Brunei Darussalam

​​​
PROFIL NEGARA BRUNEI DARUSSALAM
INFORMASI DASAR

Nama Negara:
Negara Brunei Darussalam.

Bentuk Negara:
Kerajaan/kesultanan.

Ibukota:
Bandar Seri Begawan. 

Luas Wilayah:
5,765 km2, dengan garis pantai sepanjang 161 km menghadap Laut Cina Selatan dan Teluk Brunei.

Jumlah Penduduk:
Pada tahun 2013, total populasi tercatat 406.200 orang, terdiri dari 210.300 laki-laki dan 195.900 perempuan. Dalam populasi tersebut, warganegara Brunei berjumlah 291.800 orang, dan sisanya terdiri dari warganegara asing dengan 28.100 orang berstatus Permanent Residents dan 86.300 orang berstatus Temporary Residents (JPKE, 2014).

Struktur Usia:
Struktur usia terbagi atas beberapa kelompok, yaitu:
0 - 4                  :                  32.000 orang
5 - 19                :               102.600 orang
20 - 54             :                 229.600 orang
55 - 64             :                   26.500 orang
65 ke atas        :                  15.500 orang

Lagu Kebangsaan:
“Allah Peliharakan Sultan”

Agama:
Warga Brunei beragama Islam 67%, Kristen 10%, Budha 13% dan animisme serta aliran kepercayaan 10%, yang pada umumnya dianut non-Melayu. 

Bahasa:
Bahasa resmi adalah bahasa Melayu, namun bahasa Inggris masih dipergunakan secara luas di kalangan pemerintah, perusahaan dan sekolah.

Mata Uang:
Unit Mata Uang Resmi adalah ringgit Brunei, namun biasa disebut Dollar Brunei (B$), kurs US$.1 = B$.1,35,135 (posisi pada tanggal 28 Januari 2015). 
Nilai Dollar Brunei = Nilai Dolar Singapura (Parity Agreement 1 B$ = S$ 1). Kurs B$ 1 = Rp. 9.246,- (per 2015). 

Hari Kemerdekaan/Nasional:
Brunei Darussalam mempunyai 2 Hari Besar Nasional yaitu Hari Kebangsaan tanggal 23 Februari dan Hari Lahir Sultan Brunei Darussalam yang diperingati dengan sebutan Hari Keputeraan pada tanggal 15 Juli. 

Suku Bangsa/Etnis:
Terdiri terdiri dari 267.200 orang ras Melayu, 41.600 keturunan China dan 97.400 berlatar belakang suku Kedayan, Tutong, Belait, Bisaya, Dusun dan Murut, serta lainnya.​​

Sistem Pemerintahan:
Monarki absolut yang bersendikan ajaran Islam menurut golongan Ahli Sunnah Wal Jamaah

Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan:
Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.

Menteri Luar Negeri:
Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.

Duta Besar Brunei Darussalam untuk RI:
Yang Mulia Brig. Gen. Dato Seri Pahlawan Haji Yussof Bin Haji Abd Rahman

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam:
Nurul Qomar

Gross Domestic Product  (GDP):
Gross Domestic Product (GDP) Brunei Darussalam tumbuh sebesar 3,6 persen pada kuartal pertama tahun 2016. GDP terakhir diestimasi sebesar BND3.945,7 juta di tahun 2016, mengalami penurunan sebesar BND328,5 juta berbanding tahun 2015.(Sumber: JPKE, 2016).

Income Perkapita:
Income Perkapita pada tahun 2015 B$44.700,- sementara pada tahun 2014 sebesar B$.52.500,- (Sumber: JPKE, 2016).

