KUNJUNGAN KERJA DUBES RI KE DAERAH BELAIT, BRUNEI DARUSSALAM

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 24-25 April 2010, Dubes RI didampingi para pejabat home staff dan tim pelayanan kekonsuleran KBRI Bandar Seri Begawan melakukan kunjungan kerja ke Daerah Belait, Brunei Darussalam. Belait merupakan salah satu dari empat (4) daerah di Brunei Darussalam, yang terbesar dari luas wilayahnya dengan jumlah penduduk sebanyak 70.715 jiwa atau kedua terbesar dari seluruh jumlah penduduk Brunei Darussalam. Di daerah ini terdapat pula lebih dari 20 perusahaan asing terutama di bidang perminyakan dan gas.

 

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengadakan pertemuan dengan pejabat daerah setempat, pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang berada di daerah tersebut serta sekaligus memberikan pelayanan kekonsuleran dan ketenagakerjaan bagi para Warga Negara Indonesia dan Tenaga Kerja Indonesia.

 

Pertemuan dengan pejabat daerah setempat diadakan pada tanggal 24 April 2010 pukul 10.00 waktu setempat dan dilanjutkan dengan acara santap siang bersama. Dalam pertemuan tersebut Dubes RI didampingi para pejabat fungsi termasuk Athan dan Staf Teknis Ketenegakerjaan. Sedangkan pejabat daerah terdiri dari District Officer / DO, sebutan bagi kepala daerah Belait, Haji Jamain bin Momin, didampingi 14 pejabat terkait setempat, yaitu Ketua Lembaga Bandaran (serupa Walikota di Indonesia) Kuala Belait-Seria, Haji Yunos bin Haji Bolhassan, serta para pejabat Kantor Daerah, Kantor Perburuhan, Kantor Imigrasi termasuk pejabat dari Kepolisian Daerah Belait.

 

Hasil pertemuan dengan pejabat daerah Belait antara lain kedua pihak mencatat bahwa hubungan Indonesia dengan Brunei Darussalam terus meningkat yang tercermin dari peningkatan kunjungan pejabat dari kedua negara; kedua pihak sepakat untuk memelihara dan meningkatkan hubungan baik di semua bidang yang telah terjalin selama ini serta mencari peluang kerjasama baru yang memungkinkan kerjasama antara provinsi di Indonesia dengan daerah Belait seperti sister city, pertukaran pemuda (home stay), kerjasama UKM dan keagamaan; kedua pihak sepakat pula untuk menjajagi kemungkinan kerjasama di bidang kebudayaan, mengingat Pemda Belait termasuk aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang bernafaskan keagamaan.

 

Kedua pihak juga mencatat bahwa lebih dari 40.000 Tenaga Kerja Indonesia bekerja di Brunei Darussalam. Sebagian besar dari jumlah tersebut bekerja di daerah Belait baik sebagai tenaga kerja profesional yang bekerja di sektor perminyakan dan gas, maupun sebagai pekerja biasa seperti buruh, supir, dan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Kedua pihak juga mencatat bahwa Tenaga Kerja Indonesia telah banyak membantu pembangunan daerah Belait dan sebaliknya pemerintah dan penduduk setempat juga telah memberikan kesempatan kepada para Tenaga Kerja Indonesia untuk bekerja di daerah Belait.

 

Selain pertemuan dengan pejabat daerah Belait dan dengan warga masyarakat Indonesia di Belait, pada tanggal 24 April 2010 dari jam 14.00 s/d 18.00 dan tanggal 25 April 2010 jam 09.00 s/d 12.00, KBRI Bandar Seri Begawan melaksanakan kegiatan pelayanan kekonsuleran dan konsultasi ketenagakerjaan kepada warga masyarakat Indonesia di daerah Belait, yang meliputi pelayanan konsultasi, lapor diri, penerbitan surat keterangan dan legalisasi SIM Indonesia dari KBRI, serta penerbitan Paspor RI baru. Hasil kegiatan pelayanan kekonsuleran pada tanggal 24 – 25 April 2010 menunjukkan KBRI Bandar Seri Begawan mengeluarkan 31 buah Paspor RI, 10 dokumen legalisasi SIM dan surat keterangan, serta 67 warga negara Indonesia melaporkan diri