Hubungan Bilateral RI-Azerbaijan

​Nama Negara: Republik Azerbaijan  (Azerbaijani: Azərbaycan Respublikası)

Ibu Kota: Baku

Sistem Politik: Presidensial Partai Tunggal-Dominan

Kepala Negara: Presiden Ilham Heydar oğlu Aliyev sejak 31 Oktober 2003

Kepala Pemerintahan: Perdana Menteri Artur Tahir oğlu Rasizadeh, sejak 4 November 2003

Ketua Parlemen / Milli Majlis (Azerbaijani: Milli Məclis): Ogtay Sabir Assadov, sejak 2 Desember 2005

Menteri Luar Negeri: Elmar Mammadyarov Maharram oğlu, sejak 7 April 2004

Pembukaan Kedutaan Besar: Kedudukan di Jakarta. (Rangkapan : Singapura, Filipina, dan Timor Leste) tanggal 12 Februari 2006

Duta Besar Azerbaijan: Qarayev Tamerlan Yelmar oğlu, sejak 28 Oktober 2011

Pembukaan KBRI di Baku (Tanpa rangkapan lainnya): 2 Desember 2010

Duta Besar RI: Husnan Bey Fananie sejak Januari 2016

Hubungan Diplomatik: 24 September 1992

Bahasa Resmi: Azeri

Hari Nasional: 28 Mei 1918 (Hari Pendirian Republik Demokratik Azerbaijan)

Agama: Muslim 95% (Syi’ah : 85% dan Sunni : 15%)  5% agama minoritas : Yahudi, Baha’i, Hare-Krishna, dan Kristen dalam denominasi Kristen-Rusia, Georgian-Orthodox, Armenian-Apostolic, Lutheran, Baptis, Molokan, , Saksi Yehovah, Gereja Nehemiah, Bintang Gereja Timur, dan Katedral Gereja Terpuji

Luas Wilayah: 86,600 km2 = 33,436 sq mi

Populasi: 9,356,500 (Bank Dunia – 2012)

GDP: US$ 73,97 Milyar (Komite Statistik Azerbaijan – 2013)

GDP per Kapita: US$ 7.912 (Komite Statistik Azerbaijan – 2013)

Pertumbuhan Ekonomi: 6% (Komite Statistik Azerbaijan – 2013)

Pertumbuhan GDP: 2% (2012); 0% (2011); 5% (2010); 9% (2009); 11% (2008) (Sumber:Bank Dunia)

Komoditas Ekspor Utama: Migas dan produk energi, mesin/peralatan perminyakan, ferrous and nonferrous metals, biji besi, semen, produk kimia dan petrokimia, kapas, pupuk mineral, tekstil, produk makanan, permesinan, kendaraan bermotor

Komoditas Impor Utama: Mesin dan peralatannya, produk berbasis minyak, bahan-bahan kimia, bahan makanan, ferrous and nonferrous metals

Komoditas Impor dari Indonesia: Makanan kemasan, alat-alat rumah tangga, tekstil dan produk tekstil, alat-alat olahraga serta barang kerajinan


HUBUNGAN BILATERAL RI-Azerbaijan

-Politik

-Indonesia mengakui kedaulatan Republik Azerbaijan pada tanggal 28 Desember 1991 dan membuka hubungan diplomatik tanggal 24 September 1992 melalui penandatanganan Komunike Bersama di Moskow.

-Pemerintah Azerbaijan membuka Kedutaan Besar di Jakarta pada 12 Februari 2006, sementara Indonesia membuka KBRI di Baku pada 2 Desember 2010.

-Mekanisme bilateral: Forum Konsultasi Bilateral / FKB (isu politik); dan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral / Sidang Komisi Bersama (SKB untuk isu ekonomi dan sosial budaya).

-Sejauh ini RI-Azerbaijan telah memiliki 5 (lima) dokumen kerjasama yaitu

 (1) Pembukaan Hubungan Diplomatik RI-Azerbaijan;

(2) Kerjasama dan Konsultasi antar Kementerian Luar Negeri;

 (3) Kerjasama antara Kantor Berita;

(4) Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas;

(5) serta Kerjasama Ekonomi dan Teknik (KSET).