Komoditas Ekspor Utama:
Pada periode bulan Agustus, Pemerintah Brunei Darussalam, telah mengekspor crude oil sebesar BND159,40 juta dan liquefied natural gas senilai BND227 juta. Minyak dan gas merupakan komoditi ekspor terbesar Brunei Darussalam mencapai 95 persen dari total ekspor. Ekspor lainnya yang besar adalah mineral fuel (BND386,40 juta), peralatan mesin dan transportasi (BND40,90 juta) dan chemicals (BND21,70 juta). Tujuan ekspor utama Brunei Darussalam adalah Jepang (43,8 persen), diikuti oleh Thailand (15,9 persen), India (15,8 persen) dan Taiwan (5,9 persen).

Komoditas Impor Utama:
Impor Brunei Darussalam di bulan Agustus mencapai BND318 juta atau 22,26 persen lebih besar dari bulan sebelumnya sebesar BND260,1 juta. Impor utama Brunei Darussalam adalah peralatan mesin dan transportasi senilai BND129,1 juta, barang manufaktur (BND46,6 juta) dan makanan (BND45,7 juta). Impor barang setengah jadi (intermediate goods) tercatat 58,1 persen dari nilai total impor, diikuti impor barang modal (capital goods) dan barang konsumsi (consumption goods) masing-masing 33,1 persen dan 8,8 persen. Lebih dari 20 persen produk impor berasal dari Malaysia, diikuti oleh Amerika Serikat (17,8 persen), Singapura (17,5 persen) dan China (10,6 persen). Neraca perdagangan Brunei Darussalam di bulan Agustus adalah BND142,3 juta. (Sumber: JPKE, 2016)


BENDERA & LAMBANG BRUNEI DARUSSALAM

Bendera Negara:
Berbentuk persegi panjang dengan warna dasar kuning dua garis sejajar, masing-masing berwarna putih di atas dan hitam di bawah, melintang dari sudut kiri atas ke arah sudut kanan bawah, dengan lambang negara berada di tengah-tengah bendera di atas kedua garis sejajar tersebut.

Lambang Negara:
Payung kerajaan dengan bendera berkibar di atas dan tengah-tengah payung, yang disebut payung “ubor-ubor”, sayap, dua tangan menengadah dengan bulan sabit merah di tengah-tengah, dengan tulisan berhuruf Arab yang berarti “Selalu Memberikan Pelayanan dengan Bimbingan Allah” (Always Render Service by God’s Guidance).


FALSAFAH BRUNEI DARUSSALAM

Falsafah Negara:
Melayu Islam Beraja (MIB), ditetapkan oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah sejak tahun 1984 sebagai pedoman hidup bangsa Brunei Darussalam, yang menekankan pengakuan bahwa akar budaya dan bahasa bangsa Brunei adalah Melayu, merujuk ajaran syari’ah Islam dalam interaksi antar warga negara Brunei, kehidupan berbangsa dan bernegara, serta sistem pemerintahan atau kenegaraan berupa kerajaan.


LETAK GEOGRAFI BRUNEI DARUSSALAM

Lokasi Geografis:
Berada pada posisi 114’04” dan 114’23” Bujur Timur serta 4’00” dan 5’05” Lintang Utara.Brunei Darussalam terletak di Barat Laut pantai Utara Kalimantan - 442 km di sebelah Utara equator (khatulistiwa).Wilayahnya berbatasan dengan Sarawak, Malaysia, kecuali di Utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan.Wilayah Brunei terpisah oleh wilayah Serawak, Malaysia, yaitu Limbang.

Wilayah:
Terbagi dalam 4 distrik (setingkat Propinsi) yaitu distrik Brunei-Muara, distrik Tutong, distrik Belait dan distrik Temburong.Tiap distrik dipimpin oleh Pegawai Daerah yang diangkat oleh Kementerian Dalam Negeri (setingkat Direktur di Kementerian), dan tidak dipilih oleh rakyat di distrik terkait. Seluruh kebijakan ditentukan oleh Pusat (dari atau melalui Kementerian Dalam Negeri).

Iklim:
Khatulistiwa, dengan suhu cenderung seragam (berkisar antara 28 – 32 derajat Celcius), dengan tingkat kelembaban 82%, dan hujan turun rata-rata 4.000 mm per tahun, sementara di Temburong dan daerah lainnya rata-rata 2.400 mm - 2.990 mm per tahun. 

Sumber Daya Alam:
Hampir 80% luas wilayah Brunei merupakan hutan tropis.Dari luas tersebut, hampir 70%-nya berupa hutan asli. Kebijakan Pemerintah Brunei Darussalam untuk menjaga ekosistem termasuk mengalokasikan   hampir 55% dari  luas  negara sebagai hutan lindung atau hutan cadangan. Kekayaan alam berupa minyak, gas alam, pasir silika, hutan dan sumber laut.Sejauh ini Brunei Darussalam baru mengekploitasi sumber migas.

Bandara/Airport:
Hanya terdapat satu bandar udara (bandara)/airport yaitu Brunei International Airport, Bandar Seri Begawan, dan tidak ada penerbangan domestik. 

Pelabuhan Laut:
Hanya terdapat satu pelabuhan laut yaitu Pelabuhan Muara, Bandar Seri Begawan.


EKONOMI BRUNEI DARUSSALAM


Gross Domestic Product  (GDP):
Gross Domestic Product (GDP) Brunei Darussalam tumbuh sebesar 3,6 persen pada kuartal pertama tahun 2016. GDP terakhir diestimasi sebesar BND3.945,7 juta di tahun 2016, mengalami penurunan sebesar BND328,5 juta berbanding tahun 2015.(Sumber: JPKE, 2016).

Komposisi GDP Persektor:
Data kuartal tahun 2016: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (15,1%), Minyak dan Gas (7,6%), Pertambangan (5,1%), Manufaktur (15,6%).

Income Perkapita:
Income Perkapita pada tahun 2015 B$44.700,- sementara pada tahun 2014 sebesar B$.52.500,- (Sumber: JPKE, 2016).

Neraca Perdagangan:
Neraca perdagangan luar negeri  dengan berbagai negara periode bulan Agustus 2016 sebesar BND$ 142.3 juta atau menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya tahun 2015 yang mencapai BND$ 286.7 juta. Ekspor Brunei Darussalam di sektor minyak dan gas mengalami penurunan tajam di bulan Agustus 2016 sebesar 31,10 persen senilai BND460,30 juta berbanding periode sebelumnya di bulan Juli sebesar BND677,90 juta. Selama kurun 2005-2016, rata-rata ekspor Brunei Darussalam sebesar BND1450,05 juta. Nilai ekspor sempat meningkat tajam pada September 2008 sebesar BND4137,32 juta dan menurun tajam di Agustus 2016 hanya BND460,30 juta.  Ekspor minyak dan gas mencapai BND$ 386.40 juta atau 18,23 persen lebih rendah dari ekspor di bulan Juli.

Komoditas Impor Utama:
Pada periode bulan Agustus, Pemerintah Brunei Darussalam, telah mengekspor crude oil sebesar BND159,40 juta dan liquefied natural gas senilai BND227 juta. Minyak dan gas merupakan komoditi ekspor terbesar Brunei Darussalam mencapai 95 persen dari total ekspor. Ekspor lainnya yang besar adalah mineral fuel (BND386,40 juta), peralatan mesin dan transportasi (BND40,90 juta) dan chemicals (BND21,70 juta). Tujuan ekspor utama Brunei Darussalam adalah Jepang (43,8 persen), diikuti oleh Thailand (15,9 persen), India (15,8 persen) dan Taiwan (5,9 persen).

