Jupiter Aerobatic Team (JAT) dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan tampil pada Sabtu, 30 Juni 2012 pukul 10.45 – 12.15 di Terminal Cargo Don Muang Airport untuk memeriahkan 100 tahun penerbangan Thailand. Acara yang diselenggarakan oleh Royal Thai Air Force (RTAF) akan menampilkan aksi berbagai jenis pesawat tempur seperti F5, F16, Gripen, PC-9, KT-1 dan beberapa jenis pesawat lainnya dari berbagai negara.
Acara 100 tahun penerbangan Thailand akan terbuka untuk umum pada Sabtu, 30 Juni 2012 dengan kegiatan berupa Exhibition (jam 09.00 – 16.00) dan Air Show (jam 10.00 – 15.10). Selain menampilkan Jupiter Aerobatic Team, TNI AU juga akan menampilkan band musik TNI AU pada hari yang sama pukul 11.00 – 12.10.
Pada hari sebelumnya, Jumat 29 Juni Komandan JAT dijadwalkan akan menyerahkan Flying Suite (baju terbang) sebagai tanda “Honorary Member of JAT” kepada Commande in Chief RTAF, ACM Itthaporn Subhawong, Duta Besar RI, Lutfi Rauf, serta Atase Udara RI Kol. Pnb. A. Joko Takarianto.
Hubungan Angkatan Udara Indonesia - Thailand
Hubungan bilateral antara TNI AU dengan RTAF telah berjalan lebih dari 30 tahun ditandai dengan Latihan Elang Thainesia yang ke-15 pada tahun 2011 di Udon Thani, Thailand. Latihan ini merupakan latihan bilateral pertama antara TNI AU - RTAF yang dilaksanakan secara bergantian setiap 2 tahun. Latihan bersama TNI AU - RTAF adalah pelopor latihan bilateral antar angkatan udara di ASEAN, yang kemudian diikuti oleh negara anggota ASEAN lainnya. Faktor kedekatan inilah yang mendorong JAT ikut memeriahkan peringatan 100 tahun penerbangan Thailand.
Sejarah Singkat Jupiter Aerobatic Team
JAT dibentuk tahun 1996 di saat Presiden Soeharto meresmikan tahun tersebut sebagai Tahun Bahari dan Dirgantara. Skuadron Pendidikan 103 - Latih Lanjut Sekolah Penerbang TNI AU (sekarang Skad 15 Lanud IWY) mendapat tugas untuk menampilkan pertunjukan aerobatik pesawat tempur pada kegiatan Pelangi Nusantara. Untuk tugas tersebut, tim aerobatik TNI AU yang dulu pernah ada "Spirit 85' diaktifkan kembali dengan menggunakan pesawat Hawk MK53 buatan Inggris. Sejak itu, tim ini telah tampil di berbagai kegiatan seperti Indonesian Airshow 1996 dan berbagai kegiatan penting di ibukota maupun di provinsi lainnya di Indonesia.
Pada tahun 1997, Komandan Skadik 103 saat itu Letkol. Pnb. B. Sulistyo merasa perlu mengganti nama tim aerobatik ini agar lebih mudah diingat yaitu dengan nama Jupiter Aerobatic Team. Karena JUPITER adalah merupakan CALL SIGN bagi para instruktur di Skadron Pendidikan 103.
Pada tahun 2001 atas prakarasa Komandan Lanud Iswahjudi saat itu (Alm. Marsda TNI (Pur) F Djoko Poerwoko), JAT mengalami perubahan nama menjadi JUPITER BLUE. Salah satu pertimbangan pergantian nama karena pada saat itu hanya ada 3 pesawat Hawk MK53 yang siap terbang. Tim kemudian tampil dengan tiga jenis pesawat berbeda yaitu: HAWK MK 53, HAWK 100 dan F16. JUPITER BLUE TNI AU kemudian tercatat sebagai tim aerobatik pertama di dunia yang menggunakan 3 jenis pesawat berbeda dalam penampilannya.
Beberapa tahun terakhir ini Tim Aerobatik TNI AU kembali kepada nama JUPITER AEROBATIC TEAM of the Indonesian Air Force dengan menggunakan pesawat KT-1 Wong Bee buatan Korea. TNI AU mempunyai 16 pesawat KT-1 di Skadron Pendidikan 102 Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto. Pesawat ini menjadi kekuatan Skadik 102 untuk melaksanakan pendidikan Latih Dasar bagi siswa sekolah penerbang TNI AU.
Penampilan JAT di Thailand merupakan penampilan pertama di luar negeri. Di tanah air, JAT telah banyak tampil pada acara acara kenegaraan seperti HUT TNI danTNI AU serta kegiatan penting lainnya di seluruh Indonesia. (ajt/sp)