HASIL IMPLEMENTASI CAPACITY BUILDING YANG DIBERIKAN OLEH INDONESIA DI KAWASAN AMBOHIMANGAKELY

​​​Pada tanggal 11 November 2015, bertempat di Ambohimangakely, KUTAP RI beserta beberapa staf KBRI Antananarivo melakukan kunjungan ke Workshop Ms. Rasoloarinimaro Ratsaray yang telah berhasil mengembangkan kerajinan tangan berbahan baku eceng gondok menjadi produk kerajinan tangan yang mempunyai nilai tambah ekonomi. Ms. Rasoloarinimaro Ratsaray adalah seorang pengrajin Malagasy binaan KBRI Antananarivo melalui program Capacity Building kolaborasi tripartit antara KBRI Antananarivo, Benchmark Group dan LLP-UKM/ SEMSKO pada bulan Juni 2014 di Madagaskar. Pada kesempatan yang sama, KBRI Antananarivo juga mengunjungi tempat proyek percontohan demplot kedelai milik Mr. Ralambosoa Jean yang merupakan binaan KBRI bekerjasama dengan Kemtan RI dalam proyek percontohan pembudidayaan kedelai Indonesia di Ambohimangakely. Keberhasilan kedua binaan dengan sektor yang berbeda tersebut merupakan implementasi kerjasama Indonesia dan Madagaskar dalam rangka pemberian capacity building kepada warga Malagasy guna meningkatkan ekonomi Madagaskar.

 
Terkait dengan hal tersebut, pada tanggal 12 November 2015, bertempat di kantor Walikota Antananarivo, KBRI Antananarivo diundang untuk menghadiri acara pembukaan pameran kreativitas VOATRA dimana produk kerajinan tangan berbahan baku eceng gondok Ms. Rasoloarinimaro Ratsaray dipamerkan di stand Kementerian Kerajnan Tangan Madagaskar. Tercatat bahwa para pengunjung lokal dan asing tertarik pada produk kerajinan tangan berbahan baku eceng gondok dimaksud. Dalam sambutannya, Rolland Ravatomanga, menteri Pertanian Madagaskar yang mewakili pemerintah Madagaskar menyampaikan kedudukan penting produk kerajinan tangan dalam peningkatan ekonomi Malagasy. Untuk itu, kerjasama antara pemerintah, pengrajin Malagasy dan sektor swasta perlu ditingkatkan untuk memberikan nilai produk Vita Malagasy (Buatan Malagasy) baik di pasar lokal maupun internasional.