Komoditas Impor Utama:
Impor Brunei Darussalam di bulan Agustus mencapai BND318 juta atau 22,26 persen lebih besar dari bulan sebelumnya sebesar BND260,1 juta. Impor utama Brunei Darussalam adalah peralatan mesin dan transportasi senilai BND129,1 juta, barang manufaktur (BND46,6 juta) dan makanan (BND45,7 juta). Impor barang setengah jadi (intermediate goods) tercatat 58,1 persen dari nilai total impor, diikuti impor barang modal (capital goods) dan barang konsumsi (consumption goods) masing-masing 33,1 persen dan 8,8 persen. Lebih dari 20 persen produk impor berasal dari Malaysia, diikuti oleh Amerika Serikat (17,8 persen), Singapura (17,5 persen) dan China (10,6 persen). Neraca perdagangan Brunei Darussalam di bulan Agustus adalah BND142,3 juta. (Sumber: JPKE, 2016)

Angkatan Kerja:
Pada tahun 2014 Angkatan Kerja (usia 15 tahun keatas) tercatat sebanyak 310.500. Angka pengangguran sebanyak 14.100 orang. (Sumber: JPKE, 2016).


PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL REPUBLIK INDONESIA DAN
NEGARA BRUNEI DARUSSALAM

Politik:
Hubungan diplomatik Indonesia-Brunei Darussalam dimulai pada 1 Januari 1984. Sejak saat itu, kerja sama bilateral kedua negara berjalan dengan sangat baik pada berbagai bidang dan tingkatan. Eratnya kerja sama di bidang politik telah menjadi landasan kuat bagi penguatan kerja sama di bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, serta ketenagakerjaan.

Dalam rangka memberikan wadah bagi komunikasi bilateral secara rutin, Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat membentuk forum Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) pada tahun 2003. Melalui forum ini, kedua negara dapat membahas berbagai isu bilateral, mengupayakan penyelesaian pending matters serta menyepakati arahan-arahan guna peningkatan hubungan bilateral di masa mendatang. Dalam perkembangannya, JCBC sempat terhenti pada 2003 dan mulai diaktifkan kembali pada tahun 2011. Hingga saat ini JCBC telah diselenggarakan tiga kali, terakhir di Bandar Seri Begawan pada tanggal 11 April 2013. 

Tahun 2015  ditandai dengan kunjungan  kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Brunei  pada tanggal 7-8 Februari 2015. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut  telah ditandatangani Memorandum of Understanding Kerjasama Bidang  Kesehatan dan Kerjasama antara KADIN kedua negara. Hubungan bilateral  juga diperkuat dengan kehadiran Sultan Hassanal Bolkiah  untuk memenuhi  undangan Presiden Joko Widodo  dalam  rangkaian Peringatan Konferensi Asia Afrika  dan New Asian – African Strategic Partnership (NAASP) pada bulan April  2015. 

Wakil Menludag, Dato Errywan, menghadiri Bali Democracy Forum ke -8 di Bali pada 10-11 Desember 2015. 

Untuk kerjasama  ASEAN, Indonesia dan Brunei Darussalam terus menjalin kerjasama erat, khususnya  dalam menyongsong  Komunitas ASEAN pasca 2015.

Ekonomi:

Di bidang ekonomi,  turunnya harga minyak dunia juga berpengaruh pada neraca perdagangan antara Indonesia dan Brunei Darussalam. Indonesia sempat mengalami surplus pada semester pertama 2015, namun kembali defisit hingga akhir 2015 karena nilai impor Indonesia terhadap Brunei meningkat pada semester kedua. Lesunya ekonomi global juga berimbas pada nilai perdagangan kedua negara yang menurun sebesar 360%. Penurunan total nilai perdagangan tersebut disebabkan oleh berkurangnya jumlah impor migas dari Brunei sebesar 476,8%. Sementara ekspor non migas Indonesia ke Brunei juga menurun sebesar 99%. (data JPKE, Januari 2016).

