Tradisi berbulan Puasa Indonesia di TV Aljazair

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Stasiun TV Aljazair, yaitu Canal Algérie (berbahasa Prancis), A3 dan A4 (berbahasa Arab) tertarik pada tradisi umat Muslim Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam kesempatan iftar (buka puasa) masyarakat Indonesia di Aljazair, ketiga stasiun TV tsb telah membuat reportase tentang iftar dan peringatan Nuzulul Al Qur’an masyarakat Indonesia di Wisma Duta tgl 7 September 2009, yang juga dihadiri oleh beberapa Dubes negara sahabat. Reporter TV A4 Zahabiya Hamel dalam kesempatan tsb telah mewawancarai Dubes RI, Yuli Mumpuni Widarso tentang tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan puasa, yang dijelaskan bahwa tradisi di Indonesia memang agak berbeda dengan di Aljazair. TV A4 tertarik dengan penjelasan Dubes terutama mengenai banyaknya anak-anak yang pergi ke mesjid untuk shalat Tarawih berjamaah dan mengenai fungís mesjid di Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat tetapi juga untuk kegiatan sosial dan pendidikan. Menurut wartawati tsb, pihaknya sangat terkesan dengan kegiatan yang dirancang oleh para pengurus mesjid di Indonesia selama bulan Ramadhan, terutama program kegiatan yang menarik bagi anak-anak, seperti lomba membaca Al Qur’an, cerdas cermat pengetahuan umum mengenai sejarah Islam, dan piknik sekolah ke obyek wisata yang bernuansa keagamaan seperti kunjungan ke mesjid-mesjid besar dan bersejarah. TV A4 juga tertarik pada keterlibatan unsur pendidik dalam menanamkan disiplin kepada anak-anak ketika dijelaskan bahwa selama bulan puasa para guru di sekolah menugaskan murid mereka untuk mencatat dan membuat ringkasan isi khotbah waktu shalat Tarawih. Kegiatan-kegiatan yang mendorong anak-anak untuk ke mesjid tsb menurutnya merupakan contoh yang sangat baik untuk pendidikan agama, moral dan etika sejak dini. Ketiga stasiun TV tsb secara khusus telah mengambil gambar berbagai makanan tradisional Indonesia yang disajikan khusus untuk berbuka puasa, seperti aneka bubur dan kolak, kue-kue manis jajan pasar hingga lapis legit. TV Canal Algérie bahkan membuat reportase khusus sejak aneka bubur dan kolak dimasak di dapur Wisma dan disajikan secara tradisional dalam mangkok tembikar. Selain itu, TV A3 juga telah membuat reportase tentang tradisi berbuka puasa keluarga Indonesia dengan mengunjungi rumah keluarga Meddy H. Sewaka (MC/HOC KBRI Alger). Khusus untuk acara tsb, Ibu Shelly Meddy Sewaka telah menyajikan bubur sumsum dan lumpia untuk hidangan pembuka, sedangkan untuk hidangan utama disajikan sop ayam, sate dan gule. Selain itu Ibu Sheva Yusuf Arifin (isteri Pof Yusuf Arifin, Sek I) juga telah memperagakan cara memasak dan menghidangkan sate kambing & ayam yang merupakan makanan Indonesia kesukaan masyarakat Aljazair. Guna memberikan informasi yang lebih menarik kepada masyarakat Aljazair tentang perkembangan di Indonesia dan tradisi berbulan puasa di Indonesia, KBRI Alger mengundang TV Canal Algérie untuk membuat liputan khusus di Indonesia dari tgl 15 – 24 September 2009. Menurut program, segmen reportase khusus tsb akan diawali oleh wawancara reporter TV Canal Algérie Maia Amrani dengan Bapak Menlu RI. Selain itu juga diprogramkan untuk meliput kegiatan dakwah Ramadhan Ketua NU KH Hasyim Muzadi dan Ketua Muhammadiah, Dr. Din Syamsudin.