[Jakarta, Jum’at, 24/04/12] -
‘Tak kenal maka tak sayang, dan melalui buku ini diharapkan rakyat Tiongkok
dapat mengenal lebih jauh tentang Indonesia’, demikian disampaikan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat memberikan buku-buku mengenai
Indonesia kepada Li Changchun, anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis
Tiongkok (PKT) yang melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden SBY di
Istana Negara, Kamis (26/4) pukul 17.00 WIB. Sebaliknya, untuk lebih
memperkenalkan negerinya, Li Changchun juga menyerahkan satu paket buku
filsafat dan budaya Tiongkok kepada Presiden SBY.
Tukar menukar cindera mata yang dilakukan pada akhir pertemuan antara
Presiden SBY dan Li Changchun tersebut merupakan bagian dari serangkaian
kunjungan kerja Li Changchun selama 3 hari ke Indonesia dan menandai secara
simbolis komitmen bersama untuk memperkokoh hubungan RI-RRT melalui people-to-people contact, khususnya
melalui seni, budaya dan media yang menjadi portofolio Li Changchung yang
membawahi bidang informasi dan propaganda.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, kedua pihak telah membahas mengenai
berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama dalam kerangka
kemitraan strategis, baik dalam konteks bilateral, regional maupun global.
Usai pertemuan, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dan
Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia Imron Cotan menyampaikan inti-inti hasil
pertemuan dimaksud dalam konperensi pers yang diadakan di Istana Negara, antara
lain tentang saling kunjung para pemuda, beasiswa dan pelatihan pengajar bahasa
Mandarin. Menutup konperensi pers tersebut, Duta Besar RI menekankan bahwa
tanpa kerjasama di antara kedua negara terbesar di masing-masing kawasan
mereka, tidak akan mungkin tercipta perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di
wilayah Asia.
Pada hari yang sama, Li Changchun juga mengadakan pertemuan dengan Ketua
DPR RI Marzuki Alie dan menyaksikan penandatangan 3 buah kesepakatan
antar-negara yaitu: kerjasama penyiaran radio dan televisi, pengelolaan museum
dan peningkatan kapasitas guru-guru bahasa Mandarin Indonesia serta penyediaan
tenaga pengajar bahasa Mandarin dalam kaitan dengan pengembangan pusat bahasa
di Indonesia and Peace Security Center
(IPSC); dan 3 buah kesepakatan business-to-business
yaitu: kerjasama antara Bank of China
dengan Indonesia China Business Club,
kerjasama pengembangan perkebunan kelapa sawit dan penelitian bersama
pengembangan padi hibrida di Indonesia.
Baik pada saat pertemuan dengan Presiden RI SBY maupun dengan Ketua DPR
RI Marzuki Alie, Li Changchun menyampaikan komitmen pemerintahnya untuk lebih
lebih mendorong kerjasama budaya dan media seperti tercermin dari kesepakatan
yang ditandatangani dalam kunjungan ini. Pemerintah RRT menjanjikan bantuan bantuan sebesar RMB 5 juta (sekitar US$ 793
ribu) bagi pengembangan sumber daya manusia, mengundang 20 orang pelajar dan
100 orang pemuda Indonesia untuk berkunjung ke RRT pada tahun ini, dan
mengirimkan tenaga pengajar bahasa Mandarin.
Dalam
kunjungan ke Indonesia, Li Changchun didampingi beberapa pejabat negara RRT
diantaranya, Wakil Menteri Penerangan Komite Pusat PKT Luo Shugang, Menteri
Informasi Dewan Negara RRT Wang Chen, Menteri Kebudayaan RRT Cai Wu, Menteri
Administrasi, Radio, Film, dan TV RRT Cai Fuchao, Menteri Media dan Publikasi
RRT Liu Binjie, dan Dubes RRT untuk RI Liu Jianchao.
Dalam
sistim politik RRT, Komite Tetap Politbiro PKT merupakan organ politik
tertinggi yang beranggotakan 9 orang dan kerap disebut sebagai ‘9 naga’. Li
Changchung adalah salah satu dari ‘9 naga’ tersebut dan berada pada urutan
ke-5. Pada saat kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Beijing, 22-24 Maret 2012,
Li Changchun juga telah mengadakan pertemuan dengan Presiden RI. Kunjungan Li
Changchun ke Indonesia ini, selain dalam upaya mempererat hubungan dan
kerjasama kedua negara, juga merupakan tindaklanjut pertemuan di Beijing
sebelumnya.