Madagaskar Kembali Mengirim Peserta Darmasiwa ke Indonesia

Untuk kesekian kalinya Madagaskar telah mengirimkan wakil-wakilnya ke Indonesia untuk mengikuti pelatihan dalam skema Darmasiswa yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Untuk tahun akademis 2011/2012, Madagaskar, yang difasilitasi oleh pihak KBRI Antananarivo, telah memberangkatkan 27 (dua puluh tujuh) peserta Darmasiswa ke Indonesia. Jumlah tersebut diberangkatkan pada tanggal 19 dan 23 September 2011. .
Peserta Darmasiswa tersebut akan disebar ke beberapa universitas di Indonesia seperti Universitas Hassanudin, Universitas Udayana, Universutas Negeri Lampung dan beberapa universitas ternama di pulau Jawa. Penentuan universitas dilakukan oleh Kemdiknas sebagai focal point. Mereka akan mengikuti pelatihan Bahasa dan kebudayaan Indonesia selama satu tahun di Indonesia. .
Pihak KBRI sempat merencanakan untuk memberikan bekal pengetahuan mengenai bahasa dan kebudayaan Indonesia bagi para peserta guna membantu mereka dalam bersosialisasi dengan masyarakat Indonesia. Namun rencana tersebut tidak terselenggara karena lambatnya kepastian jadwal keberangkatan peserta ke Indonesia dari pihak Komisi Nasional Urusan Beasiswa Luar Negeri (CONABEX). Keberangkatan peserta dari Madagaskar tahun ini tidak mengalami kendala mendasar. .
Disamping itu, pihak KBRI juga telah menerbitkan visa kunjungan sosial budaya bagi 27 peserta sekaligus melepas keberangkatan mereka dari bandara Internasional Madagaskar, Yvato, pada tanggal 19 dan 23 September 2011. .
Berdasarkan pengamatan KBRI, pemerintah Madagaskar pada prinsipnya sangat berkomitmen agar pelajar dari Madagaskar dapat mengikuti pelatihan dalam skema Darmasisiwa tersebut. Madagaskar bahkan mengharapkan kiranya pemerintah Indonesia dapat menyediakan beasiswa sarjana (S1) bagi peserta Darmasisiwa yang telah lulus pelatihan di Indonesia. .
Dari pertemuan pihak KBRI dengan otoritas terkait di Madagaskar serta mengamati antusiasme peserta dalam menyikapi program Darmasiswa tahun ini, kami berpandangan bahwa program tersebut perlu diteruskan pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih memadai.