Produk UMKM Indonesia yang mempunyai prospek di pasaran Brunei Darussalam antara lain building material, perabot rumah tangga, handycraft, kertas/ATK, tekstil/garmen, komponen otomotif, sepatu, beras, susu & krim, tepung gandum & tepung halus, tembakau berproses, gula & madu, makanan & binatang hidup, minuman & tembakau, minyak & lemak binatang dan sayur-sayuran. Adapun pesaing bisnis Indonesia di pasar Brunei Darussalam adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China, India, dan Vietnam.

Adapun komoditi ekspor Indonesia adalah permesinan dan peralatan transportasi, barang-barang manufaktur, makanan & binatang hidup, bahan-bahan kimia, produk manufaktur lainnya, makanan/minuman kemasan & tembakau, minyak tumbuhan & binatang, dan bahan-bahan mentah. Sedang komoditi ekspor Brunei adalah minyak mentah, bahan-bahan kimia, crude materials, permesinan & peralatan transportasi, dan bahan mentah.

Pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo, 7-8 Februari 2015, kedua negara telah menandatngani MoU Kerjasama Bidang Kesehatan dan MoU Kerjasama antara KADIN kedua negara. Hal ini diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan/kerjasama bilateral di masa-masa mendatang.

Hambatan masuknya produk Indonesia ke Brunei antara lain karena belum adanya jejaring dan fasilitas dalam bentuk persetujuan perdagangan (trade agreement) termasuk pembahasan mengenai import regulations, belum adanya angkutan laut langsung antara kedua negara sehingga produk-produk Indonesia yang masuk melalui negara ketiga seperti Singapura dan Malaysia serta belum terdapat semacam consortium trade relations.

Di bidang investasi, sejauh ini terdapat 2 (dua) perusahaan Indonesia yang melakukaninvestasidi Brunei Darussalam, yaitu perusahaan/swasta murni jasa manufaktur “Besmindo”, yang memberikan pelayanan teknik sektor pertambangan dan perusahaan industri air minum "Sehat" yang dioperasikan perusahaan patungan Indonesia-Brunei Darussalam “Indonesia-Brunei Investment Cooperation(IBIC) Sdn. Bhd.”. Sedangkan investasi Brunei di Indonesia berupa Nusa Dua Beach Hotel, Balisenilai US$ 15 juta. Saat ini tengah dijajagi kemungkinan kerja sama investasi antara kedua negara di bidang pertanian (pupuk organik, benih padi, dan produk pertanian lainnya) dan kerja sama di bidang energi (pengeboran minyak/proyek seismik dan petrokimia).

Kerja sama di bidang investasi tampaknya belum akan mengalami kenaikan di masa yang akan datang. Sejauh ini, Brunei Darussalam memprioritaskan investasi di sektor portfolio, yang dianggap lebih menguntungkan karena tidak memerlukan banyak sumber daya manusia.

Hambatan lainnya adalah belum adanya perjanjian peningkatan dan perlindungan atas penanaman modal (Agreement on Promotion and Protection of Investment) antara kedua negara.

Data Perdagangan RI-Brunei Darussalam (Ribu US$)

Data Ekonomi Hub Bilateral.jpg
Sumber: BPS-Kemendag, 2016

Volume Investasi Brunei Darussalam Di Indonesia:
US$ 0,00 juta (Triwulan IV 2015)
US$ 0,63 juta (Triwulan I 2016)

Wisatawan Brunei ke Indonesia:
23.667 orang (2014)
23.309 orang (2013)
(Sumber: BPS, 2016)

Volume Perdagangan:
B$863,5 juta (2013) atau USD639,6 juta (2013)
B$944,4 juta (2014) atau USD699,5 juta (2014)
B$262,2 juta (2015) atau USD194,2 juta (2015)
(Sumber: JPKE, 2016)

Ekspor Indonesia ke Brunei Darussalam:
B$191,9 juta (2013) atau USD142,1 juta (2013)
B$132,2 juta (2014) atau USD97,9 juta (2014)
B$121.4 juta (2015) atau USD89,9 juta (2015)
(Sumber: JPKE, 2016)

