BADMINTON SENIOR INDONESIA MASIH BERJAYA DI DUNIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

??Pertadingan badminton internasional kelompok senior (World Badminton Senior Championship di Spor Salonu Ankara) tanggal 9 – 14 September 2013 ini ibarat "reuni" antara sesama pemain dari berbagai negara yang dulunya sering bertemu di pertandingan internasional selagi masih muda belia. Kategori usia badminton senior ini sbb : +35, +40, +45, +50, +55, +60 +65 dan +70


Tim badminton senior PBSI berhasil memperoleh 2 medali emas dan 2 medali perak pada waktu final hari Sabtu 14 September 2013 lalu di GOR Spor Salonu Ankara.


Pemain senior bulutangkis Indonesia yang memperoleh medali emas yaitu :

1.     Ganda putra Eddy Hartono / Rudy Wijaya mengalahkan ganda putra Stefan Edvardson / Joacim Fellenius dari Swedia di kategori usia 40 tahun.


2.      Ganda putra Hariyanto Arbi / Trikus Harjanto dikategori 35 tahun mengalahkan pasangan Lee Clapham / Nick Ponting dari Inggris.


Sedangkan yang mendapat medali perak yaitu :

1.      Pasangan Effendy Widjaya / Hendri Saputra dikalahkan oleh Patrik Bjorkler / Jensolsson dari Swedia dikategori 45 tahun.


2.   Pasangan Bobby Ertanto / Simbarsono Sutanto dikalahkan okeh Morten Christensen / Martinqvist dikategori usia 50 tahun.


Penampilan 2 ganda putra Indonesia yang memenangkan 2 medali emas tersebut sangat memukau penonton karena smash-smah yang tajam  dan gerakan-gerakan yang masih enerjik layaknya pemain muda belia.


Hadir menyaksikan pertandingan Dubes RI untuk Turki Nahari Agustini dan beberapa staf KBRI Ankara serta puluhan pelajar Indonesia dan beberapa masyarakat Indonesia di Ankara yang dengan bangga dan lantang berteriak-teriak memberikan semangat sambil melambaikan bendera merah putih membuat suasana stadion semakin meriah.


Tampilan 2 ganda putra Indonesia yg memperoleh medali perak tak kalah seru dan menariknya di usia yang sudah senior namun nampaknya menghadapi lawan yang lebih tangguh.


Tim Badminton Indonesia Kelompok Senior ini selain mendapat dukungan semangat yang meriah dari para supporter juga sempat difasilitasi oleh KBRI Ankara dan dijamu makan malam oleh Dubes RI Ankara berserta para staf KBRI Ankara.