KUNJUNGAN KERJA WAKIL MENTERI PERTAHANAN RI KE BRUNEI DARUSSALAM, 24 – 25 MEI 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 24 – 25 Mei 2010, Wakil Menteri Pertahanan RI, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Brunei Darussalam. Maksud kunjungan untuk membalas kunjungan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Brunei Darussalam ke Indonesia pada bulan Maret 2010. Pada kesempatan itu, Wamenhan RI mengadakan pertemuan dengan Wamenhan Brunei Darussalam, Pehin Datu Singamanteri Kolonel (L) Dato Paduka Haji Awang Mohammad Yasmin bin Haji Umar, di Kementerian Pertahanan, Bandar Seri Begawan, pada tanggal 25 Mei 2010 pagi. Wamenhan Brunei Darussalam didampingi oleh Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (ABDB), Mayor Jenderal Haji Aminuddin Ihsan bin Pehin Orang Kaya Saiful Mulok Dato Seri Paduka Hj Abidin, Permanent Secretary I (setingkat Dirjen di Indonesia) Kementerian Pertahanan, Dato Paduka Haji Mustappa Haji Sirat, Permanent Secretary Kemhan, Dato Paduka Haji Abd. Majid Mangarshah. Wamenhan RI didampingi antara lain oleh Direktur Analisis Lingkungan Strategis Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Ir. Drs. Subekti, M.Sc., Direktur Teknologi Industri Pertahanan, Laksma TNI Sudi Haryono, dan Pejabat KBRI Bandar Seri Begawan.

 

Wamenhan Brunei Darussalam dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pengangkatan Letjen TNI Sjafrie Syamsuddin sebagai Wamenhan RI. Hubungan kerjasama bilateral Indonesia – Brunei Darussalam, khususnya di bidang pertahanan, telah terjalin baik dan kokoh, serta diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi di masa yang akan datang. Wamenhan RI dalam sambutan balasannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menhan, Wamenhan, Panglima ABDB beserta seluruh jajaran Kemhan dan ABDB atas sambutan yang hangat dan penerimaan yang sangat baik kepada Wamenhan RI dan rombongan. Adapun maksud kunjungan untuk mengoptimalkan hubungan kerjasama pertahanan kedua negara yang telah berjalan baik tersebut.

 

Pada pertemuan tersebut dipresentasikan pula organisasi Kemhan dan Angkatan Bersenjata Brunei Darussalam. Institut Latihan ABDB menyelenggarakan berbagai pelatihan, yakni Junior Staff Course (JSC) dua kali tiap tahunnya, yang tiga tahun terakhir diikuti pula oleh perwira siswa dari TNI. Kemhan Brunei Darussalam membawahi Sultan Haji Hassanal Bolkiah Institute of Strategic Studies (SHHBISS) yang secara reguler tiap tahunnya mengadakan Executive Development Programme (EDP) yang diikuti para peserta dari perwira militer dan pejabat sipil Pemerintah Brunei Darussalam dan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.

 

Selanjutnya dipresentasikan pengalaman Brunei Darussalam dalam International Monitoring Team (IMT) untuk proses perdamaian di Filipina Selatan sejak tahun 2004 hingga kini. Pembentukan IMT adalah dalam kerangka kerjasama Organisasi Konperensi Islam (OKI) dan merupakan wujud salah satu kesepakatan dalam General Agreement of the Cessation of Hostilities between the Government of the Republic of the Philippines and the Moro Islamic Liberation Front (MILF) yang ditandatangani bulan Oktober 2004.

 

Wamenhan RI berkesempatan mengunjungi Markas Resimen Pasukan Khas (RPK) di kota pelabuhan Muara (sekitar 30 kilometer dari Bandar Seri Begawan), menyaksikan peragaan penanganan aksi teroris oleh personil-personil RPK dan mendapatkan briefing mengenai RPK. Wamenhan RI juga mengunjungi fasilitas pemeliharaan kendaraan dan peralatan militer di Royal Brunei Technical Services Sdn. Bhd. (RBTS).

 

Wamenhan RI berkunjung pula ke Markas TLDB di kota Muara, dan mendapatkan briefing mengenai TLDB. Sebelum mengakhiri kunjungannya di Brunei Darussalam, Wamenhan RI mengunjungi Markas Batalyon 3 ABDB di Lumut (sekitar 100 kilometer dari ibukota Bandar Seri Begawan).