahun depan ditargetkan
menembus 1 juta wisatawan RRT yang ke Indonesia.