GUBERNUR PROVINSI AKTOBE, KAZAKHSTAN UNDANG PENGUSAHA INDONESIA UNTUK MEMBANGUN KERJASAMA

"Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar pada berbagai bidang yang dapat dikerjasamakan dengan Kazakhstan, khususnya Provinsi Aktobe. Pengusaha Indonesia diundang untuk menjalin kerjasama bisnis dan menanamkan modalnya pada sektor-sektor yang menjadi unggulan Provinsi Aktobe seperti kerjasama eksplorasi minyak dan gas, nikel, cobalt, zinc dan tembaga. Selain itu, Indonesia yang dikenal sebagai penghasil tekstil dan furniture juga dapat membangun pabrik tekstil dan pabrik pengolahan furniture di Aktobe dengan disediakan kemudahan serta fasilitas dari Pemerintah Aktobe. Selain itu, Pemerintah Aktobe juga mendukung sepenuhnya upaya menjalin kerjasama pada bidang-bidang lainnya seperti upaya peningkatan people-to-people contact melalui kerjasama antar universitas.", demikian antara lain dituturkan oleh Gubernur Provinsi Aktobe, Mr. Berdybek Saparbayev dalam pertemuan dengan Dubes RI Astana, Foster Gultom pada 18 Februari 2016 bertempat di Kantor Gubernur Provinsi Aktobe.

 

Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan Dubes RI Astana ke Provinsi Aktobe pada 18 - 20 Februari 2016 guna menjajaki peluang kerjasama dengan Provinsi Aktobe yang diisi dengan kegiatan-kegiatan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Aktobe, pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Aktobe, dan pertemuan dengan Rektor serta presentasi kepada mahasiswa Universitas Negeri Aktobe "K. Zhubanov".

 

Dalam tanggapannya, Dubes RI menyampaikan bahwa peningkatan kerjasama di berbagai bidang antara Indonesia dan Kazakhstan sudah menjadi komitmen kedua Kepala Negara yang dinyatakan dalam pertemuan pada tahun 2012 di Jakarta dan tahun 2013 di Astana. Sejumlah sektor potensial yang dapat dikerjasamakan antara lain bidang minyak, produk makanan, industri ban, industri pariwisata, produk pertanian, obat-obatan dan alat kesehatan, furniture, spa dan produk tekstil.

 

Secara terpisah, dalam pertemuan dengan Direktur Kamar Dagang dan Industri Provinsi Aktobe, Mr. Nurlbek Mukanov, yang juga dihadiri sekitar 30 orang pelaku bisnis, Dubes RI Astana memberikan presentasi mengenai potensi kerjasama ekonomi antara Kazakhstan dengan Indonesia yang didahului dengan pemutaran video tentang Indonesia. Dubes RI Astana juga mengundang para pelaku usaha di Provinsi Aktobe untuk berpartisipasi pada forum bisnis Indonesia - Kazakhstan yang direncanakan pada Mei 2016 di Astana, Kazakhstan dan menyebarluaskan informasi mengenai pameran INACRAFT 2016 di Jakarta pada 20 - 24 April 2016 dan pameran produk Indonesia di Jakarta pada Oktober 2016.

 

Mr. Nurlbek Mukanov menyatakan dukungan atas rencana penyelenggaraan forum bisnis Indonesia - Kazakhstan dan akan mengkoordinasikan partisipasi kalangan usaha di Aktobe. Selanjutnya, disampaikan minat untuk membangun kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Daerah di Indonesia dalam bentuk saling tukar pengalaman dan best practices terkait pengelolaan dunia usaha dan upaya mendorong penciptaan iklim bisnis yang baik di Aktobe.

 

Dalam pertemuan dengan Rektor Universitas Negeri Aktobe "K. Zhubanov", Prof. Dr. kenzhegali Kenzhebayev, Dubes RI sepakat untuk menindaklanjuti minat membangun kerjasama dengan universitas di Indonesia dalam bidang teknologi informasi dan penerapan e-learning. Kerjasama dapat dilakukan melalui kegiatan seperti pertukaran pengajar dan mahasiswa, penelitian bersama, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dijelaskan oleh Dubes RI bahwa dalam 2 tahun terakhir telah terdapat 6 Nota Kesepahaman mengenai kerjasama antar universitas yang melibatkan 6 universitas di Kazakhstan dan 4 universitas di Indonesia.

 

Dubes RI Astana juga memberi informasi tawaran beasiswa dari Pemerintah Indonesia, seperti Darmasiswa, BSBI (Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia) dan KNB (Kemitraan Negara Berkembang) yang mendapat respon positif dari Prof. Dr. Kenzhegali Kenzhebayev.

 

Dalam paparan di hadapan tidak kurang dari 75 mahasiswa dan pengajar Universitas Dubes RI Astana secara ringkas menjelaskan mengenai perkembangan kerjasama bilateral Indonesia dan Kazakhstan. Sebelum paparan, ditayangkan video mengenai Indonesia. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan terlihat animo serta antusiasme para mahasiswa untuk lebih mengenal Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan keaktifan para mahasiswa dan pengajar dalam sesi tanya jawab yang selanjutnya ditutup dengan quiz, dimana para mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan terkait Indonesia diberikan paket suvenir khas Indonesia.

 

Provinsi Aktobe merupakan provinsi kedua terbesar kedua setelah Provinsi Karaganda, dari 14 Provinsi di Kazakhstan, dengan jumlah penduduk 817,000 jiwa.  Provinsi Aktobe dibentuk pada tahun 1932 dan memiliki lokasi yang strategis karena menjadi lintasan jalur transportasi dari Rusia menuju RRT dan sebaliknya serta jalur pelintasan kereta api barang dan penumpang dan pipa gas. Aktobe memiliki luas wilayah 300,6 ribu km2 dan terdiri dari 12  distrik/kota.

 

 

 

 

(Astana, 22 Februari 2016)