Impor Indonesia dari Brunei Darussalam:
B$671,6 juta (2013) atau USD497,4 juta (2013)
B$812,2 juta (2014) atau USD601,6 juta (2014)
B$​140,8 juta (2015) atau USD104,2 juta (2015)
(Sumber: JPKE, 2016)

Volume Investasi Brunei Darussalam Di Indonesia:
US$ 1,2 juta (2013)
- (2012)
US$ 11,8 juta (2011)

Wisatawan Brunei ke Indonesia:
23.667 orang (2014)
23.309 orang (2013)
(Sumber: BPS, 2016)

Pertanian dan Energi
Kementerian Pertanian (Kemtan) akan menjajagi kerja sama pengiriman tenaga ahli petanian dan alat-alat mesin pertanian dengan Brunei Darussalam. Terkait dengan swasembada sapi 2014, Kemtan juga akan menjajagi kemungkinan kerja sama dengan Brunei Darussalam dalam hal investasi livestock. Brunei Darussalam juga berminat untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam bidang pupuk organik untuk lahan gambut serta kerja sama di bidang sawmill, beras dan perkebunan.

Di bidang energi, kedua negara tengah melakukan kegiatan eksplorasi migas di kawasan ladang minyak Blok M, Seria, Kuala Belait, yang dikerjakan oleh para tenaga kerja Indonesia dan sedang dijajaki kerja sama peningkatan kapasitas SDM di bidang energi. 

Isu Pending
1.MoU Kelautan dan Perikanan
2.MoU Pelayaran dan Pelabuhan 


Konsuler dan Ketenagakerjaan:
Warga Negara Indonesia yang berada di Negara Brunei Darussalam terhitung sampai dengan awal April 2016 berjumlah 76.691 orang (sumber: data lapor diri KBRI Bandar Seri Begawan). 

​Sementara itu, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Brunei Darussalam berjumlah sekitar 33.552 (sumber: data Jabatan Buruh tahun 2015). Hubungan Indonesia – Brunei Darussalam di bidang kekonsuleran umumnya berjalan harmonis dan pemenuhan permintaan/pertukaran informasi dengan instansi terkait di Brunei berjalan dengan lancar. 

Indonesia dan Negara Brunei Darussalam telah menandatangani perjanjian Consular Notification dan Consular Assistance (MCN) yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI dan Menludag Brunei Darussalam tanggal 18 Juli 2011. MCN merupakan salah satu instrumen penting dalam rangka perlindungan WNI. Hal terpenting dari isi perjanjian tersebut adalah negara setempat wajib memberitahukan kepada kantor Perwakilan sesegera mungkin jika terdapat warga negaranya yang menghadapi kasus hukum, dan juga memberikan akses kekonsuleran untuk bertemu dengan warga negara yang sedang menghadapi kasus tersebut. Sebagai implementasi pelaksanaan MCN dan sesuai mandat perjanjian, kedua belah pihak sepakati untuk melakukan pertemuan rutin setiap tahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan untuk membahas hubungan kekonsuleran kedua negara. Implementasi MCN pada prinsipnya telah berjalan dengan baik, walaupun dirasakan perlu adanya peningkatan dalam pelaksanaannya. 

The 1st JWG on Consular Matters diselenggarakan di Brunei Darussalam bulan Juni 2014, the 2nd JWG on Consular Matters diselenggarakan di Indonesia bulan November 2015, dan  the 3rd JWG on Consular Matters direncanakan akan diselenggarakan tahun 2016 di Brunei Darussalam. 

