Perusahaan Minyak dan Tele-Komunikasi Indonesia Memiliki Peluang Bagus di Kazakhstan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kazakhstan - Indonesia Business Council, Mr. Serik Karymsakov pada saat pembukaan Kazakhstan Indonesia Business Council di Diplomat Hotel, Astana, Kazakhstan, Sabtu 10 Maret 2012. Mr. Karymsakov juga mengungkapkan bahwa negaranya kini tengah mencari mitra ekonomi baru yang bergerak di sektor dengan penggunaan teknologi yang tinggi, seperti bidang telekomunikasi.

  

Mr. Karymsakov berharap bahwa dengan banyaknya kesamaan antara Indonesia dan Kazakhstan di bidang ekonomi, kedua negara dapat membangun suatu hubungan ekonomi yang semakin meningkat, dan Kazakhstan-Indonesia Business Council diharapkan dapat menjembatani hal tersebut.

 

Dalam sambutannya, Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Astana, Irwan Iding juga mengharapkan dengan diresmikannya Kazakhstan-Indonesia Business Council ini dapat menciptakan jaringan antara pengusaha kedua negara.

 

Selain itu, Business Council ini juga diharapkan mampu membantu mengatasi berbagai hambatan bagi kerja sama ekonomi kedua negara, seperti jarak geografis yang jauh dan persepsi para pengusaha kedua negara terhadap satu sama lain.

 

Sementara itu, Ketua Delegasi RI, Staf Ahli bidang Ekonomi dan Sosial Budaya Kemlu RI, Duta Besar Suprapto Martosetomo mengungkapkan betapa pentingnya Kazakhstan-Indonesia Business Council, karena kedua negara merupakan negara yang kuat secara ekonomi dan saling membutuhkan produk-produk perdagangan, namun pihak pengusaha kedua negara masih belum menyadari potensi ekonomi masing-masing. Selain itu, Business Council ini juga diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan investasi kedua negara. Indonesia membutuhkan investasi dalam mendukung program MP3EI, sementara Kazakhstan juga membutuhkan investasi untuk mendukung Program of Acceleration, Innovation, and Industrial Development (PAIID).

 

Pada kesempatan tersebut, Deputi VI Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman juga telah mempresentasikan kondisi ekonomi Indonesia terkini yaitu tingginya GDP dan tingkat pertumbuhan ekonomi, basis demografi yang dinamis, potensi sumber daya alam. Bapak Rizal Affandi Lukman juga telah memperkenalkan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI), termasuk penjelasan mendetail mengenai enam koridor ekonomi Indonesia dan potensi-potensi ekonomi yang dimilikinya. Dipresentasikan  juga proposal Road Map Peningkatan Hubungan Ekonomi Indonesia-Kazakhstan, yang antara lain berupa kerja sama di bidang palm oil, aircraft industry, eksplorasi perminyakan, pertambangan, dan lain sebagainya.

 

Peresmian Kazakhstan-Indonesia Business Council ini merupakan salah satu mata agenda kegiatan Delegasi Indonesia yang saat ini tengah mengunjungi Kazakhstan dalam rangka Roundtable Discussion on Agreements and Memoranda Indonesia-Kazakhstan, yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, 9-12 Maret 2012. Roundtable Discussion ini dilakukan untuk membahas sejumlah perjanjian RI-Kazakhstan yang akan ditandatangani pada saat Kunjungan Kenegaraan Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev ke Indonesia bulan April 2012.

 

Selain itu, pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi investasi Indonesia di Kazakhstan, penjajakan potensi perdagangan kedua negara, persiapan Kunjungan Kenegaraan Presiden Kazakhstan ke Indonesia, serta persiapan pembukaan Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta. Pertemuan ini juga dimanfaatkan oleh kalangan swasta untuk menjajaki peluang ekspor dengan Kazakhstan, yang memiliki Purchasing Power Parity (PPP) nomor 54 terbesar di dunia sebesar US$ 196,4 milyar di tahun 2010. ( Astana 10.3.2012: tyo  )