Khutbah Idul Fitri 5 Bekal Ramadhan menghadapi situasi krisis Yunani

​​Dalam rangka hari raya Idul Fitri 1436 H, pada tanggal 17 Juli 2015 di Wisma Duta KBRI Athena diselenggarakan kegiatan sholat Idul Fitri dan halal bi halal (open house) yang diikuti oleh 300 masyarakat muslim Indonesia di Athena dan sekitarnya.

 
Sholat Idul Fitri dipimpin oleh ustadz Muhammad Hatta dari PKPU Indonesia yang menjadi imam sholat dan khatib Idul Fitri. Khatib menyampaikan 5 bekal Ramadhan dalam menghadapi krisis ekonomi di Yunani. Pertama, sabar dalam menghadapi situasi sulit dan bergaya hidup hemat bersahaja. Kedua, tetap semangat kerja keras dan disiplin untuk mendatangkan peluang kebaikan di dunia dan mengugurkan dosa. Ketiga, tetap optimis walau dengan kondisi ekonomi sulit dan tawakal agar diberikan kemudahan dalam usaha. Keempat, kebersamaan yang terbentuk melalui silaturahmi buka puasa bersama dan perasaan senasib sepenanggungan serta berbagi dengan sesama akan memudahkan kita menghadapi situasi sulit ini. Terakhir atau kelima, meningkatkan ketaqwaan dan keimanan menjauhi maksiat akan membuka pintu rezki.
 
Selesai sholat dan khutbah Idul Fitri, Duta Besar mengadakan acara halal bi halal open house dengan keluarga besar KBRI Athena, masyarakat Indonesia di Athena dan sekitarnya, diaspora Indonesia dan friends of Indonesia dengan menikmati sajian makanan khas lebaran Idul Fitri.
 
Dalam rangka pembinaan masyarakat Indonesia di Yunani, KBRI Athena bekerja sama dengan IKKIY (Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia di Yunani) dan PKPU Indonesia menghadirkan ustadz untuk mengisi kegiatan selama bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yaitu buka puasa bersama yang diisi dengan ceramah Ramadhan dan sholat taraweh di Wisma Duta pada hari minggu pertama Ramadhan dan di KBRI pada hari Minggu berikutnya.
 
Masyarakat Indonesia menyambut baik kehadiran ustadz dari PKPU Indonesia yang terlihat dari tingginya kehadiran masyarakat pada acara Ramadhan di Wisma Duta dan di KBRI. Secara mandiri masyarakat juga menyelenggarakan pengajian di kediaman beberapa anggota masyarakat secara bergilir.