Menikah dengan Warga Negara Indonesia

​Jika Anda memilih untuk menikah di Indonesia Anda harus menyelesaikan dokumen untuk tunangan Anda untuk masuk ke Indonesia.

Pernikahan di Indonesia membutuhkan upacara keagamaan. Hukum Indonesia mengharuskan kedua belah pihak harus dari agama yang sama, dan pernikahan harus sesuai dengan hukum negara-negara pihak yang terlibat. Empat agama yang diakui di Indonesia: Islam, Hindu, Buddha, dan Kristen (Katolik/Protestan). Tergantung pada jenis upacara pernikahan agama, ada persyaratan yang berbeda untuk membuat pernikahan di Indonesia sah secara hukum.

Jika tunangan Anda adalah Muslim, upacara harus diadakan di Kantor Urusan Agama (KUA). KUA akan mengeluarkan Buku Pernikahan (Buku Nikah), yang merupakan bukti dari perkawinan yang sah secara hukum dengan seorang Muslim. Sebuah upacara pernikahan muslim tidak perlu Pencatatan Sipil (Catatan Sipil).

Upacara keagamaan lain memerlukan Pencatatan Sipil. Jika Anda adalah seorang Kristen, Budha, atau Hindu, pertama anda harus mengadakan upacara keagamaan pertama, kemudian baru mencatatkan perkawinannya kepada Kantor Catatan Sipil (Dinas Kependudukan atau Kantor Catatan Sipil). Kantor Catatan Sipil akan menerbitkan Sertifikat Pernikahan (Akte Perkawinan atau Surat Nikah), yang merupakan bukti dari perkawinan yang sah secara hukum dengan non-Muslim.

Kedua persyaratan baik keagamaan dan dokumen sipil dapat berbeda dari daerah ke daerah. Hubungi kantor di mana pernikahan Anda akan berlangsung atau didaftarkan untuk informasi lebih lanjut.

Pihak berwenang Indonesia mengharuskan semua warga negara non-Indonesia untuk mendapatkan Surat Keterangan tidak berkeberatan untuk Pernikahan dari Kedutaan sebelum pernikahan mereka berlangsung  di Indonesia.