AL Aljazair mengharapkan peningkatan kerjasama dengan TNI AL

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KSAL Aljazair, Mayjen. Malek Necib, menyampaikan harapannya bahwa Angkatan Laut (AL) kedua negara dimasa mendatang dapat meningkatkan kerjasama. Harapan tsb diungkapkan dalam kesempatan pertemuan dengan Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso tgl 11 Agustus 2009 ketika Dubes RI melepas keberangkatan beliau ke Indonesia untuk berpartisipasi dalam Indonesia Fleet Review 2009 (IFR 2009) di Bitung dan Menado tgl 12 – 19 Agustus 2009. Harapan yang sama pernah beliau ungkapkan ketika menerima Dubes RI di Mabes AL Aljazair tgl 6 April 2009 ketika Dubes RI menyampaikan surat undangan KSAL RI Laksamana Eddy Tedjo Purdijatno. Dalam kesempatan tsb, Dubes RI juga menyampaikan tentang perkembangan kekuatan armada TNI AL yang karena geografi Indonesia terdiri dari kepulauan maka TNI AL dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya sejalan dengan terus meningkatnya masalah keamanan di perairan di seluruh Indonesia dari berbagai ancaman seperti aksi pembajakan dan penyelundupan, serta kemungkinan dimanfaatkannya wilayah perairan Indonesia oleh kelompok teroris yang beroperasi di kawasan. KSAL Aljazair juga menyatakan bahwa AL Aljazair mendapatkan kehormatan diundang menghadiri IFR 2009 dan akan memanfaatkan kesempatan tsb untuk melihat secara langsung kemajuan armada TNI AL yang diakuinya merupakan salah satu armada negara sahabat yang dikaguminya, seperti ketika beliau kagum terhadap kecekatan anggota junior TNI AL yang mengawaki KRI Dewaruci dan Arung Samudera ketika mereka mengadakan kunjungan muhibah ke Aljazair. KSAL Aljazair yang baru pertama kali berkunjung ke Indonesia tsb dalam kunjungan ini didampingi oleh dua perwira AL Aljazair, masing-masing Kol. Abdelkarim Boudache dan Mayor Mounir Benmettir, merencanakan selain menghadiri IFR 2009 juga dapat meninjau fasilitas perbaikan kapal di PT PAL Surabaya. Dinyatakan bahwa armada AL Aljazair yang sejarahnya dibentuk oleh armada laut Ottoman Turki ketika bangsa Aljazair masih di bawah protektorat Ottoman Turki (1515 - 1830) juga terus meningkatkan kemampuannya dalam menjaga garis perbatasan utara Aljazair di Laut Mediterania. Oleh karena itu, kunjungan ke Indonesia ini dinilainya sangat penting karena akan membuka lembaran baru kerjasama AL Aljazair dengan TNI AL.