Karnaval ala INDONESIA Semarakkan Carnival of the World 2013 di Yunani

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Ribuan masyarakat kota Volos dan sekitarnya menyambut dengan antusias parade tim Indonesia pada perayaan Carnival of the World 2013 di kota Volos, Yunani pada tanggal 17 Maret 2013. Tim Indonesia sebagai Guest of Honor Country pada Carnival of the World ketiga ini tampil maksimal dengan menurunkan 54 orang peserta parade beranggotakan para home staff dan pegawai setempat KBRI Athena dan keluarga, beserta anggota masyarakat Indonesia dari Athena.


Parade tim Indonesia yang berada di urutan ketiga terbagi atas tiga grup. Rombongan pertama terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak mengenakan baju daerah dari Sabang sampai Merauke yang berjalan sambil membawa bendera kecil merah putih. Baju tradisional Indonesia yang beragam dan berwarna warni menjadi pusat perhatian para pengunjung karena tampil berbeda dengan pakaian peserta karnaval lain.


Menyusul sebagai rombongan kedua adalah empat orang pembawa ogoh-ogoh yang memakai pakaian dan ikat kepala Bali. Ogoh-ogoh “made in” KBRI Athena yang berbentuk patung Garuda Wisnu berhasil mencuri perhatian para pengunjung di sepanjang rute parade. Dengan tinggi patung yang mencapai 3 m ketika diarak, patung Garuda Wisnu yang dicat berwarna-warni tampak menjulang dan terlihat dari berbagai arah di tengah-tengah ramainya lautan manusia yang ingin memeriahkan perayaan tahunan karnaval di kota Volos.


Sebagai penutup rombongan adalah tim musik dan tari. Para pemusik memainkan instrumen kendang, gong dan kenong dengan irama yang disesuaikan dengan tarian Jaranan yang dibawakan oleh empat orang penari berpakaian lengkap dengan jaran kepangnya. Tarian Jaranan yang energik mendapatkan sambutan meriah sepanjang 2 km rute parade yang melalui jalan-jalan di tengah kota dan sepanjang pantai di kota Volos.


Sebagai puncak acara parade Carnival of the World adalah acara open air performance di panggung yang telah disiapkan oleh panitia di tepi pantai. Indonesia menjadi penampil pertama dengan medley tarian daerah Indonesia selama 15 menit. Rangkaian tarian daerah yang dibawakan oleh 23 anggota masyarakat Indonesia di Athena adalah tari Tor-tor dari Batak, tari Piring dari Padang, tari Jaranan dan Goyang-goyang dari Jawa Timur dan tari Sajojo dari Papua. Penampilan ini berhasil memanaskan suasana di pantai Volos yang dingin dengan suhu udara yang hanya mencapai 3 derajat celcius.


Carnival of the World kota Volos diadakan sebagai bagian perayaan tradisi karnaval di Yunani. Perayaan karnaval biasanya telah dimulai sejak 2 minggu sebelumnya dengan berbagai kegiatan yang diprakarsai oleh pemerintah daerah seperti pertunjukan musik, teater dan tari dan diakhiri pada hari “Katara Deftera” yang menandai hari pertama puasa selama 40 hari menjelang Minggu Paskah bagi kaum Kristen Orthodox.


Carnival of the World 2013 dengan tema “From Brazil to Indonesia” diikuti oleh negara-negara Brazil, Spanyol, Argentina, India, Afrika, Mesir, Amerika dan Indonesia sebagai “Guest of Honor Country”. KBRI Athena memanfaatkan undangan istimewa ini dengan serangkaian kegiatan budaya dan pameran. Kegiatan telah dimulai dengan pameran 35 foto Indonesia hasil karya para peserta Darmasiswa dari Yunani bertemakan “Wonderful Indonesia” dari tanggal 10-16 Maret 2013 di Pusat Budaya Volos.


Kegiatan lain yang diadakan yaitu kelas tari “Sajojo”, musik “Angklung” dan memasak “Gado-gado, Sate Ayam dan Kolak” pada tanggal 15 dan 16 Maret 2013 bertempat di Sekolah Ketrampilan dan sekolah Tari kota Volos. Setiap kelas yang masing-masing berlangsung selama 2 jam selama 4 kali mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat kota Volos terbukti dari banyaknya peserta pada tiap sesi.


Sebagai ungkapan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat kota Volos, pada tanggal 16 Maret 2013, KBRI menyelenggarakan kegiatan Indonesian Cultural Night bertempat di theater of Old Electrical. Malam Indonesia diisi dengan penampilan tari dan angklung serta pemutaran video singkat Indonesia. Tarian Yapong, Belibis, Sajojo, Blak Dit Dot dan Saman yang dibawakan oleh tim tari binaan KBRI Athena mendapat tepuk tangan yang meriah dari 350 penonton yang memadati gedung teater yang sebenarnya berkapasitas 250 tempat duduk. Antusiasme yang tinggi dari penduduk kota Volos menyebabkan hamper sepertiga dari penonton rela tidak mendapatkan tempat duduk dan harus berdiri selama pertunjukan berlangsung.


Tim angklung KBRI yang dipimpin oleh ibu Beda Iqbal membawakan berturut-turut lagu Burung Kakak Tuan dan La Paloma dilanjutkan dengan angklung interaktif. Standing ovation diberikan oleh para penonton ketika tim angklung KBRI membawakan lagu terakhir yaitu lagu Yunani, Ta Pedia tou Pirea. Para penonton kemudian ikut bernyanyi sepanjang lagu tersebut.


Dalam sambutannya, Walikota Volos menyampaikan rasa senangnya karena dapat menyaksikan langsung budaya Indonesia yang unik dan beragam dengan dua diantaranya yaitu tari Saman dan Angklung masing-masing masuk dalam List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding dan Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Selain itu Walikota juga menyampaikan rasa terima kasih dan memuji kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KBRI Athena sebagai Guest of Honor Country pada Carnival 2013.


Dalam sambutan balasan, Duta Besar RI Benny Bahandewa menyampaikan apresiasi atas undangan dan kerja sama pemerintah kota Volos kepada Indonesia sebagai Guest of Honor Country pada Carnival of the World 2013. Selain itu Duta Besar juga meyatakan harapan agar kegiatan promosi citra budaya Indonesia ini dapat mempererat people-to-people contact antara Indonesia dan Yunani. Keseluruhan pidato sambutan disampaikan oleh Duta Besar RI dalam bahasa Yunani dan mendapatkan tepuk tangan yang panjang dari para hadirin. (Sumber : KBRI Athena)