Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

RI-RRT Dorong Kemitraan Budaya Dan Media

Jumat, 27 April 2012

[Jakarta, Jum’at, 24/04/12] - ‘Tak kenal maka tak sayang, dan melalui buku ini diharapkan rakyat Tiongkok dapat mengenal lebih jauh tentang Indonesia’, demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat memberikan buku-buku mengenai Indonesia kepada Li Changchun, anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden SBY di Istana Negara, Kamis (26/4) pukul 17.00 WIB. Sebaliknya, untuk lebih memperkenalkan negerinya, Li Changchun juga menyerahkan satu paket buku filsafat dan budaya Tiongkok kepada Presiden SBY. 

 

Tukar menukar cindera mata yang dilakukan pada akhir pertemuan antara Presiden SBY dan Li Changchun tersebut merupakan bagian dari serangkaian kunjungan kerja Li Changchun selama 3 hari ke Indonesia dan menandai secara simbolis komitmen bersama untuk memperkokoh hubungan RI-RRT melalui people-to-people contact, khususnya melalui seni, budaya dan media yang menjadi portofolio Li Changchung yang membawahi bidang informasi dan propaganda.

 

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, kedua pihak telah membahas mengenai berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama dalam kerangka kemitraan strategis, baik dalam konteks bilateral, regional maupun global.

 

Usai pertemuan, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dan Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia Imron Cotan menyampaikan inti-inti hasil pertemuan dimaksud dalam konperensi pers yang diadakan di Istana Negara, antara lain tentang saling kunjung para pemuda, beasiswa dan pelatihan pengajar bahasa Mandarin. Menutup konperensi pers tersebut, Duta Besar RI menekankan bahwa tanpa kerjasama di antara kedua negara terbesar di masing-masing kawasan mereka, tidak akan mungkin tercipta perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di wilayah Asia.

 

Pada hari yang sama, Li Changchun juga mengadakan pertemuan dengan Ketua DPR RI Marzuki Alie dan menyaksikan penandatangan 3 buah kesepakatan antar-negara yaitu: kerjasama penyiaran radio dan televisi, pengelolaan museum dan peningkatan kapasitas guru-guru bahasa Mandarin Indonesia serta penyediaan tenaga pengajar bahasa Mandarin dalam kaitan dengan pengembangan pusat bahasa di Indonesia and Peace Security Center (IPSC); dan 3 buah kesepakatan business-to-business yaitu: kerjasama antara Bank of China dengan Indonesia China Business Club, kerjasama pengembangan perkebunan kelapa sawit dan penelitian bersama pengembangan padi hibrida di Indonesia.

 

Baik pada saat pertemuan dengan Presiden RI SBY maupun dengan Ketua DPR RI Marzuki Alie, Li Changchun menyampaikan komitmen pemerintahnya untuk lebih lebih mendorong kerjasama budaya dan media seperti tercermin dari kesepakatan yang ditandatangani dalam kunjungan ini. Pemerintah RRT menjanjikan bantuan  bantuan sebesar RMB 5 juta (sekitar US$ 793 ribu) bagi pengembangan sumber daya manusia, mengundang 20 orang pelajar dan 100 orang pemuda Indonesia untuk berkunjung ke RRT pada tahun ini, dan mengirimkan tenaga pengajar bahasa Mandarin. 

 

Dalam kunjungan ke Indonesia, Li Changchun didampingi beberapa pejabat negara RRT diantaranya, Wakil Menteri Penerangan Komite Pusat PKT Luo Shugang, Menteri Informasi Dewan Negara RRT Wang Chen, Menteri Kebudayaan RRT Cai Wu, Menteri Administrasi, Radio, Film, dan TV RRT Cai Fuchao, Menteri Media dan Publikasi RRT Liu Binjie, dan Dubes RRT untuk RI Liu Jianchao.

 

Dalam sistim politik RRT, Komite Tetap Politbiro PKT merupakan organ politik tertinggi yang beranggotakan 9 orang dan kerap disebut sebagai ‘9 naga’. Li Changchung adalah salah satu dari ‘9 naga’ tersebut dan berada pada urutan ke-5. Pada saat kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Beijing, 22-24 Maret 2012, Li Changchun juga telah mengadakan pertemuan dengan Presiden RI. Kunjungan Li Changchun ke Indonesia ini, selain dalam upaya mempererat hubungan dan kerjasama kedua negara, juga merupakan tindaklanjut pertemuan di Beijing sebelumnya.  

 

 

 




September 2012

Pemilu 2014


visa_information


Lookwe Indonesia


Wonderful Indonesia


Apec 2013

running1static2
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan