Murid-murid Taman Kanak-kanak di Turki mengenal Indonesia sejak dini

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(Ankara) Perkenalan singkat dalam bahasa Indonesia dan juga pertunjukkan kemampuan menyanyikan lagu Indonesia Raya menjadi awal dari perkenalan budaya Indonesia terhadap sekitar 7 murid Taman Kanak-kanak Gulbahcesi, Turki, wakil dari 20 murid yang sebelumnya telah mendapatkan pelajaran ekstra-kurikuler mengenai Indonesia di sekolahnya.

Walaupun pelajaran ektra-kurikuler mengenai Indonesia baru berlangsung selama seminggu,  namun tidak disangka bahwa mereka sudah dapat memperkenalkan diri dengan lancar di depan Duta Besar RI untuk Turki, Ibu Nahari Agustini dan suami serta perwakilan KBRI Ankara di Wisma Duta KBRI Ankara pada tanggal 17 April 2012.

Di  awal acara, anak-anak dan perwakilan pengurus dan guru Taman Kanak-kanak tersebut disuguhi makanan khas Indonesia yaitu pastel. Disampaikan oleh guru TK  bahwa makanan pastel tersebut menginspirasikan mereka untuk diterapkan sebagai variasi hidangan telur.

Perkenalan mengenai budaya Indonesia ini dimulai dari tur visual menggunakan sarana peta Indonesia dan juga poster-poster yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia. Pengenalan tersebut juga meliputi pengenalan terhadap lambang negara dan juga Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Anak-anak usia 5 - 6 tahun ini tertarik dengan penjelasan mengenai Candi Borobudur dan juga kekayaan budaya lain. Perkenalan terhadap wayang menjadi meriah karena anak-anak TK tersebut dapat memegang langsung wayang kulit dan golek Indonesia dan mencoba memainkannya dengan dialog berdasarkan pada kehidupan sehari-hari.

Adik-adik belia tersebut lalu seolah-olah diajak berkunjung ke Indonesia dengan melihat adikarya kebudayaan berupa replika Candi Borobudur dan Prambanan, kapal perang tradisional Indonesia dan juga miniatur gamelan.

Mereka sangat bersemangat ketika mengetahui bahwa acara berikutnya adalah kunjungan ke ruang alat musik Indonesia. Walaupun awalnya takjub dengan bunyi-bunyi yang dikeluarkan baik dari angklung maupun gamelan namun selanjutnya mereka sangat bersemangat dalam memainkan gamelan, angklung dan kulintang tersebut. Tak terasa, suasana Ruang Alat Musik Wisma Duta pun riuh dengan suara yang dikeluarkan dari beberapa alat-alat musik tersebut.

Antusiasme adik-adik belia tersebut membawa kebanggaan tersendiri, mengingat alat musik tradisional Indonesia dapat diterima oleh masyarakat yang lebih luas dan diapresiasi sebagai karya budaya bersama serta membuat semangat semua orang Indonesia untuk terus menggaungkan nama Indonesia di kancah dunia.

Di akhir acara, adik-adik belia tersebut menyampaikan bahwa mereka amat senang sekali dapat berkunjung ke rumah Indonesia dan kembali menyanyikan lagu Indonesia Raya serta berbaris untuk mengucapkan "Saya cinta budaya Indonesia...Terima kasih.....".

(SYK/ 180412)