Dubes RI-Alger menyampaikan pernyataan Indonesia di TV Aljazair

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam kesempatan menghadiri diskusi tentang situasi di Jalur Gaza yang diselenggarakan oleh Harian El Moudjahid, Alger, Dubes RI di Alger, Aljazair, Yuli Mumpuni Widarso pada tanggal 8 Januari 2009 telah menyampaikan pernyataan Indonesia di TV Aljazair, Canal Algérie.
 
Dubes RI antara lain menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia dan seluruh bangsa Indonesia mengutuk aksi militer Israel yang sangat excessive and disappropriate terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza yang telah mengakibatkan warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan menjadi korban meninggal dan luka-luka. Indonesia dan seluruh masyarakat dunia sangat kecewa karena meskipun korban meninggal dan luka-luka jumlahnya semakin banyak dan seluruh dunia telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan jatuhnya lebih banyak lagi korban, tetapi hingga hari ini (8/01) Dewan Keamanan PBB belum berhasil menyepakati suatu resolusi.
 
Dubes RI juga menekankan bahwa bangsa Indonesia seperti halnya bangsa Aljazair, mempunyai solidaritas tinggi terhadap nasib bangsa Palestina. Oleh karena itu Indonesia, ketika masih menjadi anggota Dewan Keamanan PBB sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 terus mengupayakan dicapainya satu pernyataan Dewan Keamanan PBB dengan secara aktif menjembatani berbagai perbedaan yang ada diantara anggota Dewan Keamanan PBB. Hingga saat ini berkenaan dengan masih belum berhasilnya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan satu resolusi, maka Indonesia bekerjasama dengan negara-negara anggota GNB akan menggunakan resolusi Majelis Umum PBB mengenai ”United for Peace” untuk meminta Majelis Umum PBB menyelenggarakan Sidang Darurat Istimewa.
 
Menutup pernyataan tersebut, Dubes RI menyampaikan bahwa Indonesia telah menyampaikan sejumlah bantuan kemanusiaan kepada bangsa Palestina di Jalur Gaza, berupa obat-obatan dan uang tunai, yang diterima oleh Menteri Kesehatan Palestina, Dr. Fathi Abu Moughli. Bantuan tersebut dikirimkan melalui perbatasan Jordania, tetapi masih terdapat bantuan tenaga medis yang masih tertahan di perlintasan Rafah, Mesir sehingga Indonesia mendesak Israel untuk membuka akses bagi penyaluran bantuan kemanusiaan.