Resepsi Diplomatik HUT RI di Madagaskar

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Only available in Bahasa Indo
Pada tanggal 12 September 2011 bertempat di Wisma Indonesia, KBRI Antananarivo telah menyelenggarakan resepsi diplomatik dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke-66. Resepsi tersebut diikuti oleh beberapa kepala perwakilan diplomatik asing, wakil dari organisasi regional dan internasional, perwakilan dari beberapa kementerian di Madagaskar, otoritas terkait di Madagaskar, kalangan media serta kumunitas Indonesia di Madagaskar.
 
Selain lagu kebangsaan Indonesia dan lagu nasional Madagaskar, ASEAN Anthem juga diperdengarkan pada acara tersebut. Disamping itu, kbri juga memeriahkan acara tersebut dengan beberapa pertunjukan budaya seperti tarian daerah, musik angklung serta hidangan menu Indonesia. Acara juga memamerkan foto-foto mengenai sejarah Indonesia, peran Indonesia di dunia internasional, kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun 2011 serta budaya Indonesia dalam bentuk banner dan tv (slide)
 
Dalam sambutannya, Kuai RI, Sarwono, antara lain menyampaikan mengenai sejarah Kemerdekaan Indonesia sejak masa pemerintahan presiden Soekarno hingga presiden SBY, peran Indonesia di fora regional dan internasional, kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun 2011 serta hubungan bilateral Indonesia dan Madagaskar.
 
Terkait keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011, Kuai RI menyampaikan bahwa ASEAN dibawah kepemimpinan Indonesia terus meningkatkan upaya negara-negara anggota dalam mencapai Masyarakat ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015. Indonesia juga terus berupaya agar peran ASEAN di fora internasional semakin meningkat sebagaimana digambarkan dalam tema; ASEAN Community in a Global Community of Nation. Kuai juga menambahkan bahwa peran dan pengaruh ASEAN dewasa ini bukan saja dirasakan oleh negara-negara di kawasan, tetapi juga telah berkontribusi bagi kawasan-kawasan lainnya.
 
Terkait hubungan bilateral Indonesia dan Madagaskar, Kuai RI menyampaikan bahwa Indonesia dan Madagaskar memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang kuat. Sejak dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pada September 1975, hubungan kedua negara dalam berbagai aspek berlangsung baik dan terus mengalami peningkatan. Tiga kunjungan dua mantan Presiden Madagaskar ke Indonesia pada tahun 1992, 2005 dan 2008 menujukkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral dalam berbagai aspek. Kuai menambahkan bahwa beberapa tahun terakhir Indonesia telah memberikan beasiswa kepada pelajar dari Madagaskar baik berupa pelatihan capacity building melalui program Darmasiswa maupun pendidikan Magister (S2) melalui program Kerjasama Negara Berkembang (KNB).
 
Kuai menegaskan bahwa secara politis, hubungan Indonesia dengan Madagaskar dan negara-negara di kawasan Afrika memiliki ikatan/keterkaitan hubungan yang kuat diawali dengan Konferensi Asia Afrika (KAA) pertama di Badung tahun 1955 dan peringatan KAA ke-50 tahun 2005 yang menghasilkan New Asian African Strategic Partnership (NAASP).
 
Kuai RI menyayangkan krisis politik di Madagaskar yang telah berlangsung sejak Maret 2009 dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Southern African Development Community (SADC) dan Uni Afrika dalam upaya mencari peta jalan (Road Map) penyelesaikan Krisis di Madagaskar. Dalam kesempatan tersebut, Kuai RI menghimbau kepada pemerintah dan rakyat Madagaskar untuk menyatukan persepsi dalam membangun kerja sama dengan organisai regional dan internasional guna penyelesaian krisis di Madagaskar.
 
nesia