Memperkuat Hubungan Indonesia-Azerbaijan melalui Pusat Studi Indonesia di Baku

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Keberadaan Pusat Studi Indonesia di Baku diharapkan dapat menjadi sarana yang bermanfaat untuk semakin meningkatkan hubungan kerja sama dan persahabatan khususnya melalui people-to-people contact antara Azerbaijan dan Indonesia. Harapan ini disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Prayono Atiyanto dan Dekan Jurusan Studi Kawasan dan Hubungan Internasional Azerbaijan University of Languages, Dr. Majid Aliyev pada kesempatan pertemuan perkenalan antara Duta Besar RI dengan staf pengajar dan mahasiswa Pusat Studi Indonesia pada tanggal 10 Maret 2012.

Jurusan Bahasa Indonesia dibuka di Azerbaijan University of Languages di Baku tahun 2007 yang kemudian dikembangkan menjadi Pusat Studi Indonesia pada tahun 2010. Pusat Studi Indonesia telah meluluskan 10 orang sarjana (S1). Saat ini terdapat 30 orang mahasiswa yang belajar di Pusat Studi Indonesia.

Direktur Pusat Studi Indonesia, Laura Zarbaliyeva menyatakan bahwa Pusat Studi Indonesia sangat memerlukan buku-buku dan bahan-bahan pengetahuan mengenai Indonesia. Buku-buku yang dimiliki Pusat Studi Indonesia saat ini hanya berjumlah 200 buah (dalam Bahasa Indonesia atau Inggris), yang 150 buku diantaranya adalah sumbangan dari KUAI RI Baku yang disampaikan pada acara peringatan HUT RI ke 66 yang lalu. Jumlah ini tentunya masih jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Azerbaijan yang ingin mengetahui tentang Indonesia. Laura Zarbaliyeva mengharapkan Pemerintah Indonesia khususnya pihak-pihak yang terkait dapat mengupayakan bantuan buku mengenai Indonesia bagi Pusat Studi Indonesia di Baku.

Duta Besar RI menggunakan kesempatan ini untuk juga menyerahkan beberapa buku referensi mengenai Indonesia dan buku-buku yang disumbangkan oleh Mahkamah Konstitusi RI.