KBRI Astana Mendorong Peningkatan Kerjasama Bisnis antara Indonesia dan Kazakhstan

Dalam upaya untuk mendorong sektor bisnis guna mengisi hubungan bilateral yang telah terjalin dengan baik dan berlangsung lama antara Indonesia dan Kazakhstan, KBRI Astana telah menyelenggarakan "Business Luncheon'”pada tanggal 4 Maret 2015 bertempat di KBRI. Acara ini ditujukan untuk kalangan pebisnis papan atas Kazakhstan, baik yang telah mengenal Indonesia maupun yang belum tetapi memiliki potensi untuk membangun kerjasama usaha dengan Indonesia.

Acara didahului dengan tayangan video mengenai potensi ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia, dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dalam bahasa Kazakh dan paparan oleh Duta Besar Foster Gultom mengenai prospek dan peluang ekonomi Indonesia serta perkembangan hubungan bilateral Indonesia - Kazakhstan yang ditayangkan di layar putih, sehingga jelas dan mudah ditangkap para hadirin.

"Indonesia telah lama menjalin hubungan bilateral dengan Kazakhstan. Sejak tahun 1995 sampai sekarang telah terjadi dua kali kunjungan Presiden Kazakhstan ke Indonesia dan sebaliknya dua kali kunjungan Presiden Indonesia ke Kazakhstan. Pada kunjungan Presiden Nursultan Nazarbayev ke Jakarta pada April 2012 disusul kemudian dengan kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Astana pada September 2013 telah ditandatangani berbagai persetujuan dan kesepakatan guna memfasilitasi hubungan kerjasama ekonomi baik pada tataran pemerintah maupun antar-pengusaha kedua negara. Indonesia dan Kazakhstan juga telah membentuk Komisi Bersama mengenai Kerjasama Ekonomi dan Konsultasi Bilateral Indonesia-Kazakhstan pada tingkat menteri luar negeri" demikian penjelasan Dubes RI.

Ditambahkan "dengan telah terdapatnya berbagai persetujuan dan kesepakatan yang melandasi hubungan bilateral di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi, sudah saatnyalah sektor swasta untuk giat mengisinya" Selanjutnya ditegaskan "saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Kazakhstan untuk diversifikasi mitra perdagangan dan investasi ke negara-negara di Asia Selatan dan Tenggara seperti Indonesia, mengingat perlambanan ekonomi dan situasi politik di kawasan mitra-mitra tradisional Kazakhstan. Terlebih dengan pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 ini, maka potensi yang tersedia menjadi sangat besar."

Menanggapi sambutan Duta Besar, Direktur Samruk Kazyna Invest, Mr. Sergey Vasiliev menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Duta besar itu benar, dan Samruk Kazyna telah melakukan kerjasama dengan perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik ban mobil di Kazakhstan bekerjasama dengan PT Multistrada Arah Sarana dari Indonesia. Sedangkan Presiden Association of Businesswomen of Kazakhstan menegaskan bahwa sudah saatnya untuk menjalin dan meningkatkan kerjasama bisnis dengan Indonesia yang memiliki potensi begitu besar. Sementara itu Ketua Kamar Dagang dan Industri Kazakhstan menyampaikan bahwa kedua KADIN telah memiliki perjanjian kerjasama dan saat ini sedang dibuat lagi satu persetujuan untuk Iebih memfasilitasi perdagangan kedua pihak P to P. Terakhir tanggapan dari Presiden Association of Halal Industry of Kazakhstan yang menyampaikan bahwa pertukaran pengalaman asosiasi halal food Kazakhstan dengan asosiasi di Indonesia telah dilakukan dan keduanya memiliki hubungan yang baik melalui pertukaran pengalaman dan pihaknya sangat mendukung dan mendorong perdagangan produk halal kedua negara.

Dalam kesempatan acara ini telah hadir 28 orang pengusaha Kazakhstan dari berbagai bidang usaha, termasuk pengusaha besar di bidang investasi dan migas seperti Samruk Kazyna Invest, Kazmunaygaz, International Commodity Exchange "Bareket", Pricewaterhouse Coopers, Gelios Tourist Company, Air Astana, EIC Group, para importir dan eksportir, serta asosiasi pengusaha.

Acara ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan yang diisi dengan penyajian makanan, musik dan tarian daerah Indonesia. Hadirin menyatakan apresiasi atas penyelenggaraan Business Luncheon ini, karena bisa mendapatkan informasi yang sangat diperlukan dan menjadi bahan pertimbangan bagi rencana kegiatan bisnis mereka dengan Indonesia di masa depan. Pada akhir acara, para hadirin juga memperoleh kit berupa suvenir dan brosur-brosur pariwisata, informasi tentang Indonesia serta program pameran dagang dan pariwisata di Indonesia dalam tahun 2015.​​