Bandung Menerobos Pasar Thailand Melalui Festival Little Bandung

Senin, 21 Maret 2016

Pengunjung Siam Paragon, mall terbesar dan termewah di Thailand yang berlokasi di kota Bangkok, terpukau dengan  kreatifitas dan keindahan seni musik, seni tari, dan produk usaha kecil dan menengah Bandung . Hal tersebut tampak terlihat dalam Festival Little Bandung bertema Road to Thailand yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Bandung bekerjasama dengan KBRI Bangkok bertempat di mall tersebut pada tanggal 19-20 Maret 2016.

Festival Little Bandung  dihelat dengan tujuan mempromosikan Bandung sebagai tujuan wisata kepada masyarakat Thailand, khususnya Bangkok. "Bandung telah saatnya go internasional, terlebih Bandung saat ini mendapat julukan antara lain sebagai Kota Kreatifitas, Kota Kuliner, Kota Pendididikan, dan Kota Mode", demikian disampaikan Ibu Kania Dewi, Ketua Rombongan Kota Bandung, dalam sambutannya pada acara Pembukaan Fesitval.

Tak salah memang memilih Bangkok sebagai tempat  Festival Little Bandung  untuk masuk ke pasar yang lebih luas di Thailand. Thailand saat ini menjadi salah satu pasar yang paling dinamis  di kawasan ASEAN yang ramai dikunjungi wisatawan dan para pembeli untuk tujuan wisata alam, wisata kuliner, dan wisata belanja pakaian dan produk hasil industri kreatif lainnya.

Dalam sambutan Pembukaan Festival, Wakil Duta Besar RI untuk Thailand, Bebeb A.K.N Djundjunan menegaskan antara lain bahwa Festival Little Bandung merupakan salah satu bentuk dari Soft Power Diplomacy  guna meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Thailand. Ditambahkan, bahwa melaui Festival ini diharapkan dapat ditingkatkan people-to-people contact dalam pemahaman yang lebih luas yang mencakup aspek budaya, pendidikan, dan ekonomi.

Festival memang pantas mendapat perhatian. Dalam perhelatan tersebut  ditampilkan pertunjukan seni  musik yang tidak biasa. Musik Gamelan, Rampak Kendang, tari Jaipong, dan tari Topeng yang ditampilkan telah mendapat sentuhan improvisasi yang menunjolkan kreatifitas yang membuat takjub penonton. Maklum seluruh seniman musik gamelan dan tari adalah kaum muda berusia rata-rata 20-an yang memiliki latar belakang pendidikan seni tradisionil Sunda dari Perguruan Tinggi di kota Bandung. Selain itu, ikut meramaikan Group Angklung dari Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) yang membawakan tiga buah lagu Indonesia, Sunda, dan Barat.

Pada Festival tersebut  juga dipamerkan produk-produk usaha kecil dan menengah Bandung yang terdiri dari Batik khas Bandung, sepatu dan sandal kulit, kaos, jam tangan yang terbuat dari tulang Sapi dan kayu, serta aneka makanan snack khas Bandung.

"Festival semacam Little Bandung ini perlu diikuti oleh kota-kota Indonesia lainnya agar potensi daerah lebih terekspos ke dunia internasional", saran Bebeb A.K.N. Djunjunan.​

                                                                                                                                                Sumber: KBRI Bangkok

Festival.jpeg

IMG_9730-01.jpeg