Indonesia dan Thailand Merayakan Resepsi Diplomatik Pertama di Madagaskar

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 26 September 2011 bertempat di Wisma Indonesia, KBRI Antananarivo dan Konsulat Jenderal Thailand telah menyelenggarakan resepsi diplomatik dalam rangka memperingati hari ulang tahun Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations / ASEAN) ke-44. Resepsi ini merupakan resepsi ASEAN pertama kali di Madagaskar yang sekaligus merupakan momentum penting bagi upaya memperkenalkan dan mempromosikan ASEAN di Madagaskar khususnya dan wilayah Afrika Selatan umumnya.
 
Seperti resepsi diplomatik lainnya, resepsi ASEAN dihadiri oleh beberapa kepala perwakilan diplomatik asing, wakil dari organisasi regional dan internasional, perwakilan dari beberapa kementerian di Madagaskar, otoritas terkait di Madagaskar, kalangan media serta kumunitas Indonesia dan komunitas Thailand di Madagaskar.
 
Selain sambutan bersama yang dibacakan oleh Konsul Jenderal Thailand, Naroto Sangkamane, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengibaran bendera ASEAN oleh pasukan Paskibraka KBRI yang diiringi ASEAN Anthem dan pemotongan Kue ASEAN. Disamping itu, kedua perwakilan ASEAN juga memamerkan foto-foto/dokumen mengenai sejarah ASEAN, peran ASEAN, Keketuaan Indonesia tahun 2011, kebudayaan ASEAN serta Deklarasi ASEAN (Deklarasi Bangkok). Resepsi juga merupakan momentum bagi pameran makanan ASEAN khususnya Indonesia dan Thailand
 
Dalam pidato (sambutan bersama) tersebut antara lain disampaikan mengenai sejarah pendirian ASEAN, perkembangan ASEAN, Peran ASEAN baik di kawasan maupun di fora internasional, keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011 serta hubungan ASEAN dengan kawasan Afrika. Ditekankan pula bahwa penyelenggaraan resepsi diplomatik oleh Indonesia dan Thailand ini menunjukkan suatu hubungan persaudaraan dan komitmen negara-negara ASEAN dalam menciptakan suatu masyarakat yang kuat baik secara politik, ekonomi maupun dan sosial budaya. Hal ini juga menujukkan upaya ASEAN dalam mempererat hubungan dan kerja sama dengan negara-negara lain baik dari benua Afrika maupun benua lainnya.
 
Terkait sejarah ASEAN, disampaikan bahwa pendirian ASEAN pada 8 Agustus 1967 ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh lima negara pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Ditekankan pula bahwa dalam perkembangannya, ASEAN berhasil menambah lima anggota menjadi sebuah organisasi regional yang beranggotakan sepuluh negara. ASEAN juga mampu membangun hubungan dan kerja sama yang baik dengan beberapa negara kunci yang kemudian menjadi Mitra Wicara (dialogue partner) seperti AS, Australia, China, Jepang, India, Korea Selatan, dan lain-lain. Ditekankan pula bahwa saat ini ASEAN telah menjadi suatu organisasi regional yang memiliki legal identity melalui pemberlakuan ASEAN Charter sejak Desember 2008.
 
Salah satu hal penting lainnya dalam sambutan tersebut adalah mengenai visi ASEAN ke depan khususnya dalam pencapaian Masyarakat ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015 dan peningkatan peran ASEAN dalam fora internasional melalui upaya menciptakan suatu tatanan dunia yang aman dan sejahtera.
 
Terkait keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011, disampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Indonesia, ASEAN semakin meningkatkan komitmen dan upayanya dalam pencapaian Masyarakat ASEAN tahun 2015 dan memastikan bahwa kawasan ASEAN tetap stabil dan aman dari berbagai gangguan. Indonesia juga mengupayakan agar peran ASEAN di fora internasional semakin meningkat di tahun-tahun mendapat terutama pasca 2015.
 
Sambutan juga menggarisbawahi hubungan ASEAN dengan Afrika. Dikatakan bahwa selain hubungan bilateral antara setiap negara ASEAN dengan negara-negara Afrika, ASEAN juga telah membangun hubungan dengan beberapa organisasi regional di Afrika seperti Southern African Development Community (SADC). Hubungan kedua organisasi tersebut telah berlangsung sejak tahun 1995.
 
ASEAN berharap untuk terus melakukan hubungan dan kerja sama dengan negara-negara lain khususnya negara-negara Afrika termasuk Madagaskar. Ditekankan pula agar ASEAN dan Afrika dapat meningkatkan kerja sama dalam mencari solusi masalah-masalah global serta melakukan penjajagan kerja sama baru di masa mendatang.