Soiree Balinese & l'Exposition de Batik Indonesienne Memeriahkan Resepsi HUT RI ke-64 di Alger

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menyangkut Indonesia, masyarakat Aljazair pada umumnya kurang mengenal Bali dan Batik. Mereka lebih mengenal Bandung. Hal tersebut mudah dipahami karena perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair untuk pertama kalinya diakui secara internasional dalam Konperensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. Oleh karena itu, guna lebih memperkenalkan Bali dan Batik di Aljazair, KBRI dalam merayakan HUT RI ke-64 telah menyelenggarakan acara Soiree Balinese et I'Exposition de Batik Indonesienne (Malam Bali dan Pameran Batik Indonesia) di Hotel Sofitel Alger tanggal 17 Oktober 2009. Untuk acara tersebut, Ballroom Hotel Sofitel Alger telah disulap menjadi pentas tradisional Bali, berhiaskan kain prada, umbul-­umbul dan payung dalam berbagai ukuran dan warna, serta Barong Bali. Acara dimeriahkan pula oleh pertunjukkan Tari Topeng, Tari Barong dan Tari Kecak oleh Made Sutedja dan Wayan Rawa, dua orang artis penari profesional dari Ubud, Bali serta Tim Kesenian KBRI Alger. Suasana Indonesia juga diperkuat dengan hidangan khas makanan Indonesia berupa aneka sate, nasi goreng dan kue-kue. Acara yang dihadiri oleh Menteri Agama & Wakaf Aljazair, YM Bapak Bouamallah Glamallah dan Menteri Perikanan & Sumber Daya Kelautan Aljazair YM Bapak Small Maimun serta berbagai kalangan masyarakat lainnya, seperti pejabat Pemerintah, anggota Parlemen, akademisi, budayawan, pengusaha dan kalangan korps diplomatik di Alger tersebut telah berhasil memukau undangan. Mereka mengagumi penampilan para artis yang dinamis. Penyelenggaraan Soiree Balinese tersebut juga untuk mengungkapkan rasa syukur karena KBRI Alger telah selesai memperbaiki Barong Bali. Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso yang pada tahun 2008 melihat Barong Bali di Palais de la Culture Mufti Zakaria, Alger dalam kondisi yang memprihatinkan telah berinisiatif untuk mengembalikan kegagahannya. Barong Bali sumbangan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Aljazair tahun 1988 tersebut selain warna topengnya telah kusam, surai-surai disekujur tubuhnya juga telah rusak. Berkat dukungan Dr. Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran, Departemen Pariwisata & Kebudayaan RI dan Bapak Mangku Pastika, Gubernur Propinsi Bali, upaya perbaikan Barong dapat terlaksana dengan lancar. Kegiatan memperbaiki Barong yang berlangsung di Wisma Indonesia telah dilakukan dengan tekun dan penuh dedikasi oleh dua artis Ubud tersebut. Oleh karena itu, Tari Barong yang tampil memukau pada pertengahan acara tersebut mempunyai arti tersendiri bagi KBRI Alger. Sementara itu penyelenggaraan ('Exposition de Batik Indonesienne (Pameran Batik Indonesia) pada acara tersebut juga dimaksudkan untuk menyambut keputusan UNESCO bahwa Batik merupakan Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pameran Batik tersebut memamerkan berbagai Batik dari Solo, Jogja, Bantul, Madura, Pekalongan, Cirebon, Kudus, dan Lasem koleksi staf KBRI. Para undangan yang hadir menyatakan kekaguman mereka terhadap berbagai corak dan warna, balk yang klasik maupun modern, yang mereka nilai mencerminkan keindahan dan keanekaragaman budaya, flora dan fauna Indonesia. Stasiun TV Nasional Aljazair, Canal Algérie yang pada tanggal 14-24 September 2009 mengadakan kunjungan jurnalistik ke Indonesia, juga meliput acara tersebut dan berkesempatan mewawancarai Menteri Smail Maimun dan Dubes Yuli Mumpuni. Menjawab pertanyaan TV Canal Algérie mengenai hubungan bilateral RI-ALjazair, Menteri Smailai Maimun menyatakan bahwa hubungan persahabatan diantara kedua negara sangat baik dan sangat dekat. Aljazair mengikuti perkembangan pembangunan di Indonsenesia, sebuah negara berkembang berpenduduk muslim terbesar di dunia yang menyimpan banyak kekayaan. Aljazair mengharapkan kerjasama dengan Indonesia dapat terus ditingkatkan, khususnya di sektor ekonomi, seperti pengembangan industri perikanan dimana Aljazair mengharapkan kerjasama Indonesia dalam meningkatkan kapasitas pengolahan hasil laut. Untuk menyambut acara tersebut, pada pagi harinya TV Canal Algérie dalam program Bonjour d'Algérie telah menayangkan reportase singkat tentang Indonesia, khususnya Bali. Manajemen Sofitel Alger yang sangat terkesan dengan penyelenggaraan acara tersebut telah meminta kerjasama KBRI Alger untuk penyelenggaraan kegiatan serupa dimasa mendatang.