Indonesia

?

Nama

:

Republik Indonesia

Bendera

:

Merah Putih

Lambang Negara

:

Garuda Pancasila

Motto

:

Bhineka Tunggal Ika

Ideologi Nasional

:

Pancasila

Lagu Kebangsaan

:

Indonesia Raya

Ibukota

:

Jakarta

Populasi

:

230.472.833 (Juni 2009)

Agama

:

Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha

Bahasa Nasional

:

 Indonesia

Mata Uang

:

Rupiah

Tanggal Kemerdekaan

:

17 Agustus

Pemimpin

:

Presiden Joko Widodo

Menteri Luar Negeri

:

Retno L.P. Marsudi

Legislatif

:

Majelis Permusyawaratan Rakyat

Partisipasi Internasional

:

ADB, APEC, ARF, ASEAN, BIS, CICA (pengamat), CP, D-8, EAS, FAO, G-11, G-15, G-20, G-77, IAEA, IBRD, ICAO, ICC, ICRM. , IDA, IDB, IFAD, IFC, IFRCS, IHO, ILO, IMF, IMO, IMSO, Interpol, IOC, IOM (pengamat), IPU, ISO, ITSO, ITU, ITUC, MIGA, MONUSCO, NAM, OKI, OPCW,. PIF (partner), PBB, UNAMID, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNIFIL, UNMIL, UNMIS, UNWTO, UPU, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, WTO.

 

PROFIL SINGKAT

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA

BANGKOK, THAILAND

 

Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Bangkok pertama kali didirikan pada tahun 1947 dengan nama Indonesian Office (INDOFF) yang pada waktu itu dipimpin oleh Izak Mahdi dengan stafnya antara lain; Abdullah Kamil dan R. Tamtomo.

 

Kantor INDOFF yang terletak di Pyapipat Lane, Jalan Silom, Bangkok, pada jaman revolusi dijadikan sebagai markas untuk kegiatan-kegiatan perjuangan Republik Indonesia. Adam Malik (mantan Wakil Presiden RI) bersama rekan-rekan pejuang lainnya, pernah berkumpul dan menginap di gedung tersebut.

 

Dengan mengambil tempat di gedung INDOFF, pada tanggal 27 Desember 1949, kurang lebih sekitar 1000 orang Indonesia yang berada di Thailand secara spontan menyambut Hari Penyerahan Kedaulatan Indonesia dari Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada tahun itu pula, status Perwakilan RI ditingkatkan menjadi Kedutaan. Dalam bulan Januari 1950, Kantor Kedutaan kemudian pindah ke jalan Silom no. 349, sementara pada tahun yang sama, Kuasa Usaha Izak Mahdi mendapat tugas untuk membuka Perwakilan Indonesia di Peking, China, sehingga tugas di Bangkok dipercayakan kepada Kuasa Usaha Malikuswari Muchtar Prabunegara sampai tahun 1952.

 

Sejak tahun 1952, Kantor Kedutaan Indonesia pindah ke tempat yang baru di 600 – 602 Petchburi Road, Bangkok (hingga saat ini). Pada tanggal 23 Pebruari 1952, pemerintah Indonesia secara resmi menempatkan Duta Besar RI pertama di Bangkok. Gedung Kedutaan, berikut rumah kediaman Kepala Perwakilan RI dibeli oleh pemerintah Indonesia dari Pangeran Chumpot Paribatra pada bulan Pebruari 1952, seharga 7 juta baht (sekitar US$ 350.000), sedangkan status tanahnya yang memiliki luas 22.724 meter persegi adalah tanah “erfpacht” untuk kurun waktu selama 75 tahun.

 

Pada tanggal 1 Januari 1956, status Perwakilan RI di Bangkok ditingkatkan menjadi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Pada tanggal 9 Januari 1962, Duta Besar Isman meresmikan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan sebagian kompleks KBRI, dengan gedung baru kantor KBRI yang pembangunannya selesai pada bulan September 1962. Selama berlangsungknya pembangunan gedung baru, kantor KBRI untuk sementara menyewa sebuah gedung yang terletak di jalan Phayathai no. 75, Bangkok. Gedung KBRI di Petchburi Road pada waktu itu merupakan satu-satunya gedung termodern jika dibandiingkan dengan gedung-gedung kantor perwakilan asing lainnya yang berada di Bangkok.

 

Dalam kompleks gedung KBRI, selain terdapat ruangan kerja bagi tiap-tiap fungsi, ruang rapat, ruang pertemuan, ruang kerja Kepala Perwakilan dan staf lainnya, juga terdapat Wisma Indonesia yang merupakan tempat kediaman Kepala Perwakilan yang dilengkapi dengan Guest House. Disamping itu, komplek KBRI juga dilengkapi dengan gedung olah raga, lapangan tenis, masjid As-Safier, kantin Dharma Wanita Persatuan, perpustakaan dan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB).