Wayang Punakawan Nusantara – Madagaskar (WPNM)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Antananarivo telah menyelenggarakan pagelaran “Wayang Punakawan Nusantara – Madagaskar” (WPNM) dengan cerita “Semar Mengunjungi Kerabat di Madagaskar” (“Semar is Visiting Relatives in Madagascar” atau “Semar dia nitsidika ny rahalaliny eto Madagasikara”) , tanggal 12 Mei 2012 bertempat di Wisma Indonesia.

Pagelaran ini merupakan pagelaran perdana yang diselenggarakan di Madagaskar dan merupakan kreasi Kepala Perwakilan RI/Kuasa Usaha Tetap (KUTAP) RI Antananarivo, Artanto S. Wargadinata sebagai salah satu langkah pelaksanaan “Total Diplomacy” KBRI Antananarivo khususnya dalam program Trade Tourism Investment and Cultural (TTIC).  Pementasan ini disaksikan oleh sekitar 125 (seratus dua puluh lima) orang yang terdiri dari selain masyarakat Indonesia yang bermukim di Madagaskar, juga anggota Ikatan Alumni Indonesia atau IAI (Masyarakat Malagasy yang pernah mengikuti pendidikan atau pelatihan di Indonesia, seperti: Kerjasama Negara Berkembang atau KNB, Dharmasiswa, Lemhanas dan Sesko TNI). Pagelaran langsung dilakukan KUTAP RI dibantu sejumlah Staf KBRI Antananarivo selama kurang lebih 1 (satu) jam.

Pementasan ini dilakukan melalui bahasa pengantar Bahasa Indonesia yang diselingi bahasa-bahasa lainnya (Inggris, Malagasy, Perancis, Arab, Hindi dan Italia) serta beberapa dialog dengan bahasa daerah yang banyak bersentuhan dengan kebudayaan dan bahasa Malagasi antara lain Dayak. Manya’an, Banjar, Batak Toba, Palembang,  Jawa  dan Sunda. Selama pementasan, terdapat sesi khusus dialog interaktif antara wakil hadirin dengan tokoh budayawan, Emha Ainun Najib tentang hubungan bilateral Indonesia–Madagaskar dan prospeknya dilihat dari kacamata budaya sebagaimana yang tergambar dari berbagai karya sastranya. Dua wakil hadirin tersebut adalah Romo Bono dan Jenderal Gendarmerie Madagaskar alumni Sesko TNI, Jenderal Rakotomanana. Romo Bono saat ini sedang mengadakan penelitian mengikuti  hasil penelitian:sarjana Norwegia Otto Christian Dahl, penulis buku Migration from Kalimantan to Madagascar (1991).     .

Melalui Soft Power Diplomacy yang salah satu bentuknya adalah Pagelaran WPNM tersebut, diharapkan mampu menjadi bridging Saling Pengertian Posisi masing-masing pihak, Peningkatan kerjasama dalam bidang ekonomi (perdagangan dan investasi) dan sosial budaya (pendidikan dan kerja sama teknik). Selain itu melalui  diharapkan menjadi stimulus bagi pengembangan kerjasama bilateral di masa mendatang seperti Kajian pembukaan Indonesian Center, Studi Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Malagasy, Kerjasama Bidang Kepemudaan dan Olah Raga, serta Kerjasama Bidang Lingkungan Hidup. Madagaskar yang saat ini yang berpenduduk k.l. 21 juta jiwa potensial menjadi modalitas yang signifikan bagi pengembangan hubungan bilateral disegala bidang.  

Pagelaran WPNM ini diharapkan pula mampu menumbuhkembangkan hubungan kedua bangsa dan negara yang didasari oleh “Persaudaraan Abadi, Silaturahmi dan Tali Kasih”