IPROMOSI PERDAGANGAN DAN INVESTASI JAWA BARAT DI KOTA INDUSTRI KAYSERI, TURKI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Pada tanggal 6 September 2012, Duta Besar RI Ankara Nahari Agustini didampingi Ketua Delegasi Jawa Barat Asep Supriatna, Counsellor Ekonomi I KBRI Ankara, Hanif Salim, dan rombongan pejabat dan pengusaha Jawa Barat diterima oleh Gubernur Kayseri Serif YILMAZ di kantornya.

 

Duta Besar menjelaskan bahwa kunjungan Delegasi Investasi Jawa Barat ini adalah tindak lanjut dari komitmen Presiden RI dan Presiden Turki untuk terus meningkatkan volume perdagangan kedua Negara yang diharapkan hingga tahun 2015 mencapai USD 5 milyar. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan sebesar USD 510 juta, yaitu dari USD 1,728 milyar di tahun 2010 menjadi USD 2,24 milyar di tahun 2011. Gubernur Kayseri menyambut baik misi ekonomi Jawa Barat ini dan diharapkan nantinya akan ada realisasi transaksi dan kerjasama ekonomi. Acara ini mendapat liputan luas melalui media TV dan media cetak Turki (bahan terlampir). Pada hari kedua tgl. 7 September 2012, KBRI Ankara bekerjasama BKPPMD Jawa Barat, Tokoh dan pengusaha kota Kayseri Mr Tahir Nursacan (Milkay Textile Company) serta didukung penuh Gubernur Kayseri telah menyelenggarakan acara “ Promosi Perdagangan dan Investasi Jawa Barat di kota Industri terbesar Turki”. Hadir Gubernur Kayseri, Walikota, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kayseri “ GESIAD dan “HAGIAD” dengan jumlah undangan 100 orang hadir di Convention Centre Kayseri yang terletak disalahsatu kawasan Industri terbesar Turki. Acara dibuka oleh Duta Besar Nahari Agustini dan menyampaikan pidato dalam bahasa Turki dan mendapat sambutan hangat dari para hadirin, yang intinya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak di kota Kayseri sehingga dapat terselenggaranya acara ini, selanjutnya diharapkan pertemuan awal ini merupakan suatu langkah positif dalam membangun kerjasama Indonesia – Turki.

 

Dalam hal ini Indonesia diwakili Jawa Barat dan mempromosikan sektor Infrastruktur/konstruksi (Bandara dan Pelabuhan Laut), Geothermal Energy, Tenaga Kerja Perawat (Advance Nursing Education), Industri Perikanan, Recycle Plant, Jatigede Dam dan Hydropower. Kerjasama atau hubungan bisnis kedua negara semakin meningkat karena kedua negara sama-sama anggota G-20, OKI, D-8 yang turut serta memberikan kontribusi terhadap kemajuan ekonomi dunia. Duta Besar RI mengatakan, hubungan Indonesa dan Turki semakin erat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Turki pada pertengahan 2010 dan kunjungan balasan Presiden Abdullah Gul ke Indonesia pada April 2011. Duta Besar RI menyatakan saat ini banyak orang Indonesia yang berkunjung ke Turki.

Para wisatawan reliji yang berkunjung ke Mekah untuk Umrah dan banyak yang menyempatkan berkunjung ke Istanbul. Ini terjadi setelah kedua pihak menyetujui adanya Visa on Arrival (VOA). Duta Besar menghimbau agar masyarakat Turki juga dapat berkunjung ke Indonesia. Gubernur Kayseri, Serif Yilmaz dalam sambutannya mengatakan semoga kedatangan delegasi menjadi titik awal kerjasama antara Jawa Barat dan para pengusaha Kayseri.

 

 

 

 

Serif Yilmaz mengatakan, dirinya mengenal Indonesia sebagai saudara muslim. Serif juga mengatakan orang-orang Indonesia itu terkenal sopan santun, keramahan dan kedisiplinanya. Hal ini dirasakan beliau saat melakukan ibadah haji dan melebur bersama Jemaah Haji Indonesia. Ketua Delegasi Jawa Barat Asep Surpriatna menyampaikan presentasi yang intinya mempromosikan beberapa proyek besar di Jawa Barat yang siap ditawarkan untuk para investor Turki. Dalam sesi Tanya jawab baik penyaji dan pengusaha Turki sepakat untuk mencoba mencari jalan agar terjadi hubungan berkesinambungan (people to people contact) sesama pengusaha kedua negara dan melihat peluang dan kebutuhan masing masing pihak. Indonesia mengekspor 23 jenis komoditi ke Turki seperti : mebel jati dan rotan, parket kayu untuk lantai, produk kayu, kelapa sawit, kelapa, produk makanan, daging, minyak nabati/hewan, serat buatan, karet dan produk karet, makanan laut (udang, cumi-cumi); alat-alat mesin/listrik dan perangkatnya, filament, mesin mekanik dan perangkatnya, bahan celup, plastik dan produk plastik, produk kayu dan kertas/produk kertas serta produk lainnya. Sementara pihak Turki memanfaatkan pasar Indonesia untuk mengekspor 11 jenis komoditi seperti : tembakau, marmer, bahan kimia, tepung gandum, serat staple buatan, alat berat (traktor) dan suku cadangnya, karpet, produk tekstil, kulit dan benang wool. Produk Indonesia yang memasuki pasar Turki juga dimanfaatkan sebagai stepping stone untuk memasuki pasar lainnya di sekitar kawasan seperti Balkan, Eropa Timur, Asia Tengah (eks negara Soviet) dan Timur Tengah. Sementara Turki memanfaatkan Indonesia untuk mengembangkan pasar yang lebih luas tidak hanya Indonesia namun untuk memasuki pasar Asia Pasifik.

 

Penyaji dan hadirin melihat bahwa hubungan ekonomi kedua negara perlu diperkuat oleh hubungan kedekatan budaya dan bahasa. Rektor Universitas Erciyes Prof. Dr. Fahrettin Kelestemur menawarkan peluang kerjasama dalam bidang pendidikan antara Univeritas Erciyes dan uiversitas-universitas di Indonesia. Kegiatan kunjungan lapangan diisi dengan peninjauan beberapa pabrik sektor tekstil, karpet, alat peredam, daur ulang. Semuanya menggunakan mesin-mesin canggih, yang hasil produknya diekspor ke Amerika dan Eropa. Selain itu Duta Besar dan Delegasi Jawa Barat berkesempatan meninjau mega proyek kota Kayseri yang berada diatas gunung Erciyes (ketinggian 3960 meter) yang dipersiapkan sebagai tempat penyelenggaraan Wolrd Winter Olympic. Untuk mencapai ketinggian puncak gunung tersebut menggunakan teleferik atau kereta gantung listrik. Hal penting lainnya adalah terdapatnya usulan dari pihak Kayseri kedepan untuk dapat terealisirnya Sister-Province antara Propinsi Kayseri dan Propinsi Jawa Barat.

 

Kegiatan ini mendapat sambutan dan liputan pers Turki dan disiarkan oleh 8 TV nasional dan swasta dan kurang lebih 30 media cetak menyiarkan kegiatan promosi ini.Pada salah satu berita, dikutip bahwa Duta Besar RI menyampaikan sebuah pepatah Indonesia kepada Gubernur dan hadirin yaitu “tak kenal maka tak sayang”, maka dengan adanya kegiatan ini yang bertujuan memperkenalkan potensi Jawa Barat dan Indonesia secara umum, diharapkan dapat mempererat hubungan dan kerjasama kedua belah pihak.