Kapal Great Luck dan Tiga ABK Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kapal Great Luck yang diawaki oleh sebelas Anak Buah Kapal (ABK), tiga diantaranya adalah WNI, ditemukan terdampar di pelabuhan Antalaha, provinsi Tamatave, daerah bagian timur Madagaskar. Informasi ini diperoleh KBRI Antananarivo melalui seorang warga setempat yang ditengarai adalah agen kapal tersebut di Madagaskar. Informasi yang sama juga diperoleh KBRI dari pihak Pengadilan Tamatave yang meminta KBRI menyediakan jasa penterjemah guna proses pemeriksaan ABK Indonesia.

 

         Menindaklanjuti permintaan pihak Pengadilan, tanggal 15 April 2012, KBRI telah menemui ABK Indonesia di pelabuhan Tamatave guna melakukan pendataan. Ketiga ABK itu adalah:

a.    Marthen Kena dengan nomor paspor U 452276 sebagai Juru Mesin 3

b.    Priyanto Bin Rasdi dengan nomor paspor V 019910 sebagai Koki/Juru Masak

c.    Giman dengan nomor paspor S 489932 sebagai Juru Oli

         Pada tanggal 16 April 2012, pihak Direktorat Pemantauan Perikanan dan Kelautan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh ABK terkait dengan ditahannya kapal Great Luck yang dari indikasi awal terjadi kerusakan mesin. Pada tanggal 17 April 2012, pemeriksaan dilanjutkan oleh instansi lain, yaitu Gendarmeria (Imigrasi dan Seksi Urusan Imigrasi), Polisi dan Kementerian Air dan Hutan. Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap ABK sesuai dengan posisinya masing-masing.

         Setelah pemeriksaan tahap awal, dilanjutkan dengan sidang di pengadilan setempat tanggal 21 April 2012. Sidang memutuskan untuk membiarkan kapal tersebut kembali ke China dan Myanmar karena tidak ditemukan adaya persoalan terhadap kapal tersebua para awaknya.

         Kapal tersebut belum meninggalkan pelabuhan Tamatave dalam waktu yang cukup lama karena maslah teknis. Menyikapi hal ini, ABK Indonesia dan ABK Myanmar memutuskan untuk kembali ke negara masing-masing menggunakan jalur udara. Setelah mengajukan pemutusan kontrak dengan pihak perusahan yang difasilitas oleh Kapten (Warga Myanmar), para ABK tersebut (tujuh orang) telah kembali ke nagara masing-masing tanggal 11 Mei 2012 menggunakan Air Madagascar melalui Bandara Internasional Ivato, Antananarivo. Kepulangan tujuh ABK difasilitasi oleh pihak Perusahaan.

         Empat ABK China dikabarkan tetap berada di Tamatave menunggu tujuh ABK lainnya asal Myanmar. Tujuh ABK baru yang telah direkrut menggantikan ABK Indonesia dan Myanmar tersebut dijadwalkan akan tiba dalam waktu dekat di pelabuhan Tamatave.

         Pihak KBRI sempat menemui tiga ABK Indonesia di Bandara Ivato pada tanggal 11 Mei 2012 dalam rangka pelepasan terakhir keberangkatan mereka ke Tanah Air. Berdasarkan informasi dari ABK tersebut, kapal Great Luck untuk beberapa hari kedepan masih berada di Pelabuhan Tamatave menunggu ketibaan tujuh ABK pengganti dari Myanmar. Kapal tersebut dijadwalkan akan meninggalkan Pelabuhan Tamatave menuju Myanmar dan China.  

         Pada tanggal 12 Mei 2012, salah satu ABK Indonesia telah menginformasikan kepada KBRI mengenai ketibaan mereka di Tanah Air (Jakarta).

Terkait dokumen tenaga kerja, para ABK mempunyai kontrak dengan Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja asal Taiwan yang bernama JIU LI SHUEN TRADING CO, LTD dengan alamat Kaohsiung Branch 25 F-1, no. 29, Hai Pien Road, Kaohsiung Taiwan – R. O. C. Agen TKI pengirim ke agen Tenaga Kerja Taiwan di atas yang disebutkan oleh ABK Indonesia hanyalah nama perorangan bukan agen pengerah tenaga kerja resmi (perusahaan).