Acara 17-an di Alger dengan penyerahan atribut Indonesia dan pesta rakyat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Acara peringatan HUT RI di KBRI Alger kali ini terasa agak lain dari biasanya. Negara Aljazair yang sedang membangun merupakan salah satu negara dimana terdapat cukup banyak TKI yang melaksanakan pembangunan jalan bebas hambatan East-West Motorway Project. Di dalam proyek yang dikerjakan sejak tahun 2008 dan dijadwalkan selesai pada tahun 2010 tsb saat ini terdapat 1862 orang TKI dan dalam waktu dekat akan meningkat menjadi 2500 orang. Oleh karena itu, dalam merayakan HUT RI ke-64 tahun 2009 ini, KBRI Alger merancang kegiatan yang didedikasikan kepada para TKI di Aljazair karena prestasi mereka telah mendapatkan apresiasi khusus dari berbagai kalangan di Aljazair. Berkenaan dengan munculnya resistensi masyarakat Aljazair terhadap pekerja dari negara Asia lainnya yang dinilai telah bersikap sangat arogan, dalam kesempatan peringatan HUT RI ke-64, Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso telah menyampaikan pesan-pesan. Dinyatakan bahwa selama ini bangsa Aljazai sangat menghargai bangsa Indonesia karena dulu telah membantu perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair dan saat ini membantu kegiatan pembangunan di Aljazair. Bangsa Aljazair juga menghargai saudara-saudara mereka bangsa Indonesia yang sering ditemui di Mekkah, atau di Kairo dan kota-kota pelajar lainnya di Timur Tengah, karena akhlak mulia jemaah haji Indonesia yang santun dan para pelajar Indonesia yang cerdas dan tekun. Dubes RI mengharapkan citra yang sangat positif tsb hendaknya tetap dipelihara oleh para TKI yang berkiprah di Aljazair. Mereka diminta untuk menjadi tamu yang sopan dan santun kepada tuan rumah, dan menghindari kegiatan-kegiatan yang hanya akan mengecewakan pihak tuan rumah. Menyadari bahwa masyarakat Aljazair kurang dapat membedakan penampilan fisik warga Asia, maka dalam kesempatan tsb Dubes RI juga telah menyampaikan atribut ”INDONESIA” kepada para TKI di Aljazair berupa topi warna merah – putih bertuliskan ”INDONESIA” dan pin bergambar bendera RI dan Aljazair. Atribut tsb diserahkan secara simbolis kepada 6 orang pekerja yang mewakili rekan-rekan mereka dari 6 wilayah di Aljazair. Pada sore harinya, KBRI menyelenggarakan acara PESTA RAKYAT INDONESIA yang dikemas seperti pesta masyarakat Indonesia merayakan HUT RI di tanah air: ada layar tancep, pasar kaget, jajanan pasar, main kartu, dan nyanyi bareng. Suasana PESTA RAKYAT berlangsung meriah, karena tidak hanya dihadiri oleh para TKI tetapi juga warga Aljazair yang pernah bermukim di Indonesia, seperti tokoh pergerakan kemerdekaan Aljazair yang tinggal di Indonesia sebelum kemerdekaan Aljazair, alumni program bea siswa Indonesia, diplomat yang pernah bertugas di Jakarta dan jurnalis yang pernah melakukan kunjungan jurnalistik ke Indonesia. Para TKI yang merupakan mayoritas hadirin dalam acara tsb menyambut dengan baik pemberian atribut ”INDONESIA” dan bergembira menikmati acara Pesta Rakyat Indonesia.