Penyerahan Surat Kepercayaan Duta Besar RI untuk Republik Tajikistan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Pada tanggal 7 Februari 2013, pukul 10.00 waktu Dushanbe, bertempat di Istana Presiden, Duta Besar Foster Gultom telah menyerahkan Surat-surat Kepercayaan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Tajikistan kepada Presiden Tajikistan, YM.Tn. Emomali Rahmon.
 
Duta Besar Foster Gultom menyampaikan salam hangat Presiden RI kepada Presiden dan Rakyat Tajikistan, dan disertai dengan penyampaian komitmen untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Tajikistan, baik pada tingkat bilateral maupun multilateral. Presiden Tajikistan dalam pidatonya menyampaikan antara lain:
 

  1. Pembangunan dan penguatan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Negara-negara di Asia Tenggara merupakan bagian dari cornerstone pelaksanaan kebijakan hubungan luar negeri Tajikistan.
  2. Pemerintah Tajikistan memberikan perhatian secara khusus pada kepentingan memperkuat dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Indonesia.
  3. Pemerintah Tajikistan menyambut baik perkembangan terjalinnya dialog politik antara kedua Negara berdasarkan pada saling percaya.
  4. Pelaksanaan pembicaraan tingkat tinggi (high level talks) sebagai peluang berharga dalam rangka mengekplorasi kerja sama kedua negara.

Dubes RI Foster Gultom dalam pernyataan pers selesai penyerahan Surat-surat Kepercayaan menyampaikan bahwa KBRI Astana akan mendorong penyelesaian kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai pada tingkat pemerintah maupun swasta.
 
Sehari sebelum penyerahan Surat-surat Kepercayaan tersebut, Dubes RI Foster Gultom telah menyerahkan salinan Surat-surat Kepercayaan kepada Menteri Luar Negeri Tajikistan, yang diwakili oleh Deputi Pertama Menlu, Marmudjon Nosirovich Sobirov.
 
Selain Dubes RI, terdapat 8 (delapan) Duta Besar yang telah menyampaikan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Tajikistan yaitu Austria, Angola, Ethiopia, Mesir, Norwegia, Oman, Spanyol, dan Swedia.

Sumber: (KBRI-Astana/Adhi)