-Presiden Azerbaijan, YM. Ilham Aliyev, telah berhasil memenangkan kembali Pemilu Presiden 9 Oktober 2013. Direncanakan Presiden Aliyev akan mengadakan Kunjungan Kenegaraan pada kisaran kwartal pertama tahun 2014 (menunggu konfirmasi dari Kepala Protokol Negara RI). Deputi Menlu Azerbaijan, Mr. Khalaf Khalafov, akan mendahului dengan Kunjungan Kerja ke Indonesia pada sekitar Januari – Februari 2014.

-Ekonomi

-Total perdagangan Tahun 2012 sebesar US$ 1,24 milyar, turun dari US$ 1,76 milyar (2011), sementara untuk periode Januari – November, total perdagangan di tahun 2012 sebesar U$ 1.13 milyar dan tahun 2013 sebesar U$ 1.63 milyar dimana defisit akibat impor migas Indonesia mencapai –U$1,62 milyar (dan sisanya dari non-migas).

-Neraca perdagangan kedua negara masih didominasi sektor migas, dan belum mencerminkan potensi riil yang dimiliki, baik disebabkan oleh perdagangan selama ini masih melalui negara ketiga sehubungan tidak adanya jalur laut/udara langsung, ataupun kurangnya penetrasi pasar oleh industri manufaktur Indonesia.

-Disamping itu, pengusaha kedua negara belum mengenal produk-produk perdagangan unggulan dari masing-masing negara.

-Diantara Komoditas potensial Indonesia untuk memasuki pasar Azerbaijan adalah makanan kemasan, alat-alat rumah tangga, tekstil dan produk tekstil, alat-alat olahraga serta barang kerajinan.

-Potensi kerjasama yang dapat digarap antara Indonesia dengan Azerbaijan adalah di bidang minyak dan gas mengingat Azerbaijan kaya akan kedua sumber daya alam tersebut.

-Saat ini kedua negara tengah mengkonsolidasikan finalisasi naskah P4M, dan belum terdapat perjanjian perdagangan bilateral. Sampai saat ini belum tercatat adanya investasi dari dan ke kedua negara.

-Indonesia perlu mendorong kerjasama bilateral sektor energi khususnya berbasis migas. Model kerjasama terbaik adalah dengan memastikan government-to-government long term purchase / contract.

-Sosial Budaya

-Pada tanggal 29 Juni 2010, Dubes RI untuk Iran merangkap Azerbaijan meresmikan Pusat Studi Indonesia / PSI (Indonesian Studies) di Azerbaijan University of Languages, Baku. Kedubes Azerbaijan juga telah membuka “Azerbaijan Corner” di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, di Jakarta.

-Tahun 2012, PSI meluluskan 10 sarjana, dan total sarjana Bahasa Indonesia sampai dengan saat ini berjumlah 19 orang. PSI mengharapkan dukungan dan bantuan Pemri untuk dapat menyediakan beasiswa bagi beberapa lulusan PSI yang berprestasi sehingga dapat melanjutkan pendidikan magister di Indonesia, serta bantuan pengadaan buku referensi mengenai Indonesia.

-Sejak 2003, Kemlu RI telah memberikan Beasiswa Seni dan Budaya -Indonesia (BSBI) kepada peserta dari 46 negara termasuk Azerbaijan.

-Selain itu, Pemri (Cq. Kemdikbud) menawarkan beasiswa pendidikan di berbagai perguruan tinggi Indonesia melalui program tahunan Dharmasiswa.

-Pada tahun 2009 untuk pertama kalinya Azerbaijan juga menawarkan beasiswa untuk program Master of Arts in Diplomacy and International Affairs (MADIA) bagi diplomat muda Indonesia di Azerbaijan Diplomatic Academ. Sementara Pusdiklat Kemlu menawarkan beasiswa untuk diplomat tingkat Madya Azerbajian

-Sejak tahun 2011, kedua negara juga tengah menggarap rencana kerjasama bidang pendidikan.

-Indonesia dan Azerbaijan telah memiliki dokumen kerja sama Pembebasan Visa bagi pemegang paspor diplomatic dan dinas yang telah berlaku efektif sejak akhir tahun 2009.

-Arus Wisatawan Azerbaijan yang berkunjung ke Indonesia terus mengalami lonjakan yang berarti. Destinasi utama adalah kawasan wisata laut, seperti Bali. Wisman asal Azerbaijan berkunjung ke Indonesia karena menikmati wisata bahari. Guna meningkatkan people-to-people contacts.Sangat disarankan agar kedua pemerintah mendorong kerjasama antarmaskapai penerbangan nasional.

(Sumber: Kemlu RI)