Indonesia Dukung Kerjasama CICA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia akan mendukung kerjasama Conference on Interaction  and  Confidence Building Measures in Asia (CICA), sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, saat menyampaikan statement  dalam forum Commemorative Session and The 4th CICA Meeting of the Ministers of Foreign Affairs, bertempat di Palace of Independence, Astana, Kazakhstan, tanggal 12 September 2012.

 

Indonesia akan mendukung kerjasama Conference on Interaction  and  Confidence Building Measures in Asia (CICA), sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, saat menyampaikan statement  dalam forum Commemorative Session and The 4th CICA Meeting of the Ministers of Foreign Affairs, bertempat di Palace of Independence, Astana, Kazakhstan, tanggal 12 September 2012.

 

“Indonesia sangat menghargai upaya dialog yang digagas oleh CICA  sebagai salah satu mekanisme dalam memecahkan masalah secara bersama-sama”, kata Wamenlu RI. Indonesia juga menekankan pentingnya capacity building dalam menghadapi transnasional yang menjadi prioritas CICA, seperti penyelundupan manusia, perdagangan obat bius, dan ancaman terorisme. Sebagai observer, Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam pertemuan-pertemuan CICA dan akan terus berusaha untuk menunjukkan peran aktifnya dalam mewujudkan dunia yang lebih baik.

 

Sementara itu, Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, dalam pidato pembukaan Sidang CICA menyampaikan bahwa sejak CICA digagas dalam Sidang Umum PBB tahun 1992 dan dalam usianya yang ke-20 ini, CICA telah menjadi organisasi kawasan yang anggotanya hampir meliputi seluruh negara-negara Asia. Kerjasama CICA juga telah berkembang dari lingkup kerjasama politik dan keamanan bertambah dengan adanya kerjasama di bidang ekonomi. Karena itu CICA ke depan akan dibuat lebih solid dengan ditetapkannya iuran keanggotaan, mekanisme pemilihan ketua dan reorganisasi. Presiden Kazakhstan juga menyambut gembira dengan kesediaan China untuk menjadi Ketua CICA periode 2014-2016.

 

Peran CICA juga diharapkan dapat lebih dikembangkan dengan membangun platform hubungan kerjasama dengan organisasi kawasan lainnya, seperti ASEAN, ACD, ECO, SCO, dan OSCE. Pada akhir pertemuan, disepakati pernyataan bersama  “Declaration of the Fourth Meeting of the Ministers of Foreign Affairs of the Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia”, oleh para negara anggota.

 

Anggota CICA saat ini sebanyak 24 negara, dan observer terdiri dari 8 (delapan) negara dan 10 organisasi internasional. Bangladesh saat ini tengah mengajukan diri untuk menjadi anggota CICA. Pertemuan CICA tingkat menteri berlangsung setiap 2 (dua) tahun dan untuk Kepala Negara/Pemerintahan berlangsung setiap 4 (empat) tahun dengan status Ketua saat ini dijabat oleh Turki sampai periode 2014. (Sumber : KBRI Astana)