Kunjungan Ketua MPR RI memperkokoh hubungan tradisional Indonesia - Aljazair

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid dan Wakil Ketua MPR RI, Dr. BRA Mooryati Soedibyo telah melakukan kunjungan kerja ke Aljazair pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 2009, memenuhi undangan dari Ketua Majlis Al-Oumma (Senat) Aljazair, Abdelkader Bensalah.
 
Delegasi Ketua MPR RI telah mengadakan pembicaraan dengan Senat Aljazair, antara lain membahas tentang masa depan kerjasama Parlemen kedua negara dalam mengisi hubungan tradisional yang telah terbentuk sejak masa perjuangan kemerdekaan Aljazair dimana Parlemen Indonesia membentuk Komite Pendukung Kemerdekaan Aljazair.
 
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Senat Aljazair tsb, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerjasama antar Parlemen yang diyakini akan memberikan kontribusi penting dalam upaya peningkatan kerjasama bilateral di berbagai bidang. Ketua MPR RI juga menjadi pembicara pada Seminar di Senat Aljazair dengan topik “Islam and Democracy, experience in Indonesia” yang dihadiri oleh pimpinan dan anggota Senat, APN, pejabat Pemerintah, akademisi dan pers Aljazair.
 
Sebagai tuan rumah, Ketua Senat Aljazair juga menyelenggarakan Jamuan Santap Malam yang dihadiri oleh beberapa Menteri Aljazair, yaitu Menteri Veteran, Menteri Agama & Wakaf, Menteri UKM; Menteri Muda Peranan Wanita & Keluarga; Menteri Hubungan dengan Parlemen; serta para anggota Senat dan Pejabat Kemlu Aljazair. Selama berada di Alger, Delegasi Ketua MPR RI juga diterima oleh Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika dan PM Ahmed Ouyahia, serta Ketua Assemblée Populaire Nationale (APN) atau DPR Aljazair, Abdelaziz Ziari dan para anggota Persahabatan Indonesia di APN; Menteri Luar Negeri, Mourad Medelci dan Menteri Agama & Wakafs Bouamallah Glamallah; serta Ketua Komisi Tinggi Islam Aljazair. Dalam setiap pertemuan tsb, Delegasi Ketua MPR RI mendapatkan sambutan yang sangat hangat dan bersahabat. Semua pihak yang ditemui menyambut dengan penuh persahabatan dan kekeluargaan serta menilai bahwa kunjungan tsb telah memperkokoh hubungan persahabatan kedua negara dan bangsa yang telah terjalin sejak lama.
 
Penerimaan yang sangat bersahabatan bahkan sangat kekeluargaan tsb merupakan refleksi dari kebahagiaan mereka menerima kunjungan Ketua MPR RI mengingat kunjungan Ketua MPR RI yang terakhir ke Alger berlangsung pada tahun 2001 oleh Dr. Amien Rais, sementara kunjungan balasan Ketua Senat Aljazair, Abdelakder Bensalah ke Jakarta berlangsung pada tahun 2002.
 
Secara khusus, semua pihak yang ditemui di Aljazair menyampaikan harapan bahwa hubungan persahabatan diantara kedua bangsa sebagai “saudara kandung” dapat terus ditingkatkan dimasa mendatang dan diwujudkan dalam kerjasama yang lebih nyata di berbagai bidang. Mereka juga menyambut baik pernyataan Ketua MPR RI yang menyampaikan bahwa bangsa Indonesia sebagai saudara bangsa Aljazair senantiasa siap bekerjasama dengan Aljazair. Jika pada masa perjuangan kemerdekaan Aljazair tahun 1954 – 1962 kerjasama bangsa Indonesia diwujudkan dengan bantuan fisik dan dukungan diplomasi di berbagai fora internasional, maka pada masa kini dan mendatang bangsa Indonesia juga siap untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan di Aljazair.
 
Sambutan yang sangat bersahabat dan kekeluargaan juga ditunjukkan oleh Presiden Abdelaziz Bouteflika dalam pertemuan di Istana Kepresidenan tgl 31 Mei 2009 yang berlangsung selama satu setengah jam. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Aljazair menaruh perhatian yang sangat besar terhadap Indonesia. Dalam kesempatan tsb Presiden Bouteflika menyampaikan harapan bahwa Indonesia yang selama ini berperan penting di kawasan juga dapat berperan lebih besar dalam upaya penyelesaian berbagai isyu internasional. Presiden Aljazair juga menyambut baik peningkatan partisipasi Indonesia dalam berbagai kegiatan pembangunan di Aljazair.
 
Menanggapi harapan Presiden Aljazair tsb, Ketua MPR RI menyampaikan bahwa bangsa Indonesia mempunyai komitmen yang tinggi terhadap tercapainya perdamaian dan keamanan regional dan internasional serta pemeliharaan hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat seperti Aljazair. Hal tsb merupakan mandat Konstitusi Indonesia dan cita-cita masyarakat internasional seperti dituangkan dalam Deklarasi Bandung pada waktu KAA Bandung 1955 dan KTT Asia – Afrika Bandung tahun 2005.
 
Indonesia juga senantiasa siap untuk memberikan kontribusinya bagi tercapainya perdamaian dan keamanan internasional. Sambutan bersahabat terhadap kunjungan Ketua MPR RI ke Alger tsb juga ditunjukkan oleh kalangan media Aljazair yang selama beberapa hari telah memuat foto dan hasil-hasil pertemuan selama di Alger, termasuk jalannya Seminar. Beberapa surat kabar juga memuat wawancara khusus dengan Ketua MPR RI. Kalangan media pada umumnya menaruh perhatian terhadap pemikiran Ketua MPR RI mengenai Islam dan demokrasi.