Diplomasi Parlementer: Pilar Pemerkuat Hubungan Persahabatan RI – Aljazair

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pernyataan bahwa diplomasi Parlementer merupakan pilar yang memperkuat hubungan persahabatan antara bangsa Indonesia dengan Aljazair diungkapkan oleh Mr. Abdelaziz Ziari, Ketua Parlemen Aljazair (Assemblée Populaire Nationale/APN) yang menerima kunjungan pamitan Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso di Gedung APN, Alger, tgl 6 Maret 2011. Dalam kesempatan tsb Mr. Ziari menyampaikan kesan-kesannya yang sangat mendalam mengenai kemajuan pembangunan di Indonesia yang disaksikannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Indonesia tgl 6 – 11 Desember 2010. Menurutnya, kemajuan yang dicapai oleh Indonesia tsb merupakan hasil kerja keras yang patut dibanggakan oleh semua negara sahabat Indonesia. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Dubes RI yang senantiasa mendukung upaya peningkatan kerjasama APN dan DPR RI serta menyampaikan harapan kiranya Bapak Marzuki Alie, Ketua DPR RI, dapat melakukan kunjungan ke Alger pada tahun 2011, menindaklanjuti kunjungan beliau ke Indonesia dan dalam rangka mengimplementasikan kesepakatan (MOU) yang ditandatanganinya bersama Bapak Marzuki Alie di Jakarta. Menanggapi pernyataan tsb, Dubes Yuli Mumpuni Widarso telah mengucapkan terima kasih atas komentar yang positif tentang perkembangan di Indonesia, dan menyampaikan penghargaan atas kerjasama yang sangat baik dari APN sehingga selama tiga tahun penugasan di Aljazair jumlah kunjungan Parlemen kedua pihak meningkat yang pada akhirnya berhasil membentuk Kelompok Persahabatan Indonesia – Aljazair di APN dan DPR-RI dimana keduanya telah saling bertemu di Alger dan Jakarta. Kinerja yang paling melegakan adalah terlaksananya kunjungan kerja Mr. Ziari ke Indonesia yang telah menandai peningkatan persahabatan diantara kedua Parlemen. Dalam hal kerjasama bilateral, Dubes RI menyampaikan bahwa selama tiga tahun bertugas di Alger telah diupayakan peningkatan kerjasama di berbagai bidang. Diakui bahwa kinerja di bidang perdagangan tidak sebaik di bidang-bidang lainnya terutama karena pada tahun 2008 terjadi kiris keuangan global yang dampaknya terlihat pada tahun 2009 dimana nilai perdagangan bilateral turun 30%. Namun di bidang ekonomi lainnya tampak lebih baik seperti terlihat pada peningkatan perhatian perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi pada proyek-proyek pembangunan di Aljazair, termasuk di sektor industri migas, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi para pemuda Aljazair. Mengenai investasi di Aljazair, KBRI telah menawarkan kerjasama kepada badan investasi Aljazair untuk mempromosikan potensi Aljazair di Indonesia. KBRI dapat membantu menyelenggarakan temu bisnis untuk menarik investor pertanian Indonesia ke Aljazair. Menyinggung perkembangan keadaan ekonomi dewasa ini dimana pengangguran kalangan muda merupakan isyu yang menjadi perhatian Pemerintah Aljazair, maka KBRI telah mengundang media Aljazair untuk meliput kegiatan alih pengetahuan dari para pekerja Indonesia ke para pekerja Aljazair. Kegiatan alih pegetahuan tsb dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Aljazair mengenai kehadiran para pekerja Indonesia di Aljazair yang tidak bermaksud mengambil porsi para pemuda Aljazair. Perusahaan konstruksi Indonesia mendukung kegiatan tsb karena akan meningkatkan kapasitas para pekerja Aljazair yang pada gilirannya akan meningkatkan kesiapan mereka dalam melaksanakan berbagai pekerjaan di proyek-proyek pembangunan Aljazair. Alger, 6 Maret 2011