Konektivitas sebagai Stepping-Stone Pembangunan Berkelanjutan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Indonesia telah sekali lagi mendorong peningkatan kerja sama dan konektivitas di kawasan Asia, yang sangat penting di tengah berbagai tantangan dan peluang di bidang politik, keamanan, ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya.  Kawasan Asia dengan keragaman geografis, pembangunan ekonomi, politik dan keamanan, sosial dan budaya memerlukan penghubung dalam meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi inklusif.

 

Sebagai satu-satunya forum di Asia, dimana para pemimpin Asia dapat saling bertukar pengalaman, Asia Cooperation Dialogue (ACD) dapat menjadi promotor penghubung bagi seluruh kawasan. Konektivitas/keterhubungan antar negara-negara di kawasan dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan kawasan Asia yang lebih kompetitif, maju, terintegrasi dan berdaya tahan.

 

Pesan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri selaku Ketua Delegasi RI dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-11 Asia Cooperation Dialogue (ACD) tanggal 28-29 Maret 2013 di Dushanbe, Tajikistan. Delegasi Indonesia yang terdiri dari unsur Kemlu RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Dewan Energi Nasional (DEN) dan KBRI Astana telah menghadiri rangkaian Pertemuan SOM dan PTM ACD yang kali ini mengusung tema “Towards sustainable development for the better future in Asia”.

 

Pertemuan yang dihadiri oleh 32 negara anggota dan perwakilan dari organisasi internasional tersebut membahas upaya konkrit untuk memecahkan berbagai tantangan dan meletakkan pondasi yang kuat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di kawasan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, juga menyatakan kesiapan Tajikistan untuk menjadi tuan rumah pertemuan the Energy Forum of the ACD berikutnya, mengingat pentingnya forum dimaksud untuk mengatasi permasalahan terkait kebutuhan energi negara-negara di Asia.

 

Selain SOM dan PTM, Delri juga menghadiri pertemuan ACD Energy Co-Prime Movers Working Group tanggal 27 Maret 2013 guna memfinalisasi draft Energy Plan of Action. Indonesia menjadi ACD Energy Co-Prime Movers bersama dengan Bahrain, China, Filipina, Kazakhstan, Qatar dan Laos. Draft Energy Plan of Action diharapkan dapat diadopsi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-12 di Bahrain bulan November 2013. (Sumber : KBRI Astana/Dit. Infomed)