Hari Perempuan Sedunia 2011 : Apresiasi kepada Jurnalis Perempuan Aljazair

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia tgl 8 Maret 2011 KBRI Alger pada tgl 16 Maret 2011 telah menyelenggarakan acara pertemuan dengan para jurnalis perempuan Aljazair bertempat di Wisma Indonesia. Pertemuan yang dihadiri para para jurnalis perempuan mewakili 14 media Aljazair, termasuk Mme. Tsouria Benchehida, Direktur Pers Internasional Alger, tsb dirancang dalam bentuk cocktail dan bincang-bincang santap siang mengenai perkembangan status dan peran perempuan dalam masyarakat. Bincang-bincang dibuka dengan sambutan Dubes RI, Yuli Mumpuni Widarso, yang menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para jurnalis perempuan Aljazair, tidak hanya karena jumlahnya yang terus meningkat (saat ini sekitar 200 jurnalis), tetapi juga karena profesi jurnalis mempunyai peran yang sangat strategis di masyarakat, seperti dalam menyampaikan pesan-pesan seperti nilai-nilai budaya, tradisi, politik, moral, dlsb dari satu kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya, dari tingkat domestik ke tingkat internasional dan sebaliknya. Kemudian Dubes RI menyampaikan tentang perkembangan kemajuan status dan peran perempuan Indonesia di era reformasi, dan bahwa di Indonesia juga terdapat banyak jurnalis perempuan yang sukses dalam menghadapi tantangan profesi yang sangat unik. Mengenai perkembangan status perempuan Indonesia, disampaikan tentang kebijakan Pemri yang pada tahun 1998 telah membentuk komisi independen KOMNAS Perempuan yang juga menyandang fungsi monitoring and reporting tentang pelanggaran HAM terhadap perempuan di Indonesia. Selain itu, Pemri juga telah meratifikasi Konvensi tentang Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) dan Konvensi Anti Kekerasan (CAT) yang keduanya kemudian mendasari dikeluarkannya UU No. 23/2004 tentang KDRT. Sambutan tsb mendapatkan aplause dari para tamu yang menyimak dengan penuh perhatian. Dalam bincang-bincang tsb mereka tampak menaruh perhatian terhadap peran KOMNAS Perempuan dalam promosi dan perlindungan HAM perempuan, mengenai mekanismen pelaporan yang terdapat dalam UU KDRT, akses perempuan Indonesia terhadap ekonomi keluarga dan lapangan pekerjaan, serta concern Pemri dalam isyu migrant workers, dlsb. Pada akhir acara, para jurnalis perempuan Aljazair menyatakan sangat menghargai inisiatif KBRI Alger yang telah menyelenggarakan acara tsb sehingga mereka mempunyai kesempatan untuk lebih memahami tentang kemajuan perempuan di Indonesia, dan menyatakan selamat kepada kaum perempuan di Indonesia yang telah memiliki UU KDRT dan mendapatkan akses untuk kesetaraan gender di beberapa bidang pekerjaan. Alger, 16 Maret 2011