Indonesia terus mempererat kerja sama dengan Jerman dalam kerangka hubungan bilateral yang telah berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam konferensi pers bersama Kanselir Republik Federal Jerman, Angela Merkel di Istana Negara (10/7).
"Bentuk kerja sama diluncurkan dalam bentuk Deklarasi Jakarta," ujar Presiden SBY kepada pers. Kemitraan tersebut merupakan implementasi kerja sama komprehensif antara Indonesia dan Jerman.
“Kami mengapresiasi karena pihak Jerman meresponnya secara positif,” ujar Presiden SBY. Inti kerja sama tertuang dalam formula '5+3' yang mencakup berbagai bidang. Sektor yang menjadi prioritas kerja sama antara lain, ekonomi dan perdagangan, kesehatan, pendidikan, riset dan teknologi, serta pertahanan. Tiga aspek selanjutnya yang menjadi pokok kerja sama adalah pertanian, energi terbarukan, dan transportasi.
Terkait dengan kerja sama di sektor pertahanan, Indonesia dan Jerman sepakat untuk melakukan kemitraan dalam bentuk pedidikan pelatihan, saling kunjung, industri, produksi, investasi, riset teknologi, hingga pembelian. “Untuk aspek yang belum bisa Indonesia penuhi sendiri, maka kita akan bekerja sama dengan negara sahabat,” jelas Presiden SBY kepada pers.
Di bidang kerja sama ekonomi, Presiden SBY mengatakan bahwa lingkupnya amat luas. Bidang infrastruktur juga menjadi salah satu aspek yang tercakup di dalamnya.
Selain membahas pokok kemitraan yang menyeluruh, pimpinan kedua negara juga turut membahas situasi kawasan. Topik situasi global, Eropa, Asia Tenggara, dan Indonesia tak luput dari diskusi antara SBY dan Merkel.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden SBY juga menyatakan bahwa Indonesia bersama negara-negara sahabat berkomitmen tinggi untuk serius melindungi hutan.
Terdapat semangat kerja sama antar negara dalam rangka menghadapi perubahan iklim. Melalui upaya tersebut, Indonesia telah melakukan beberapa langkah, yakni pencegahan kebakaran hutan, pengurangan emisi karbon sebanyak 26% hingga 2020, moratorium penggunaan lahan gambut, menanam satu milyar pohon tiap tahun, hingga mengajak kerja sama dengan LSM lingkungan.
Sebelum melakukan konferensi pers bersama, Merkel juga telah menjalani berbagai kegiatan di Indonesia. Diskusi bilateral, pertemuan dunia usaha, dan menghadiri peringatan Early Warning Tsunami adalah tiga aktivitas yang sudah dilakukan Merkel. “Setelah ini, beliau akan mengunjungi Mahkamah Konstitusi dan bertemu dengan civil society,” tambah Presiden SBY.
Merkel berkunjung ke Jakarta untuk pertama kalinya dalam kapasitas sebagai Kanselir Republik Federal Jerman. Kunjungan balasan ini memenuhi undangan Presiden RI dan lawatan balasan Presiden SBY tahun 2009 (Dit Infomed/PLE/Nik).
Deklarasi Jakarta selengkapnya.