Aljazair mitra potensial RI di sektor Transportasi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso, dalam kesempatan pertemuan dengan Menteri Transportasi Aljazair, Dr. Amar Tou, tgl 10 Agustus 2009 telah menjelaskan tentang perkembangan di Indonesia, khususnya sektor perhubungan.
 
Disampaikan bahwa pembangunan sektor perhubungan merupakan salah satu prioritas Pemerintah Indonesia mengingat geografi Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dan penduduk yang berjumlah lebih dari 230 juta dan tersebar di berbagai pulau memerlukan sarana transportasi yang handal, baik transportasi darat, laut maupun udara. Oleh karena itu, industri yang menunjang perkembangan kegiatan transportasi di Indonesia berkembang dengan pesat, seperti industri karoseri pembuatan kendaraan angkut yang besar, industri perkeretaapian, industri pelayaran dan pengangkutan udara.
 
Selain itu, Pemerintah Indonesia juga memprioritaskan pembangunan sarana transportasi publik, baik jalan raya, jalur KA maupun terminal ferry, bandara, perusahaan pelayaran dan maskapai penerbangan. Demikian pula Menteri Amar Tou juga telah menjelaskan bahwa salah satu prioritas pembangunan di Aljazair dewasa ini adalah pembangunan sektor transportasi dimana Pemerintah giat membangun sarana transportasi umum, seperti jalan raya antar propinsi (highway) dan antar kota (national road) yang menghubungkan wilayah Timur dan Barat Aljazair serta wilayah Utara dan Selatan Aljazair, keseluruhannya mencapai lebih dari 2500 Km.
 
Di sektor perhubungan udara, Pemerintah Aljazair juga terus meningkatkan sarananya, terutama karena beberapa kota industri pengilangan minyak dan gas terletak di bagian tengah Aljazair yang merupakan sahara sehingga lebih mudah dijangkau dengan jalur udara. Oleh karena itu pembangunan sarana transportasi umum darat dan udara dilaksanakan secara paralel. Kegiatan pembangunan sarana transportasi tsb membuka peluang yang besar bagi negara lain seperti Indonesia untuk berpartisipasi.
 
Menanggapi informasi tsb, Dubes RI menyatakan sangat terkesan dengan program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah Aljazair dan mengucapkan selamat atas keberhasilan berbagai proyek pembangunan sarana transportasi umum yang telah dilaksanakan oleh Menteri Amar Tou. Disampaikan pula bahwa salah satu BUMN Indonesia, yaitu PT Wijaya Karya telah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan-jembatan beton di proyek pembangunan jalan raya 1100 Km (East-West Motorway Project). Untuk pembangunan jalan raya tahap kedua sepanjang 1300 Km yang akan dimulai pada tahun 2010, Kementerian Pekerjaan Umum Aljazair juga telah mengundang perusahaan konstruksi Indonesia untuk berpartisipasi.
 
Saat ini pihak Indonesia sedang mengkaji kemungkinannya dan jika akan terdapat perusahaan Indonesia dalam proyek pembangunan jalan raya tahap kedua tsb maka hal tsb merupakan kontribusi nyata bagi upaya peningkatan kerjasama bilateral. Selain itu, Dubes RI juga menyampaikan bahwa mengingat dua maskapai penerbangan Aljazair yaitu Air Algérie dan Tassili Airlines mempunyai program peremajaan beberapa pesawat jet ukuran kecil, maka telah disampaikan secara lebih rinci tentang perkembangan industri pembuatan pesawat terbang di Indonesia yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia, seraya menyerahkan brosurnya.
 
Ditambahkan bahwa Indonesia saat ini terus mengembangkan industri teknologi maju tersebut, bekerjasama dengan perusahaan industri pesawat terbang lainnya di dunia, dan ingin melebarkan sayap pemasarannya ke Aljazair. Mengakhiri pertemuan tsb, Dubes RI telah meminta bantuan dan kerjasama Menteri Amar Tou untuk mendukung rencana KBRI Alger menyelenggarakan kegiatan yang akan mempertemukan wakil dari PT Dirgantara Indonesia dengan kalangan pimpinan perusahaan penerbangan di Aljazair, yang ditanggapi dengan positif. Menurut Menteri Amar Tou, kerjasama di sektor transportasi menjanjikan peluang yang menarik mengingat kedua negara merupakan sahabat lama dan Aljazair dapat belajar dari kemajuan pembangunan sektor transportasi di Indonesia.