Prosedur Impor Hewan

Karantina hewan memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan masuk, tersebar dan keluarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Fungsi ini dilaksanakan dengan berpegang pada PP Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan dengan memperhatikan berbagai faktor strategis yang dapat mempengaruhinya.

Berdasarkan Pasal 57 PP No 82 Tahun 2000, bahwa untuk memberikan kemudahan pelayanan dan kelancaran arus barang di tempat pemasukan dan atau pengeluaran, maka tindakan karantina dapat dilakukan di luar tempat pemasukan dan atau di luar tempat pengeluaran maupun di luar instalasi karantina, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip karantina hewan dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Tindakan karantina tersebut dapat diperhitungkan sebagai bagian dari proses pelaksanaan tindakan karantina di instalasi karantina, tempat pemasukan, atau tempat pengeluaran berdasarkan analisis risiko hama penyakit hewan karantina.  Selanjutnya dalam Pasal 58 PP No. 82 Tahun 2000, bahwa dalam hal pemasukan, pelaksanaan tindakan karantina dimaksud dapat dilakukan di negara, area, atau tempat asal, di negara atau area transit, di atas alat angkut media pembawa selama dalam perjalanan menuju ke tempat pemasukan atau area tujuan, dan atau di tempat tujuan. Pelaksanaan tindakan karantina ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan Menteri atau menurut persyaratan teknis yang ditetapkan.

Persyaratan teknis karantina hewan mengacu pada pedoman dan petunjuk lainnya yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian maupun Kepala Badan Karantina Pertanian. Standar internasional misalnya Terrestrial Animal Health Code 2014 dan Codex Allimentarius International Food Standard menjadi rujukan dalam pelaksanaan tindakan karantina. Di masa mendatang kebijakan berbasis scientific bases akan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan tindakan karantina. Manajemen resiko dalam sebuah analisa resiko pemasukan atau pengeluaran media pembawa (komoditi) karantina hewan harus di kedepankan (list media pembawa karantina hewan).

Prosedur karantina hewan secara detil dapat anda peroleh dalam bagan alur pelayanan karantina hewan. 

alur-pelayanan-impor.jpg

PERSYARATAN TEKNIS 

Bila anda akan memasukkan atau membawa keluar media pembawa (komoditi) karantina hewan ke wilayah Indonesia atau daerah lain di wilayah Indonesia, maka anda wajib mematuhi persyaratan dan prosedur karantina. Sesuai dengan Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (PDF), serta Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2000 (PDF) tentang Karantina Hewan, maka anda wajib memenuhi 4 hal sebagai persyaratan secara umum, yaitu:

1)    dilengkapi sertifikat kesehatan hewan atau sanitasi bagi produk hewan;

2)    dilengkapi surat keterangan asal dari tempat asalnya;

3)    melalui tempat-tempat pemasukan/pengeluaran yang telah ditetapkan (baca: pelabuhan/bandara);

4)    dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat pemasukan/pengeluaran (baca: pelabuhan/bandara).

Bila ingin mengetahui secara detil komponen biaya/tarif karantina, anda dapat membaca PP nomor 48 tahun 2012 (PDF, 127 kb) dan lampiran PP 48 tahun 2012.

Untuk informasi lebih lanjut dan mendetail silahkan klik disini