PENANDATANGANAN PERSETUJUAN KERJASAMA ANTARA KBRI BANDAR SERI BEGAWAN DENGAN KANTOR PENGACARA SANDHU & COMPANY

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari ini Selasa tanggal 11 Mei 2010 bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan telah ditandatangani kerjasama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia dengan Kantor Pengacara Sandhu & Company. Kontrak kerjasama tersebut ditandatangani oleh Bapak Handriyo Kusumo Priyo, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam dengan Tuan Daljit Singht Sandhu yang mewakili Kantor Pengacara Shandhu & Company.

 

Dengan kerjasama ini pihak Sandhu & Company akan memberikan nasehat hukum (Legal Advise) kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan berkenaan dengan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia maupun Tenaga Kerja Indonesia. Kerjasama ini merupakan  salah satu wujud nyata kepedulian Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk memberikan perlindungan kepada Warga Negara Indonesia di Brunei Darussalam.

 

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan sebagai wakil pemerintah RI di luar negeri mempunyai tanggung jawab terhadap semua permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Penanganan dan perlindungan WNI dikoordinasikan dibawah Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI. Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia Bandar Seri Begawan telah ditunjuk sebagai pilot project untuk pelayanan warga (Citizen Services) dan aktif melakukan perlindungan dan penanganan kasus TKI. Dalam kaitan ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas setiap hari selama 24 jam.

 

Berdasarkan catatan Kedutaan Besar Republik Indonesia, pada tahun 2009 terdapat sebanyak  603 kasus tenaga kerja yang telah diselesaikan yaitu sebanyak 423 dipulangkan dan 180 bekerja kembali baik kepada majikan lama maupun ditransfer kepada majikan baru. Sedangkan pada tahun yang sama, Kedutaan Besar Republik Indonesia telah menampung sebanyak 497 orang Warga Negara Indonesia yang mengalami masalah. Selain itu, KBRI juga sudah menyelesaikan kasus WNI yang terlibat tindak kriminal yaitu sebanyak 37 orang yang terdiri dari 31 laki-laki dan 6 wanita. Kedutaan Besar Republik Indonesia melakukan pendekatan dan kerjasama dengan pejabat Berakas Internatonal Airport dalam memberikan perlindungan terhadap WNI yang transit dan terlantar di bandara yang berjumlah 8 orang. Jumlah WNI yang meninggal dunia di Brunei adalah sebanyak 19 orang dan 18 diantaranya dipulangkan jenazahnya ke Indonesia sedangkan 1 orang dimakamkan di Brunei.

Pada tahun 2010 per Januari-Maret 2010, Kedutaan Besar Republik Indonesia telah menerima sebanyak 160 pengaduan. Dari jumlah tersebut sebanyak 127 kasus telah diselesaikan dan sebanyak 33 kasus masih dalam proses penyelesaian. Dalam periode yang sama sebanyak 117 TKW pernah ditampung sedangkan pada akhir Maret 2010 masih terdapat sebanyak 33 orang TKW tinggal di penampungan.