Indonesia dan Negara Brunei Darussalam melalui Joint Working Groups on Labour Matters juga tengah membahas beberapa kesepakatan yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai ketenagakerjaan (JWG on Labour Matters). Pertemuan the 1st JWG on Labour Matters diadakan di Brunei Darussalam bulan Agustus 2013, the 2nd JWG on Labour Matters diselenggarakan di Indonesia bulan November 2015. Pertemuan the 3rd JWG on Labour Matters sebagai kelanjutan dari pertemuan pembahasan mengenai ketenagakerjaan sebelumnya menurut rencana akan diadakan di Brunei Darussalam pada tahun 2016 dan saat ini tengah menunggu konfirmasi dari pihak Brunei Darussalam.

Penandatanganan MoU mengenai ketenagakerjaan antara Indonesia dan Negara Brunei Darussalam diharapkan dapat terlaksana pada tahun 2016 ini.   

data statistik1.jpg

Sosial dan Budaya:
Hubungan bilateral RI – NBD dalam bidang sosial budaya berjalan dengan baik, tercermin dari saling kunjung antar pejabat RI – NBD, diantaranya 
Kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah ke Universiti Brunei Darussalam, pada bulan Desember 2015.
Kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, KH Hasyim Muzadi ke Mufti Kerajaan Brunei dan Menteri Hal Ehwal Ugama Brunei, pada bulan Oktober 2015. 
Kunjungan balasan Menteri Hal Ehwal Ugama Brunei dalam rangka The Fourth International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Malang pada tanggal 23 – 25 November 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerjasama dengan Kementerian Agama RI, UIN Malang dan Sekretariat Jenderal ICIS. 
Kunjungan Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) 2015 ke Mufti Kerajaan Brunei; Kementerian Hal Ehwal Ugama cq Jabatan Haji sebagai pengelola urusan Haji; dan Darussalam Holdings, pada tanggal 24 – 27 November.

Sosial Kemasyarakatan
Hubungan kerjasama Indonesia-Brunei terjalin pula di jalur non-pemerintah, dengan berdirinya Brunei Darussalam-Indonesia Friendship Association atau disingkat BRUDIFA, pada tanggal 6 Januari 2009. Sebagai pendiri, Pengiran Dato Paduka Haji Jaludin bin Haji Mohd. Limbang, mantan Duta Besar pertama Brunei Darussalam untuk Indonesia (periode tahun 1984-1986), terpilih sebagai ketua pertama BRUDIFA dan Duta Besar RI di Bandar Seri Begawan secara ex-officio sebagi pelindung organisasi BRUDIFA. BRUDIFA di launching kepada publik pada tanggal 24 Maret 2009 di Bandar Seri Begawan.

Sebagai wadah berhimpun masyarakat Indonesia di Brunei, terdapat Persatuan Masyarakat Indonesia atau disingkat PERMAI, sejak tanggal 20 Nopember 1988 dengan nama sebelumnya ”Kerabat Nusantara” atau dikenal dengan singkatan “KN”. PERMAI terdaftar sebagai badan hukum di Brunei pada tanggal 1 Juni 2006.

Pendidikan:
Hubungan bilateral RI – NBD dalam bidang pendidikan berjalan dengan baik, diantaranya melalui kerjasama pendidikan, diantaranya kunjungan antar universitas/perguruan tinggi dan penandatanganan kerjasama antar Universitas/Perguruan Tinggi.
​​Kunjungan Universitas di Indonesia.jpg
Kunjungan Universitas di Indonesia ke Universitas di Brunei Darussalam periode 2015-2016

MoA Univ Ind dgn Brunei.jpg
Kesepakatan (Memorandum of Agreement) antara Universitas di Indonesia dengan Universitas di Brunei Darussalam
periode 2015-2016

Selain kerjasama bilateral antara RI – NBD, peningkatan kerjasama pendidikan di kawasan juga terjadi, seperti ditandatanganinya kerjasama Borneo Studies Network yang beranggotakan Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universiti Malaysia Sarawak, Universiti Malaysia Sabah, Universitas Mulawarman (Samarinda), Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin), Universitas Balikpapan, and Universitas Tanjungpura, Institut Dayakologi, Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung dan Mata Enggang Institut (Pontianak).

Beasiswa dan Pertukaran Pelajar:
Beasiswa:
Terdapat beasiswa bagi pelajar/pemuda Brunei Darussalam yang berminat belajar di Indonesia, antara lain beasiswa Program Pasca Sarjana Kemitraan Negara Berkembang, Dharmasiswa RI, dan Program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI).

Sebaliknya, Pemerintah NBD menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi Brunei Darussalam pada jenjang diploma, sarjana, pascasarjana dan doktoral.Pendaftaran umumnya dibuka setiap tahun pada bulan Desember.Seleksi dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam, melalui Kedutaan Brunei di negara-negara sahabat.

Pertukaran Pelajar:
Dalam bidang kerjasama pertukaran pelajar, pada tahun 2015 tercatat sebanyak 63 mahasiswa Brunei yang sedang melakukan studi di Indonesa. Sejumlah program yang diikuti antara lain, program community outreach dan Discovery Year dari Universiti Brunei Darussalam (UBD), program pengajian luar dari Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan, serta program pertukaran pelajar ASEAN University Network (AUN) dari Institut Teknologi Brunei dan Universiti Brunei Darussalam. Adapun universitas/perguruan tinggi di Indonesia yang dituju adalah Universitas Pekalongan, UIN Alaudin Makassar, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia.

Olah Raga:
Hubungan dibidang kepemudaan dan olahraga pada tahun 2015 berjalan dengan baik, ditandai dengan saling kunjung klub motor besar, kendaraan 4WD serta pemuda dan atlet Indonesia ke Brunei Darussalam dan sebaliknya, diantaranya:
Partisipasi delegasi dayung Kabupaten Sambas dalam mengikuti kejuaraan Regata 2015 pada tanggal 1 Maret 2015. 
Partisipasi Indonesia dalam kejuaraan tenis Junior ITF 2015 ke-51 pada tanggal 6-14 Maret 2015. 
Partisipasi kontingen Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam acara Sukan Muhibah Kesehatan Borneo 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam pada tanggal 28-29 Maret 2015. 
Partisipasi dari atlet pelajar Indonesia untuk bertanding dalam ASEAN School Games 2015 pada tanggal 21-29 November 2015, di mana Indonesia berhasil menjadi juara umum. 
Partisipasi klub motor besar Indonesia dalam ekspedisi Brotherhood Borneo Ride, Kuching International Bike Week dan Persatuan Motorsikal Darussalam (PEMODA) ke Kalimantan Barat dalam untuk turut serta dalam the 16thBorneo Island International Big Bike Festival (BIIBF) 2015.

Pertahanan dan Keamanan:
Di bidang pertahanan, angkatan bersenjata kedua negara telah secara berkala melakukan latihan bersama, pimpinan angkatan bersenjata saling melakukan kunjungan, dan saling mengirimkan personel untuk mengikuti kursus atau pelatihan militer.

Dalam beberapa tahun terakhir, perwira-perwira menengah TNI ikut serta dalam kursus pengembangan kepemimpinan nasional ”Executive Development Programme” (EDP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Brunei. Seorang perwira menengah lainnya berpartisipasi dalam Staff and Comand College angkatan pertama yang diselenggarakan oleh Angkatan Bersenjata Diraja Brunei (ABDB).Sementara itu, perwira pertama TNI telah mengikuti Junior Staff Course (JSC) yang diselenggarakan oleh Institut Latihan ABDB sejak tahun 2007.

Sementara itu, perwira-perwira ABDB telah mengikuti pula pendidikan dan latihan militer di Indonesia, antara lain dengan berpartisipasi dalam pendidikan reguler Sesko TNI AD dan pendidikan militer reguler lainnya di Indonesia.

​​​
Bandar Seri Begawan,   November 2016
Fungsi Penerangan Sosial Budaya
KBRI BSB

​​